Artikel tentang keberuntungan ini mau saya tulis tadi malam, tetapi berhubung “Syahrini” lagi malas manja begitu sampai rumah minta langsung tidur ya sudah, saya pun nemenin “Ami” tidur juga. Seharian kemarin, saya melakukan 4 kegiatan yang berbeda, pagi hari seperti biasa saya harus ke kantor untuk presensi dan mengurusi jaringan telekomunikasi dengan segala keseruannya. Selanjutnya, siang sekitar pukul 11 saya ada jadwal mengajar ke kampus sampai pukul setengah dua, sehabis itu langsung ke wahana sejati karena ada janji pukul setengah tiga untuk memberikan konseling terapi klien dengan masalah gagap bicara sampai pukul 5. Sehabis maghrib ada meeting untuk project IT sampai sekitar pukul 8. Jadi maklum saja “Syahrini” minta langsung tidur begitu sampai rumah. Baiklah, daripada curhatnya kelamaan, dalam artikel ini saya akan mengulas tentang hidup yang penuh dengan keberuntungan.

Melakukan banyak aktivitas bagi sebagian orang mungkin dianggap aneh atau melelahkan. Tapi, coba anda pikirkan lagi kalau dari masing-masing aktivitas tadi dapat “income”, tentu asik bukan. Diri kita yang begitu hebat ini, yang begitu sempurna diciptakan oleh Tuhan sudah dipersiapkan untuk melakukan “multi tasking”, sehingga multi tasking berarti multi income. Dan dalam melakukan banyak hal ini menjadi asik dan menyenangkan jika diselimuti oleh “keberuntungan”, maksud keberuntungan ini adalah misalnya kemarin dari satu tempat ke tempat lain saya melewati lalu lintas yang begitu lancar bahkan lampu lalu lintasnya semua hijau hehe, padahal jam segitu harusnya sibuk. Lalu mahasiswa saya semuanya nurut-nurut sehingga cepat mengajarnya, kemudian ketika meeting juga mudah dan cepat. Semuanya diselimuti keberuntungan.

Advertisement

“Hidupmu enak ya fir, sepertinya beruntung banget, kerjaan di tempat yang seperti itu bisa mobile, di kampus juga seperti itu,” kata seorang teman waktu kuliah, saat bertemu beberapa hari lalu. Ngomongin tentang keberuntungan, saya ingat perkataan seseorang.

Waktu itu di sela break makan siang, seorang bapak cerita ke saya,


“Saya jadi geli sendiri mas, dulu saya pernah ikut program aktivasi keberuntungan, disuruh pejam mata bla.bla.bla..tapi begitu tadi mendengar materi mas Firman langsung senyum sendiri saya, apa yang diaktivasi ya kalau semuanya sudah aktif dan mau beruntung atau tidak itu tergantung dari pikiran kita sendiri.”


Advertisement

Saya menjawabnya juga sambil senyum-senyum “Emangnya kartu telepon ya pak pake diaktivasi.” Banyak orang yang mengadakan program aktivasi-aktivasi, termasuk aktivasi keberuntungan, bahkan ada yang lebih geli lagi, aktivasi DNA keberuntungan. Perasaan yang ngomong DNA ini bukan ahli biologi deh, lalu bicara tentang DNA. Tapi, ya itulah kondisi masyarakat kita di Indonesia, tidak paham sesuatu dengan benar lalu menyampaikan ke orang lain. Padahal kalau tidak paham dengan benar bukankah lebih baik diam ya.

Hidup yang selalu penuh keberuntungan adalah hasil dari pikiran kita sendiri, kalau anda berpikir yang susah-susah, berpikir yang negatif-negatif maka pasti yang ada hasilnya susah dan negatif. Tapi, kalau anda berpikirnya benar, berpikir yang baik-baik, berpikir yang indah-indah, berpikir yang menyenangkan saja maka pasti hidup anda selalu dalam keberuntungan. Berpikirlah dengan benar, inilah kunci supaya hidup selalu dalam selimut keberuntungan. Karena pikiran adalah alat yang sudah Tuhan berikan ke kita sebagai sarana dalam membuat keberuntungan. Hidup selalu beruntung itu adalah ketika semua kejadian dan peristiwa mendukung keinginan kita. Tidak ada yang perlu diaktivasi, sebab semua dalam diri kita sudah aktif begitu diri kita lahir kedunia. Yang perlu dilakukan adalah mengenali, mengontrol, dan memaksimalkan pikiran dengan benar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya