Kisah Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam 37 Lukisan, Pameran Tahta Untuk Rakyat

37 Lukisan perjalanan sang Sultan Keraton Yogyakarta

Perjalanan kisah Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjadi teladan hidup paripurna di Indonesia khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dituangkan dalam 37 lukisan dan dipamerkan di Jogja Gallery dengan tajuk Tahta Untuk Rakyat pada 20 Maret 2021 – 25 April 2021. Keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX lah yang mengispirasi Indro Kimpling Suseno untuk membagikan kisah sang Sultan sebagai bahan edukasi dan pengetahuan bagi masyarakat luas. Naskah-naskah peristiwa penting yang dialami sang Raja Keraton Yogyakarta dituangkan dalam kanvas hasil kolaborasi pelukis senior dan junior yang disusun sedemikian rupa agar dapat dinikmati seperti sebuah cerita kolosal.

Advertisement

Sebanyak 37 pelukis terpilih berkesempatan menampilkan karyanya dengan keleluasaan tafsir atas naskah historical sang Sultan dalam pameran Tahta Untuk Rakyat yang berlangsung di Jogja Gallery, Jl. Pekapalan No.7, Alun-alun Utara, Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta. Salah satunya “Langit Biru di Atas Keraton Yogyakarta” hasil karya seniman Bambang Heras yang mengisahkan saat Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang tanpa ragu langsung menandatangani Kontrak Politik dengan Pemerintah Penjajahan Belanda tanpa menelaah isinya terlebih dahulu karena sebelumnya beliau mendapatkan “bisikan” bahwa Belanda akan angkat kaki dari Indonesia.

Kejadian itu bertepatan dengan dinobatkannya Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjadi Raja Yogyakarta di tahun 1940-an. Dimawan Krisnowo Adji yang juga terinspirasi dari kisah tersebut sebagai musisi menyumbangkan hasil karyanya yang dibuat khusus untuk lukisan “Langit Biru di Atas Yogyakarta”. Intro ketukan langkah kaki delmannya di awal seakan membawa kita masuk kedalam lukisan menikmati detik-detik dinobatkannya G. R. M. Dorodjatoen sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan pembacaan ulang pidato yang ia bawakan mampu membuat merinding siapapun yang mendengarkannya seakan menyaksikan pidato itu secara langsung.

Kisah unik lainnya dimuat dalam karya “Mbah Mugi” oleh Ignatius Dicky Takndare, lukisan itu berisikan seorang perempuan tua duduk membawa foto sang Sultan Hamengku Buwono IX dengan tulisan Terima Kost Segala Bangsa pada bagian pojok kiri atasnya menceritakan bagaimana mulianya Mbah Mugi ini mewujudkan visi dari sang Sultan yang multikultural dalam kehidupan sehari-hari. Dimana sangat sulit sekali pada jaman itu untuk mencari kost yang mengizinkan untuk segala bangsa. Kisah ini pula dialami langsung oleh sang kreator saat mencari tempat untuk tinggal di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Karena kisah unik dibaliknya, lukisan ini menjadi poster utama dalam event ini.

Advertisement

Begitu banyak lukisan yang dipamerkan. Namun, di setiap lukisan pastilah memiliki ciri khasnya masing-masing seperti hasil karya dari Galam Zulkifli dalam “Seri Ilusi: Indonesia Idea #Tata untuk Indonesia” yang menampilkan sosok Sultan Hamengku Buwono IX diantara dua sosok proklamator Indonesia yaitu Soekarno – Hatta. Ketika lampu masih menyala, sosok Sultan hanya menjadi bayang-bayang yang memiliki arti Sultan Hamengku Buwono selalu mendukung kemerdekaan Indonesia di balik sosok Soekarno – Hatta, ibu Kota Indonesia pernah dipindahkan ke Daerah Instimewa Yogyakarta pada tahun 1946, Sultan juga memberikan bantuan dalam perekonomian di Indonesia pada masa itu. Sosok sang Sultan akan terlihat jelas di depan keraton saat lampu dimatikan dan menyisakan sinar ultaviolet.

Dikutip dari caption postingan @jogja_gallery, dalam kunjungan kita ke sebuah pameran, tentunya memiliki fungsi serta manfaat di antaranya ialah:


Menumbuhkan dan menambah kemampuan dalam memberikan apresiasi terhadap sebuah karya seni.

Menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif.

Meningkatkan dan mempertebal pengalaman sosial.

Membangkitkan motivasi teman-teman semua dalam berkarya seni.


Beberapa waktu lalu, pameran ini juga mengadakan workshop mengenai “Tutorial Melukis Media Kertas Bersama Peserta Pameran” pada tanggal 10 April 2021 dan kompetisi membuat esai, 3 pemenang akan diumumkan tanggal 24 April 2021 mendatang. Pameran ini sendiri dapat disaksikan virtual melalui instagram @jogja_gallery mulai 20 Maret 2021 lalu. Atau dapat kalian nikmati langsung di Jogja Gallery hingga tanggal 25 April 2021.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE