Kau mungkin tak akan tahu isi hatiku sebenarnya, dan kaupun tak akan tahu apa yang aku minta setelah bersujud kepadanya. Sesuatu yang musykil, sesuatu yang menurut orang tak terlalu penting, namun jelas sangat berharga dimataku. Aku meminta dirimu kepada Sang Pencipta, sebab aku mengerti, aku paham, di dunia ini, ada beberapa hal yang bisa kita usahakan, bisa kita rencanakan, dan bisa kita wujudkan tanpa banyak pengorbanan. Namun ada juga beberapa hal yang hanya bisa kita doakan, harapkan dan pasrahkan kepada Nya.

Perjalanan kita sudah cukup panjang, lelah kita sudah terlalu banyak dan penat kita bak beban menumpuk di bahu-bahu, membuat langkah kita berat, membuat nafas kita sesak, dan aku dan kamu memang selalu berjuang hanya untuk mewujudkan impian yang sudah terlanjur di rencanakan. Namun bukan berarti semua berjalan lancar, ada saja hal yang membuat hatiku dan kamu sekalipun menciut, lelah dan pasarah. Seperti daun jatuh ke permukaan air, lalu membiarkan dirinya terhanyut tanpa banyak perlawanan, terus mengikut ketika air membawanya sampai ke hulu.

Advertisement

Tetapi, aku tidak ingin seperti itu!, Toh kita belum berusaha semaksimal mungkin. Lagipula, bukankah Tuhan selalu menciptakan begitu banyak cara untuk menyelesaikan masalah ketika menguji hamba Nya? Dan bukankah doa bisa merubah takdir buruk seseorang? Mungkin saja, kita tidak berjodoh, dan mungkin saja kita berjodoh namun jalannya sulit, kita tidak tahu rencana Tuhan bukan?

Dalam hari-hariku, aku memang selalu menginginkanmu, mencintaimu dan mendoakanmu, dan selalu berharap Tuhan mengabulkan pinta kita, merestui rencana kita, dan mengakhiri perjalanan kita dengan kebahagiaan. Dan untuk Kamu yang sampai sekarang selalu dan akan selalu aku semogakan, teruslah memperbaiki diri, aku menantimu dari kejauhan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya