Hai diriku, apa kabarmu ?

Bila surat ini kau terima, ku pastikan kau tengah tersenyum sambil membaca surat ini.

Surat ini dari aku, dirimu di masa lalu, lima tahun yang lalu, lima tahun yang telah berlalu.

Aku berbahagia,

Untuk kebahagianmu yang telah menemukan separuh dari dirimu, seseorang yang kompatibel untuk bersamamu. Ini cara Tuhan menjelaskan kepadamu, mengapa hubungan yang seperti yang kamu jalani saat ini tidak pernah kamu temukan dalam kehidupanmu yang sebelumnya, why it never worked out with anyone else. Kamu akhirnya menyadari bukan, bahwa yang selalu dicari akan kalah dengan yang memberikan dirinya untuk ditemukan? Kalian adalah dua orang yang saling menemukan dan merasa cukup dengan kehadiran satu sama lain. Seperti kata Plato:

Advertisement

β€œAccording to Greek mythology, humans were originally created with four arms, four legs and a head with two faces. Fearing their power, Zeus split them into two separate parts, condemning them to spend their lives in search of their other halves.”

Kini berterima kasihlah bahwa akhirnya kamu sudah bertemu dengannya, dan menjalani hidup bersamanya. Kamu sudah paham bukan, ini bukan tetang mencari seseorang yang mampu menutupi kelemahanmu, bukan pula tentang manusia super yang sesuai dengan pikiranmu, tapi ini seseorang yang mampu berjalan bersamamu, memahami setiap jengkal pikiranmu. Kalian tidak bertanggung jawab untuk menutupi kelemahan satu sama lain, ingat, itu masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas dirinya masing-masing, bukan membebankan tanggung jawab pada pasangan kalian. Kamu sudah menyadarinya bukan?

Hai, diriku 5 tahun lagi.

Apa kabar dengan mimpi-mimpimu? Bagaimana perasaanmu melihat satu persatu doamu dijawab oleh pencipta-Mu? Menyenangkan bukan? Kamu sekarang memahami bukan, segala sesuatu ini adalah dari kerja pikiranmu dan doa. Ketika kamu hendak melakukan sesuatu, pikiranmu yang akan mengendalikan segala tindakanmu. Dia akan menuntunmu perlahan-lahan untuk mencapai hal yang kamu inginkan, begitupula dengan doamu. Alampun seakan berkonspirasi untuk mendukungmu mencapai semua mimpi-mimpi dan perlahan keajaiban-keajaiban pun terjadi. Jadi, itulah kenapa sejak dari dulu kutegaskan, dengarkan suara hatimu, walaupun terdengar lemah, namun itulah yang sebenarnya kamu inginkan. Berilah hatimu sebuah kepercayaan, percayalah dia tidak akan membawa dirimu pada tempat yang salah.

Lalu,

Bagaimana dengan anak kecil yang kini kau genggam tangannya? Lihatlah betapa beruntungnya Allah memberikanya padamu, sebuah kepercayaan yang tidak ternilai harganya. Inilah mengapa sedari dulu hatimu berkeras, jadilah seorang wanita, yang kamu inginkan untuk menjadi istri dari anak laki-lakimu nanti atau sosok wanita idola untuk anak perempuanmu. Anak kecil yang tengah bersamamu dan suamimu kini, adalah titipannya. Memang dia lahir dari rahimmu, namun ingatlah, dia berhak atas jiwanya dan tubuhnya sendiri. Bebaskan dia tumbuh menjadi yang dia mau, bukan yang kalian mau. Biarkan dia tumbuh dengan pikiran-pikirannya sendiri dan menjadi sosok yang menginspirasi bagi sekitarnya.

Diriku 5 tahun lagi,

Teruslah hidup dalam kedamaian hatimu sendiri seperti ini. Selalu mulai hari dengan membahagiakan diri sendiri, kebahagiaanmu nantinya akan menjadi magnet bagi kebahagiaan-kebahagiaan yang lainnya. Jangan pernah menggantungkan kebahagiaanmu di tangan orang lain, jangan bebankan tanggung jawab kepada orang lain lalu menyalahkan mereka ketika tidak mampu melakukannya. Kamu! yang harus bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Pekalah terhadap sekitarmu, pedulilah, karena kamu tahu dengan pasti bahwa bermula dari kepeduliaan inilah yang akan memunculkan dorongan dari hatimu untuk melakukan sesuatu yang berguna untuk orang lain.

From caring comes courage – Lao Tzu

Diriku, percayalah . . .

Memang dunia akan selalu berputar, dan tidak selalu keadaan berpihak kepadamu. Akan ada waktu kamu harus menunduk dan menangis, lalu munculah waktumu untuk menengadahkan wajahmu dan tertawa.

Forever is temporary

Tidak ada yang selamanya di dunia ini, yang harus kamu selalu percaya adalah Allah akan selalu bekerja tepat pada waktu-Nya. Meskipun terkadang tidak sesuai dengan waktu-Mu. Kamupun harus percaya, Allah tidak pernah melempar dadu, semua yang terjadi bukan karena kebetulan. Bahkan kamu paham benar, bahwa daun yang berguguranpun atas ijin dan kehendak-Nya. Kamu dibawa sejauh ini bukan untuk terjatuh, bukan tanpa alasan, tugasmu adalah memahami pelajaran yang Allah sertakan dalam setiap lembaran hidupmu. Jika kamu berada pada keadaan seburuk apapun, bukan berati Allah tidak menyayangimu, Ia hanya sedang mengujimu, sejauh mana keimananmu meyakini bahwa segala perjalanan ini adalah caranya memberikan yang terbaik untukmu. Pun ketika kebahagiaan sedang menaungimu, jangan lupa untuk bersyukur dan berbagi dengan sekitarmu.

Lakukanlah sesuatu di hari ini, yang akan membuat dirimu di kemudian hari berterimakasih atas apa yang kamu lakukan hari ini. Karena setiap hari akan menawarkan cerita yang berbeda, dan detik tidak pernah berjalan mundur. Kamu harus membuat setiap harinya, setiap perjalanannya berati untukmu, dan sekitarmu.

Dariku,

Dirimu 5 tahun yang lalu.