Urut berdasarkan

Kamu yang Sampai Sekarang Selalu dan Akan Selalu Aku Semogakan

Seperti daun jatuh ke permukaan air, lalu membiarkan dirinya terhanyut tanpa banyak perlawanan

Bahagialah Wahai Muslimah, Islam Memuliakanmu

Wanita memiliki derajat yang mulia,bahkan Islam mengagungkan wanita melebihi bidadari surga yang sudah termahsyur kecantikan dan keelokannya

Terima Kasih Telah Menjadikan Diriku Seolah Berharga di Hidupmu

Mencintaimu itu ibarat menancapkan duri ke dalam dagingku sendiri, menyakitkan, namun aku tak bisa berhenti melakukannya.

Mengikhlaskan Kehilangan, Percaya pada Tuhan Sepenuhnya

Aku yakin, akan ada skenario yang hebat di depan sana. Menjalaninya dengan bijak adalah yang terbaik untuk dilakukan.

Surat Untukmu, Wahai Lelakiku.

Ini bukan tentang kita, hanya tentang dirimu dan pekerjaanmu

Kamu yang Kucintai Sepenuh Hati, Kini Kubebeskan Engkau Pergi

Inilah hal yang kutakutkan selama kita menjalani hubungan, saat aku harus melepaskan demi kebaikanmu. Sungguh tak ada niat dalam diriku untuk mengekangmu, membuatmu tidak bebas dan merasa kegiatanmu di batasi. Sungguh aku tidak menyadari sikapku selama ini. Satu kata yang hanya bisa ku ucapkan saat ini hanyalah permintaan maaf.

Untuk kamu, yang Sampai Sekarang Masih Kuperdulikan

Entah sudah yang keberapa kalinya perasaan ini terulang. Aku sudah sangat lelah akan sikapmu, akan kelakuanmu yang selalu menganggap semuanya baik-baik saja. Yang selalu menganggap jika mengikhlaskan adalah hal termudah.Aku hanyalah seorang penulis yang bahkan tidak mampu merangkai kata-kata indah saat hatinya tersakiti, cuma ungkapan amarah, dan ocehan yang mungkin tidak berguna bagimu. Sampai detik […]

Sepucuk Surat untuk Diriku

Ketika kamu menangis, tenanglah, aku tidak akan menyuruhmu berhenti. Ketika kamu menangis, tenanglah, aku tidak akan memaksamu melupakan. Dan ketika kamu menangis, aku hanya meminta satu hal, ingatlah saat tuhan menenangkanmu,  mendekapmu, meyakinkanmu bahwa semuanya akan baik-baik saja