Kaum Muda Sebagai Agent of Change di Masa Kini

Kita sering sekali mendengar kalimat kaum muda sebagai agent of change. Tapi kenapa kita disebut demikian?

Sebenarnya, di Indonesia sendiri banyak anak muda yang berani mengemukakan pendapatnya. Tak sedikit pula itu membuat perubahan yang besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah Indonesia sendiri. Seperti Kongres Pemuda. Jika tidak ada kongres itu, mungkin perlawanan melawan penjajah akan terus bersifat kedaerahan, dan kita tidak akan mendengar lagu Indonesia Raya. Lalu jika golongan muda tidak berani menculik Ir. Soekarno untuk dibawa ke Rengasdengklok, mungkin kemerdekaan Indonesia semata mata hanya hadiah dari Jepang atau tentara Sekutu bahkan mungkin akan terus terusan dijajah entah dari penjajah dari negara mana lagi. Ada juga reformasi 1998. Walaupun saya belum lahir pada saat kejadian itu, saya yakin banyak yang mendukung keputusan para mahasiswa itu. Merasa negaranya akan hancur, para mahasiswa itu dengan berani berdemo untuk menggulingkan pemerintah pada saat itu.

Advertisement

Anak muda atau mahasiswa, apapun sebutannya, mempunyai peran yang sangat besar sebagai agen perubahan atau agent of change. Mungkin itulah mengapa Ir. Soekarno berkata, Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, nicaya akan kuguncangkan dunia. Banyak sekali permasalahan di negara ini. Banyak pula orang yang tidak berani mengutarakan permasalahan tersebut. Tapi ketika mahasiswa membuat sebuah gerakan, sebuah aksi demonstrasi atau apapun itu, maka perubahan akan terjadi. Itulah banyak yang berkata mahasiswa merupakan penyambung lidah rakyat dengan berbagai gerakan gerakan yang bertujuan memprotes, memkritik suatu permasalahan baik dalam politik maupun dalam pemerintahan

Menurut UU Nomor 9 tahun 1998 pasal 1 angka 3 berbunyi Kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya, secara demonstratif dimuka umum. Jenis jenis aksi ada aksi massa yang kekuatannya berdasarkan banyaknya massa, ada aksi strategis yang lebih kuat dibanding jumlah massa. Lalu ada aksi simpatik yang bertujuan menarik simpati, meminta dukungan, dan propaganda dan yang terakhir ada aksi tuntutan yang ditujukan langsung kepada pemerintah biasanya dalam bentuk tolakan atau dukungan untuk suatu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Advertisement

Sebenarnya suatu aksi tidak menjanjikan sebuah perubahan secara langsung, tapi tidak akan pernah ada perubahan tanpa adanya aksi. Berawal dari suatu isu yang membuat resah atau membingungkan masyarakat, kaum muda yang kritis mulai menyuarakan keresahan dan kebingungan yang sedang dialami masyarakat, dengan harapan suara mereka akan didengar. Tentunya butuh sebuah idealisme yang kuat untuk selalu memegang teguh apa yang ada dalam hatinya. Di samping adanya idealisme, tentu saja dibutuhkan keberanian untuk melakukan hal tersebut.

Jadi, sebagai kaum muda, kita semua mempunyai tanggung jawab sebagai agent of change. Itu bisa dimulai dari lingkungan sekitar saya terlebih dahulu, membuat perubahan kecil yang suatu hari nanti akan menjadi perubahan besar. Tentu saja dengan mengetahui dampak dan resikonya jika saya melakukannya dan akan sepenuhnya bertanggung jawab.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE