Seringnya perbedaan dijadikan kambing hitam dalam pemutusan sebuah hubungan percintaan.

Apakah kalian pernah mendengar atau bahkan mengalaminya ketika alasan orang yang kamu cintai memutuskan hubungan dengan kata ‘terlalu banyak perberdaan diantara kita’ ?

Advertisement

Ketika beberapa pihak menjadikan kata ‘perbedaan’ (di luar agama) sebagai alasan untuk memutus hubungan, bagi aku dan dia itu adalah salah satu penguat hubungan. Dulu ketika aku memutuskan untuk memiliki sebuah ikatan dengannya, dalam hati bertanya-tanya, akankah hubunganku dengannya bertahan lama ? atau hanya sebatas figuran belaka ? Karena aku menyadari betul banyaknya perbedaan, seperti halnya :

Horor versus romance. “kenapa sih suka banget nonton horror ?” dan dia nyaut dengan pertanyaan lagi, “kenapa sih suka banget nonton romance?” Setelah itu kami tertawa bersama.

For him, life without music is fine, but for me… of course not. Pertama kali tahu kalau dia gak suka dengerin musik, yang terpikir dalam benakku adalah “are you kidding me ?” Mungkin dia adalah orang pertama dalam hidupku yang tidak menyukai musik. Ibu aku aja suka dengerin lagu-lagu qosidah (itu juga musik kan? Hehe, ) masa dia enggak ?

Advertisement

Pernah suatu waktu dia bilang, “Aku heran deh sama temen kantor yang suka dengerin satu lagu sampe berulang-ulang, apa enaknya coba ?”. Dalam hati, “kayaknya lebih aneh lagi itu kamu sayang.”

Dia itu anti banget sama yang namanya ‘korea’, padahal menurutku selama karya meraka bisa dinikmati ya why not. Aku suka nonton salah satu variety show mereka yang berjudul ‘running man’, apalagi kalau lagi stress. Waktu itu pernah aku ajakin dia nonton acara tersebut di laptop, dan dengan muka betenya yang lucu itu bilang, “ya udah kamu nonton, aku tidur aja.” Aku hanya tergelak dengan aksinya yang kekanakan itu. Tapi aku bersyukur sih dengan hal ini, karena gak kebayang deh kalau dia ikut-ikutan suka girlband-girlband gitu,apalagi boyband-nya, eww.

I love reading, but it’s so terrible for him. Aku bisa menghabiskan libur weekend hanya dengan membaca novel. Tapi dia tidak pernah menginterupsi ketika aku ‘asik’ dengan bacaanku. Yang selalu dia bilang adalah ‘ya udah dilanjut aja bacanya. Kalo udah free kabarin yah.” Just it.

Kenapa ‘caramel macchiato’ itu enak dan menjadi favorit banyak orang ? Karena dia punya rasa pahit dan manis yang saling mengisi. Seperti itulah perbedaan, ada untuk saling melengkapi bukan mengeksploitasi.

Jangan buang-buang energi untuk merubahnya menjadi seseorang yang sama seperti kita

Bukankah sudah jelas, pria dan wanita itu memang berbeda ? Jadi buat apa kita menghabiskan energi hanya untuk membuatnya sama seperti yang kita mau. Tapi bukan berarti kita menerima apa adanya ‘perbedaan itu’ tanpa saling mengkoreksi. kita hidup di dunia ini pasti memiliki tujuan. Untuk menjadi lebih baik sudah pasti ada di daftar tujuan tersebut. Dalam hubungan pun begitu, jangan karena alasan kita mencintainya lantas membiarkan kebiasaan buruknya terus berjalan.

Perdebatan itu tidak terelakkan, Karena kita berbeda. Suatu waktu aku pernah mengomentari perihal tren softlense, “Aku heran deh sama orang-orang yang rela merogoh kocek cuma buat softlense. Apa enaknya coba tampil beda kalau menyiksa.” Mau tahu tanggapan dia seperti apa ? dengan muka nyebelinnya dia bilang, “Aku juga heran sama orang yang rela merogoh kocek cuma buat beli novel, apa bagusnya coba ? kelar baca disimpen.” Dan aku hanya bisa manyun mendengar tanggapannya itu. Dia memang partner debat yang seimbang.

Bukankah karena perbedaan kita akan belajar banyak hal ?

Percaya deh, perbedaan itu seru, jika kamu menyikapinya secara positif

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya