Remaja, ketika mendengar istilah ini tentunya yang terbesit dipikiran kebanyakan orang ialah suatu hal yang negatif. Mulai dari pergaulan bebas, tawuran, susah diatur, punya gaya hidup yang semaunya sendiri, dan sebagainya. Seharusnya persepsi seperti ini dihilangkan jauh-jauh dari setiap orang utamanya bagi para orang tua. Remaja sejatinya adalah generasi muda dari suatu bangsa yang nantinya akan menjadi pemegang tongkat estafet selanjutnya dalam pembangunan negara. Maka dari itu remaja seharusnya bukan dilihat dari sisi buruknya, melainkan dibimbing untuk dapat menjadi penerus bangsa yang bisa benar-benar membanggakan.

Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, yang dimulai pada usia sekitar 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 hingga 22 tahun umumnya. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang signifikan, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti bertumbuhnya payudara untuk perempuan, tumbuhnya kumis dan suara yang bertambah berat untuk laki-laki. Pada masa ini, jati diri seseorang akan mulai terbentuk, pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis serta lebih sering menghabiskan waktu di luar keluarga. Hal inilah yang menyebabkan remaja menjadi seolah-olah mempunyai hidup yang tidak teratur karena mereka masih dalam proses pencarian jati diri.

Masa remaja ini merupakan masa krusial di mana pola pikir dari seseorang terbentuk dengan baik atau tidak. Tidak sedikit orang yang justru kehidupannya rusak pada masa remaja karena lingkungan yang tidak baik. Masalah moral merupakan masalah utama dari remaja yang sudah lama menjadi sorotan namun tetap sulit untuk diatasi.

Moral, masalah utama yang selalu membayangi remaja. Bukan tanpa alasan menjadikan masalah moral adalah masalah utama dan yang paling serius untuk para remaja. Sangat banyak kasus yang menandakan moral remaja dalam keadaan yang berbahaya. Berita tawuran remaja antar sekolah, peredaran narkoba yang mengaitkan remaja, perundungan, bahkan tersebarnya video porno seperti sudah menjadi tren. Hal ini menunjukkan betapa remaja bangsa ini sangat darurat akan moral.

Remaja bukan hanya menjadi korban dari perilaku-perilaku buruk tersebut, mereka bahkan sudah menjadi pelaku baik dalam masalah narkoba ataupun perbuatan-perbuatan asusila seperti video porno. Maka dari itu, adanya bimbingan lebih dari orang-orang terdekat sangatlah penting agar hal-hal buruk ini tidak terjadi lagi.

Pendampingan orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat akan sangat penting untuk dapat membimbing dan mendampingi remaja agar kehidupannya semakin baik. Kebanyakan remaja yang bermasalah penyebab utamanya adalah kurangnya bimbingan dari orang tua dan orang-orang terdekatnya. Sudah tidak dapat dipungkiri kalau remaja zaman sekarang dari kecil lebih sering bersama asisten rumah tangga dibandingkan dengan orang tuanya, karena orang tua mereka lebih sibuk dalam dunia kerjanya untuk mencari uang sebanyak-banyaknya. Hal ini bukan merupakan hal yang baik, karena bagaimanapun juga seorang anak pasti sangat membutuhkan kasih sayang dan bimbingan orang tuanya.

Orang tua memegang peran yang sangat besar untuk segala jenjang kehidupan dari anaknya, mulai dari dalam kandungan hingga lahir, pada masa remaja, dan seterusnya. Pendidikan karakter sejak dini yang baik akan mengajarkan kekuatan pada remaja untuk memiliki jati diri yang kuat dan berprinsip teguh di masa remaja dan dewasanya, hal ini tentu dengan bimbingan dari orang tua baik yang diajarkan secara langsung melalui perkataan, maupun yang dicontohkan, orang tua dari perilakunya.

Banyak orang yang turut menyalahkan gadget yang menjadi penyebab anak menjadi darurat akan moral. Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar karena gadget sebenarnya dapat berpengaruh sangat baik untuk perkembangan zaman, gadget bermasalah karena kurangnya bimbingan akan penggunaan gadget tersebut pada anak. Kebanyakan anak zaman sekarang dibiarkan bermain gadget sendiri tanpa adanya pengawasan dari orang tua, hal ini tidak benar. Sebaiknya penggunaan gadget anak selalu diawasi dan didampingi orang tua agar gadget tidak menjadi suatu hal yang mendatangkan efek negatif melainkan efek positif yang akan didapat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya