K-Pop menjadi salah satu budaya baru yang terbentuk di tengah-tengah masyarakat sekarang ini. Atas kemauannya sendiri, penggemar mempelajari kebudayaannya mulai dari bahasa, cara berbicara, fashion, gaya hidup, kebiasaan, dan lain-lain. K-Pop berhasil sukses besar berkembang di Indonesia, lihat saja banyak dari perusahaan dan produk Indonesia menjadikan idol K-pop sebagai Brand Ambassador ( BA ). Dengan asumsi perusahaan menggaet idol K-Pop sebagai BA menunjukan bahwa pasar penggemar K-Pop ini memiliki jumlah fans yang banyak.
Lalu, kenapa ya K-Pop disebut sebagai budaya populer? Storey (2008) mengatakan secara sederhana bahwa budaya dianggap populer apabila budaya tersebut disukai oleh banyak orang, kemudian Strinati menyampaikan budaya populer berkaitan dengan budaya massa yang dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan publik. Terus hubungannya sama K-Pop apa dong? Hubungannya itu, sebenarnya K-Pop dibentuk agensi (perusahaan) untuk dipasarkan, menghasilkan keuntungan komersil, yang selanjutnya berkembang menjadi sebuah kebudayaan baru yang disukai oleh banyak orang di dunia ini. Itulah K-Pop.
Dilihat fans K-pop banyak yang berada di usia remaja atau 15 tahun keatas, menurut Erikson (1968) seorang tokoh yang membahas tentang identitas diri saaat remaja sama dengan awal pembentukan identitas diri seseorang. Proses pembentukan diri merupakan sesuatu yang sangat penting bagi individu, mereka akan mencoba mengeksplor kemana saja untuk menemukan jati dirinya atau sesuatu yang pas dengan dirinya (Puwardi,2004).
Identitas diri berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, bagaimana perannya dalam lingkungan. Banyak sekali hal yang mempengaruhi identitas diri salah satu contohnya dari teman sebaya, jika dilihat era sekarang ini teman tidak hanya ada di lingkungan sekitar tetapi juga melalui media sosial. Kebanyakan dari fans K-Pop pasti aktif menggunakan media sosial, sebut saja Instagram Twitter dan TikTok.
Mereka dapat dengan mudah mencari informasi tentang idol mereka melalui media sosial yang telah disebutkan diatas, setiap update berita yang berkaitan dengan idol K-Pop akan cepat tersebar luas kepada para penggemar ditambah lagi keaktifan penggunaan media meningkatkan persebarannya. Diakui jika media sosial sangat lah cepat tetapi interaksi antar fans dalam berbagi informasi ke sesama juga tidak kalah.
Fans K-Pop akan saling memberikan informasi yang diketahui kepada sesama fans fandom tentang apa yang terjadi, updating info, rumor, dan segala yang berkaitan dengan idolanya. Sudah menjadi hal lumrah mereka berbagi seperti itu bahkan jika diantara fans mempunyai frekuensi yang sama hubungan pertemanan pun akan terbentuk. Karena adanya pemikiran mereka berasal dari fandom yang sama, tidak ada salahnya berbagi informasi tersebut.
Sadar atau tidak semua interaksi yang terjadi di media sosial itu mempengaruhi identitas diri seseorang, dia ingin dikenal atau diingat sebagai orang yang seperti apa dimata fans lain. Walaupun benar jika fans lebih suka untuk menggunakan identitas lain daripada asli, mereka tetap akan mengikuti arus dalam fandom. Adapun jika dikehidupan sehari-hari dilihat bagaimana seseorang berpenampilan, fans K-Pop biasanya akan cenderung memiliki penampilan yang menunjukan mereka bagian dari kelompok yang menyukai idol K-Pop.
Sebut saja menggunakan atribut atau aksesoris yang berhubungan dengan idolanya (Wuryanta,2011), memakai barang yang sama dengan apa yang dipakai idolnya, memperlihatkan logo atau simbol grup, ataupun memasang barang berhubungan pda idol K-Pop. Setiap individu (fans) mempunyai identitas diri masing-masing, identitas tersebut dapat berubah dipengatuhi oleh interaksi yang dilakukan bersama lainnya, bisa juga terbangun ketika mereka melakukan aktivitas dalam per-fangril atau boy-an.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”