Halo gadis nomor satuku,

Setiap pria pastinya bangga memiliki wanita bak bidadari. Wajah rupawan tentunya mudah membuat mereka bangga membawa wanitanya ke mana-mana. Sudah pasti setiap mata yang dilewati, akan melirik dengan iri hati. Tapi, apakah bidadari itu benar-benar ada? Ah, aku cuma mempercayai itu pada dunia dongeng. Bagiku, tak perlu mencari gadis rupawan bagai bidadari. Karena kecantikan itu hanyalah sedalam permukaan kulit manusia.

Aku mengenalmu lewat jiwa, bukan mata. Bagiku, jodoh tak sesempit perkara rupa semata.

Dari awal mula aku dan kamu bersama, aku berusaha mengenalmu sepenuh hati. Mulai dari hobi hingga karakter, dari kekurangan hingga kelebihan. Semua kupahami dengan perlahan dan hati-hati. Tak sedikit pun aku luput memperhatikan semua tentangmu. Tahukah itu mengapa? Jelas saja karena aku ingin menghargai cintamu lebih dalam. Bukan sekedar karena alasan bahwa kamu memiliki paras rupawan.

Banyak orang di luar sana yang bangga dan bahagia memiliki pujaan hati, yang mampu membuatmu sah disebut orang paling beruntung atau sempurna di dunia. Namun, tak sedikit pula yang tak sanggup mempertahankannya. Rupanya, kebahagiaan yang dilatari karena paras menawan bukanlah jaminan cinta yang kekal abadi. Maka, dengan kamulah aku ingin menghindari hal serupa dan mengamini cinta yang tulus abadi.

Aku menjadi kekasihmu karena hati, bukan karena moleknya tubuh atau harta menggunung tinggi.

Percayalah, Sayang! Pengorbanan yang selalu kutunjukkan padamu itu berasal dari hati yang murni. Semuanya tulus dan suci kuberikan untukmu saja. Karena kamu telah memberikanku kenyamanan yang tak pernah bisa diberikan oleh wanita lain, maka mulai dari kini biasakanlah untuk menerima segala pengorbanan tulus dari hatiku.

Advertisement

Aku tak pernah mengukur cintamu dari tubuh molek, harta, atau status yang kamu miliki. Sebab kamu pun tak pernah melakukannya pula padaku. Cintamu padaku tulus, tanpa syarat dan prasyarat apapun. Begitu pula aku akan memberikan separuh hatiku untuk bersatu dan jadi sempurna hingga akhir nanti tanpa banyak meminta sesuatu yang mustahil bagi seorang manusia.

Entah bagaimana aku dan selayak apa aku menurutmu. Tapi, namamu telanjur terukir di hati dan sulit terganti.

Kiranya, inilah yang dapat penaku tuliskan mengenai bagaimana rasa kasihku padamu. Aku tak tahu harus menuliskan apalagi demi menunjukkan perasaan ini padamu. Karena jujur dari hati terdalamku, aku benar-benar tak memiliki banyak alasan untuk mencintai gadis yang bersamaku kini. Perasaan ini tak dapat dibilang main-main lagi.

Aku tak mengerti apakah kamu juga merasakan hal yang sama sepertiku. Tapi percayalah satu hal! Namamu telah terukir dalam di tiap sudut sanubariku. Namamu juga akan sulit tergantikan oleh apapun. Ibarat pena, kamu sudah kutulis dengan benar-benar permanen di ruang hati ini.

Dariku,

Pria yang mengenalmu lewat jiwa dan mencintai dari hati.