Bila aku bisa memutar waktu, aku ingin memutarnya saat aku bersamamu. Masa di mana hanya ada aku dan kamu. Aku rindu dengan masa itu, karena aku selalu bahagia denganmu.

Kamu, teman kuliahku yang sempat jadi pacarku selama 4 tahun. Kamu ingat suprise pertama yang kamu kasih ke aku waktu kita baru beberapa bulan jadian? Waktu itu kita mau berangkat kuliah bareng kamu selalu jemput aku, sebelum kamu jemput aku kamu beri aku mawar merah. Dari luar rumah kamu memanggilku, dengan cepat aku berlari ketempatmu dan ketika aku berhenti dari balik badanmu kamu mengeluarkan mawarmu. Padahal [ada hari itu bukan hari jadian kita ataupun hari ulang tahunku. Aku terkejut karena menurutku itu romantis.

Dulu selama kita pacaran aku selalu rindu denganmu. Padahal setiap hari kita berjumpa dan setiap hari juga kita bertelepon. Pertama kali aku menangis, kamu bingung. Lucu lihat wajahmu waktu itu, mukamu pucat karena lihat aku yang tiba-tiba menangis.

Denganmu aku bisa jadi diriku sendiri, aku nggak perlu jadi orang lain untuk membuatmu terkesima denganku. Aku nggak perlu pura-pura pintar di depanmu. Aku juga nggak perlu harus tampil sempurna di depanmu. Aku bisa cerita apa saja, bertanya apapun denganmu. Semua itu karena kamu orang tersabar yang pernah aku jumpai.

Tapi sekarang semua berubah karena kesalahanku. Lucunya aku nggak pernah menjelaskan kesalahanku saat itu juga. Hari ini tepat 3 tahun berlalu tapi aku belum bisa lupa dengan semuanya. Sekarang kamu sudah bahagia, kamu sudah memiliki yang kamu impikan sementara aku masih tetap di kehidupanku yang lama.

Advertisement

Hai masa laluku, maafkan aku yang sudah menyakitimu. Maaf juga aku belum bisa lupa tentang kita yang dulu dan mungkin aku masih terjebak di dalamnya. Hai masa lalu, teruslah berlayar sampai jauh. Jika kamu sudah memaafkan kesalahanku, berdoalah untukku agar aku juga bisa mendapatkan bahagiaku lagi. Amin.