Ketika usia memasuki 25, di mana masalahmu bukan lagi soal matematika. Semua keputusan penting untuk masa depanmu sudah harus diputuskan dari sekarang. Termasuk keputusan mengenai pernikahan. Mungkin beberapa di antara kalian sudah didesak oleh keluarga untuk segera menikah. Teman-teman seusia kalian pun mungkin sudah banyak yang menikah dan memiliki anak. Namun, kamu sendiri masih tidak jelas harus melangkah ke mana.

Bagi yang belum mempunyai pasangan, mungkin sebagian ada yang sedang mencari atau bahkan tidak peduli dengan masalah pernikahan dan memilih fokus untuk berkarir. Bagi kamu yang sudah memiliki pasangan, mungkin sedang mengumpulkan biaya pernikahan atau masih bertanya-tanya apakah dia adalah orang yang tepat? Apakah dia mampu membahagiakan selamanya?

Advertisement

Masa-masa seperti ini membuat kamu sering sekali bertengkar dengan pasangan. Sebagian besar pertengkaran kalian disebabkan karena perbedaan pendapat. Sehingga, sering kali membuatmu merasa ragu apakah dia adalah pilihan yang tepat untuk menemani di sepanjang sisa hidup. Apakah hubungan ini akan menemukan titik terang? Di mana semua perbedaan pendapat tersebut dapat dipersatukan? Ataukah hubungan ini harus diakhiri karena kalian tidak pernah menemukan jalan tengah untuk setiap permasalahan?

Mungkin pendapat kalian sama-sama benar. Semua menginginkan yang terbaik. Lalu apakah yang terbaik itu adalah mengakhiri hubungan kalian? Pertengkaran yang sering terjadi membuat kalian menyakiti satu sama lain meskipun kalian tidak menginginkannya. Namun, apakah harus diakhiri agar perasaan sakit ini tidak terus berlanjut? Apakah ada jaminan bahwa setelah berakhirnya hubungan kalian maka sakit itu akan menghilang ataukah rasa sakit itu akan terus semakin membesar?

Jika kalian memilih untuk terus bersama, apakah pertengkaran-pertengkaran ini bisa hilang? Apakah kalian tidak akan saling menyakiti di kemudian hari? Apakah ada jaminan bahwa selamanya kalian akan hidup bahagia?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya