"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Berbicara mengenai perpisahan merupakan topik yag aku hindari. Namun, perpisahan itu benar-benar ada di depan mataku. Setiap harinya aku dan dia menjalani hari dengan sebuah kepastian bahwa suatu hari nanti kami akan berpisah. Aku mencoba untuk mulai menghindarinya. Tapi yang terjadi? Aku tak sanggup jauh darinya, dia pun tak kuasa untuk menjauh dariku. Aku harus bagaimana? Aku merasa lemah untuk menghadapi kenyataan ini.

Advertisement

Ketika aku diharuskan untuk menjalani hari-hari dengan ujung yang mengecewakan, aku mencoba untuk tersenyum dan mencoba menikmati hari-hari bersama dia. Walaupun terkadang dalam diam, batin ini menangis membayangkan hal yang tidak berujung.

Sudah banyak kisah cinta yang aku alami. Aku sudah sering terluka oleh cinta. Entahlah, luka itu kadang lebih sakit dari kerikil-kerikil tajam yang menancap di telapak kakiku. Rasanya? Aah, ntahlah aku sampai lupa rasa sakitnya seperti apa. Namun, kisah ini berbeda. Aku menemukan hal spesial yang ada didalam dirinya. Hal spesial itu membuat aku benar-benar merasa jatuh hati.

Namun, saat ini yang menyakiti diriku bukan lagi mengenai perselingkuhan ataupun patah hati karena putus cinta. Kali ini aku dihadapkan oleh kenyataan bahwa ada perbedaan iman di antara kita. Aku melipat tangan untuk berdoa kepada Tuhanku di iringi dengan nyanyian rohani. Sedangkan dia, dia bersujud kepada Tuhannya dan memohon semua keinginannya melalui doa-doa yang dipanjatkan di atas sejadahnya dan tasbihnya.

Advertisement


Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (Q.S. al-Kafirun: 6).


Bukankah kita berdoa pada Tuhan masing-masing dengan tujuan yang sama? Bukankah Tuhanmu dan Tuhanku mengajarkan kita mengenai cinta kasih yang sama? Lalu mengapa kita tidak dapat bersatu? Mengapa perbedaan ini selalu dijadikan alasan sehingga kita tak bisa bersama?


"Aku bisa memelukmu, Aku bisa meluluhkan hati ibumu, Tapi Saingan terberatku adalah Alkitab dan Arah Kiblatmu" (Anonim)


Kekasihku,

Perlu kau tau betapa aku bersyukur telah dipertemukan olehmu. Aku bersyukur pernah engkau cinta. Aku bersyukur kepada Tuhan karena telah mengenalkanmu, dan mendekatkanmu. Walaupun pada akhirnya kita tidak dapat dipersatukan dan hanya dapat mencintai dalam perbedaan yang indah ini, tapi aku bahagia menjadi bagian hidupmu. Apapun nanti ujungnya, semoga kau bahagia dengan jodohmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya