Cerita ini milik seorang teman yang cukup dekat denganku, jadi sedikit banyak aku tau karena ia sering curhat padaku. Sebenarnya aku malas untuk menulis tentang ini. Sebuah kisah tentang perasaan, nggak tau dimana ujungnya, sama seperti hubungan mereka berdua. Nggak jelas!

Awal mereka bertemu itu di sebuah perusahaan tempat kami bekerja. Temanku, Kia (bukan nama sebenarnya) adalah karyawan yang dimutasi dari cabang, sedangkan Bayu (bukan nama sebenarnya) adalah karyawan baru yang menggantikan seorang staff yang resign karena menikah. Mungkin karena persamaan nasib tersebut yang membuat mereka lebih dekat di banding dengan teman-teman yang lain.

Advertisement

Sekedar informasi, suasana di kantor kami itu sangat nyaman. Jangan heran kalau kami menganggap seperti di rumah sendiri. Keluarga sendiri. Bahkan saking nyamannya banyak cinta lokasi di kantor dan itu wajar. Toh mayoritas karyawan di sini masih berusia 20 – 29 tahun dan rata-rata belum menikah. Jadi sah-sah saja jika cinta lokasi di kantor lalu pacaran. Meski di luar kantor sudah punya pacar juga. Iya mencari pasangan yang terbaik sebelum nikah kan nggak ada salahnya, tapi ngejalanin dua hubungan ini yang salah, (sumpah dibagian ini aku nggak suka). Hal ini yang terjadi pada temanku.

Karena perasaan bukanlah sesuatu yang bisa diatur

Sebenarnya bukan hanya temanku, Kia yang mengalami hal tersebut. Sebelumya ada juga kisah – kisah serupa. Admin Penjualan dan Admin Gudang. Lalu ada Admin Piutang, Admin Distribusi dan Petugas Sistem (ini sempat heboh beberapa waktu lalu, cinta segitiga di kantor). Di kantor kami, hal itu kami sebut "Kasus", dan jika kasus itu selesai lalu dilanjutkan dengan yang orang lainnya kita sebut "season".

Advertisement

Sudah banyak kasus dan season yang terjadi di kantor ini, entah Kia masuk ke urutan berapa, yang jelas aku tidak termasuk dalam hitungan (hehe bohong banget). Mungkin jika dibuat episode pasti sudah ribuan episode, kadang kita iseng mengarang judul untuk setiap kasus dan season tersebut. Ada cinta yang galau di Aq*a, mungkin bisa jadi refensi.

Oke kita lanjut ke kasus Kia..

"Witing Tresno Jalaran Soko Kulino"

Mungkin ungkapan itu yang sesuai antara Kia dan Bayu, "Cinta tumbuh karena terbiasa", mungkin karena tuntutan pekerjaan juga yang membuat mereka akhirnya menjadi dekat. Aku tidak tau, bagaimana sebenarnya hubungan mereka berdua, yang terlihat mereka sering dateng berdua jika ada acara di luar kantor, atau sekedar Bayu mengantar Kia pulang. Aku tau kalau Bayu sudah memiliki pacar diluar kantor. Aku pikir itu privasi mereka dan aku juga sudah cukup sibuk dengan rutinitas kantor sehingga tidak terlalu memperhatikan hubungan mereka. Lambat laun mereka semakin dekat, fix mereka punya hubungan! Mungkin hubungan mereka tidak ada ikatan status, namun lebih parah lagi ikatan perasaan, makin kacau aja.

Sempat aku memergoki mereka sering ngobrol berdua dan jelas itu bukan urusan kerjaan, kadang aku iseng menggoda mereka "Hayoo kalian ada kasus ya?" lalu Kia menjawab "Nggak ada, kamu kali yang ada kasus sama Pak Satpam" (panggilan untuk Mr. X yang dulu sempat dekat denganku, karena dia selalu ngejagain seperti satpam makanya di sebut seperti itu). Sial, Kia malah balik ngeledek.

Sedikit cerita, dulu hampir aku terlibat kasus dengan salah satu karyawan disini, namun berkat nasehat dan dukungan dari 4 orang teman yang amat sangat baik, aku terhindar dari hal itu. Aku menyatakan selesai pada kasus yang sebenarnya aku sendiri tidak tau kapan itu dimulai. Mereka adalah Teh Gini yang selalu nasehatin aku; "kamu itu cewek baik, berpendidikan, cantik, nggak pantes terlibat dalam hal kayak gitu". A Galih, mantan karyawan di sini yang sekarang kerja bareng pacarku, alhasil dia mengenal baik cowokku karena mereka satu divisi.

Dia bilang;"Cowokmu itu orang baik loh, kamu bakal nyesel kalau sampai kehilangan dia". Ada juga A Kaedi yang selalu ngajak bercanda tiap kali aku bengong atau galau. "Cie yang galau, cemen lah", begitu komennya. Yang terakhir ada A Lingga yang selalu ngajak makan siang, mungkin dia khawatir kalau aku lupa makan karena masalah ini. Karena merekalah akhirnya aku bisa melewati masa – masa itu. Aku bersyukur bertemu mereka, karena menemukan seseorang yang menerima kita saat jatuh itu, lebih dari hadiah dalam hidup. Terima kasih guys

Aku berharap bisa menjadi 4 orang tersebut untuk Kia, iyaa minimal nggak ninggalan dia waktu dia sedih dan jadi pendengar yang baik saat dia curhat. Bukan, bukan aku mendukung apa yang Kia lalukan, hanya saja aku seperti itu agar dia nggak merasa sendirian, terkadang saat seseorang kesepian ia akan melakukan hal yang lebih parah dan aku tidak mau Kia melakukan hal tersebut.

Beberapa hari belakangan Kia tampak lesu, akhirnya aku iseng bertanya dan ia menjawab "Ceweknya Bayu tau kalau Bayu deket sama aku, trus dia bikin status – status nggak jelas di medsos" Aku liat ada beberapa update-an yang sepertinya memang ditujukan untuk Kia, dan beberapa komen negatif dari followernya. Kalau menurut aku sih wajar ceweknya baik kesal dan akhirnya melampiaskan dengan cara menulis status seperti itu, cowoknya perhatian sama cewek lain, kalau aku jadi dia juga aku bakal melakukan hal itu. Mungkin. Untungnya cowokku nggak seperti itu.

Dilihat dari sisi manapun Kia berada di posisi yang salah, orang – orang yang baru mengetahui hal ini pasti kompak menjugde Kia yang nggak bener, padahal menurutku nggak sepenuhnya salah Kia sih. Mungkin aja kan awalnya Bayu duluan yang ngedeketin Kia, trus Kia baper, lama – lama mereka deket dan jadian. Jadi yang kedua maksudnya hehe. Kalau udah kayak gini kasian juga Kia, aku tau sebenarnya Kia itu cewek yang baik, dia hanya belum bisa mengendalikan perasaannya sendiri.

Semoga masalah mereka cepat selesai dan tidak ada pihak yang merasa disakiti.

Bukan aku ingin merebutmu, namun kau tahu, cinta tak bisa tak bisa kau salahkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya