Wahai istriku, muliakanlah hatimu untuk memaafkanku, mau menerima semua kekuranganku. Aku akui, sebagai suami aku belum sempurna. Begitu banyak kesalahan yang telah aku lakukan dan aku belum bisa membahagianmu. Apalagi setelah menikah, aku berhenti kerja karena perusahaan mengalami defisit sehingga meng PHK karyawan besar-besaran. Jujur, aku malu karena menyandang setatus pengangguran.


Tetapi, aku sadar bahwa ini adalah yang namanya proses kehidupan , maka kita harus tabah dan ikhlas menjalani. Semua pasti akan ada jalan.


Advertisement

Istriku, aku mencoba untuk sabar mendengar amarahmu setiap kali membahas tentang kebutuhan rumah tangga yang tidak tercukupi. Apalagi untuk saat ini kamu yang harus bekerja, sedangkan aku masih mencari pekerjaan. Sebagai suami, aku sering kali tidak dihargai, atas semua sikapmu. Tapi aku tidak pernah berhenti berusaha untuk bertanggung jawab memenuhi kewajibanku.

Tapi aku mohon dengan segala kerendahan hati, jangan pernah katakan kamu menyesal telah menikah denganku, karena dari awal kita sudah berkomitmen untuk bisa saling menerima dan tetap mencintai satu sama lain apapun kondisinya.


Sekarang aku jatuh, jadi ulurkanlah tanganmu untuk membantuku berdiri lagi.


Advertisement

Sampai detik ini, aku telah berusaha untuk melakukan yang terbaik walaupun sampai saat ini aku belum bisa memberikan terbaik. Tolong hargai aku sebagai suamimu.

Sebenarnya aku malu dengan keadaan seperti ini, tapi aku sadar Tuhan telah menguji rumah tangga kita jika kita bisa melewati semua ujian ini, kita akan dinaikan derajatnya. Wahai istriku, muliakanlah hatimu dan cobalah ikhlas untuk menerima kondisiku saat ini. Mari kita saling berpegangan tangan untuk melewati badai rumah tangga ini, percayalah semuanya akan baik-baik saja bahkan akan ada pelangi setelah semuanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya