Bagiku hidup adalah sebuah anugerah. Anugerah yang Tuhan beri ini selalu ingin aku pergunakan dengan baik, itulah motivasiku hidup dengan sebaik mungkin. Sejak kecil aku ingin menjadi manusia yang berguna. Tapi aku sadar hidup ini tidaklah mudah dan sangatlah keras. Langkah demi langkah aku menjalani setiap tugas yang Tuhan berikan kepadaku di dunia ini.

Kala itu sepanjang perjalanan hidupku, ada masa di mana semua apa yang aku impikan tidak bisa aku capai. Dari kecil aku selalu memimpikannya, hingga aku bersusah payah untuk mengejarnya tetapi takdir berkata lain. Satu persatu impian itu telah hilang hingga suatu saat tubuh ini sangat lemah dan rapuh. Aku baru sadar kalau saat itu aku sendiri dan aku merasa benar-benar kesepian.  

Advertisement

Kehilangan pekerjaan yang aku impikan, kehilangan orang yang aku sayang bahkan aku harus tertimpa sakit hingga harus melakukan operasi. Keadaan itu membuatku hilang arah. Hanya 1 hal yang kupikirkan aku harus bisa bangkit dan tidak menyerah. Setiap hari aku selalu mensugesti diriku bahwa aku akan pulih. Yah, senjata yang selalu aku bawa dalam hidupku hanyalah doa.

Dalam sepiku, dalam sakitku, dalam terpurukku tak lupa aku selalu berusaha untuk berdoa meski tak dapat dipungkiri bahwa secara manusiawi aku kecewa tapi berusaha untuk mengucap syukur. Dalam doaku, aku tidak bisa berkata apapun hanya diam dan air mata ini yang selalu berkata mewakilkan apa yang aku rasakan karena aku yakin Tuhan melihat dan mendengar hatiku.

Tuhan tahu kesedihanku. Tuhan selalu menjagaku setiap hari dan selalu disisiku kapanpun itu. Saat itu ketika aku terbaring sakit aku hanyalah seorang diri, tak ada orang tua, tak ada teman yang bisa menjagaku setiap waktu, yah karena aku hidup dalam perantauan. Hal yang aku pikirkan adalah bahwa aku bisa melakukan sendiri dan Tuhan akan selalu menolongku.

Advertisement

Saat itu ketika aku harus melakukan operasi tak kusangka aku harus sendiri lagi. Hanya ada suster, aku dan dokter. Ketika dokter bertanya tentang keluargaku, aku hanya bisa tersenyum. Cukup hanya dengan senyuman mungkin dokter sudah menangkap sinyal kalau aku anak perantau. Entah kenapa saat itu aku berharap siapapun bisa support aku dan menghiburku walaupun hanya saat itu.

Sekali lagi Tuhan begitu baik, saat membuka mata jelas di depanku ada teman-teman yang menjagaku dan menghiburku. Dalam masa pemulihanku, aku selalu berdoa dan terus berdoa. Luar biasanya saat itu dalam kodisi tubuh yang sakit aku selalu bisa beraktivitas dan aku tidak merasakan sakit hingga dokterpun bilang kalau aku manusia super. Yah, semua itu karna kuasa doa. Tuhanlah yang mengambil rasa sakitku dan menjagaku. Terakhir hari, ketika tiba waktunya pulang dan aku harus mengurus biaya administrasi, lagi dan lagi Tuhan memberikanku kejutan jika semua biaya rumah sakit dan operasiku gratis. Sungguh luar biasa pertolongan Tuhan bagiku. Mujizat pasti terjadi kalau kita selalu percaya.

Entah kenapa di balik semua kesakitan itu selalu ada rencana Tuhan yang tidak pernah terpikirkan. Kala itu sebelum aku pulang ke rumah halamanku, Tuhan mempertemukanku dengan seorang pria. Pria itu baik, sabar, dan selalu mencoba menghilangkan luka di hatiku dan selalu menghiburku. Hingga saat ini Tuhan menjadikan pria itu menjadi suamiku.

Aku berharap siapapun kamu di sana ketika kamu merasa jika hidupmu tak adil itu sangat salah. Tuhan selalu punya rencana yang terbaik buat kamu. Jangan lupa untuk selalu berdoa  dan berharap dalam keadaaan apapun. Doa mengubah segala sesuatu dan Tuhan akan selalu bersamamu sampai kapanpun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya