Setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri. Jika jalan itu bisa tergambar nyata, mungkin akan banyak sekali jalan yang ada di muka bumi ini. Bisa jadi jalan kita berjauhan, bersebelahan atau bahkan bisa bertemu pada satu titik tertentu. Setiap orang yang kita temui dalam hidup ini, akan membawa sesuatu untuk kita. Entah itu sesuatu yang baik atau pun buruk, kitalah yang menentukan. Ini tentang bagaimana cara pandang kita melihat sesuatu yang orang lain bawa dalam hidup kita.

Kita bertemu pada titik ini. Titik dimana aku sedang membutuhkan seseorang yang mampu membimbingku. Aku yang sedang kehilangan arah, tak tahu tujuan hidupku selanjutnya. Kamu hadir bagaikan lentera ditengah hutan belantara yang gelap. Awalnya aku menolak cahayamu, aku merasa sudah terbiasa dalam kegelapan ini namun ternyata kamu tetap menarikku dan mengajak aku untuk beranjak dari dunia yang aku tempati saat itu.

Advertisement

Silau. Itulah hal pertama yang kurasakan. Bagaimana tidak, pupilku terbiasa melihat dalam kegelapan, kini aku dipaksa untuk melihat sinar dunia yang begitu terang dan belum pernah aku rasakan. Perubahan yang begitu mencolok sempat membuatku ingin kembali, ke tempat asalku dimana aku merasa nyaman berada di dunia itu. Aku pikir kamu akan menyerah melihatku mencoba begitu keras untuk kembali, namun kamu terus berusaha menahanku. Kamu terus mencoba membuatku nyaman dengan cahaya ini, dengan caramu yang lembut.


Aku bertanya-tanya "kenapa kamu lakukan ini kepada manusia sepertiku? Aku bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa. Aku masih tak mengerti apa alasanmu memilihku dan memberiku kesempatan untuk melihat dunia ini. Apa istimewanya diriku hingga kamu berusaha sedemikian kuat?"


"Kamu bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa, mungkin itulah yang ada dibenakmu selama ini. Jika kamu mampu melihat dirimu, kamu sebenarnya memiliki potensi yang bahkan tak terlihat oleh dirimu sendiri. Kamu terlalu sibuk untuk membandingkan dirimu dengan orang lain, maka dari itu Tuhan kirimkan aku untuk melihat keindahan cahaya dalam dirimu." Itulah jawaban yang kamu berikan. Sungguh dalam makna yang kamu ucapkan. Aku menangis.

Advertisement

Ternyata titik ini kita bertemu untuk suatu makna yang luar biasa indah. Aku ingin berterimakasih yang setulus-tulusnya karena kamu telah memilih untuk mengajak diri ini melangkah. Kamu telah berusaha merubah diri ini hingga kini aku mulai berani mencoba menunjukkan diriku pada dunia yang selama ini tak aku temukan. Aku tak tahu bagaimana diriku kelak jika harus kehilangan kamu, bisakah aku bertahan menghadapi gemerlap cahaya dunia ini?


"Tuhan, berilah dia kemudahan dalam segala urusan yang sedang dan akan dia kerjakan. Jangan biarkan ia kesusahan, sebagaimana dia telah menolong hamba. Tuhan, hanya kepada-Mu aku pasrahkan dia karena hamba tahu Engkau Maha Pelindung dan Maha Penyayang."


Entahlah bagaimana harus aku akhiri tulisan ini. Aku merasa masih banyak yang belum aku sampaikan. Namun satu hal yang pasti, kamu telah merubah hidup manusia ini menjadi lebih baik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya