Waktu terasa begitu cepat ketika kita bersama, seolah enggan untuk melihat kita bahagia bersama.

Hari ini pertama kalinya kita bertemu lagi setelah sekian lama tidak bertemu. Kita bertemu di sebuah taman di tengah tengah hiruk pikuknya kota. Pada sore itu dirimu terlihat begitu berbeda, menampakan senyum yang terkesan malu-malu.

Entah mengapa, tatapanmu juga terasa begitu berbeda. Seakan mataku bukan tempat ternyaman lagi untuk kau tatap. Namun, aku masih tetap sama. Matamu tetap menjadi tempat ternyaman untukku lihat. Begitu banyak rindu yang bermuara setiap detiknya. Matamu masih menyimpan berbagai kenangan yang dulu kita buat. Kenangan yang sulit untuk dilupakan dan begitu mudah untuk diingat.

Advertisement


Ada berbagai hal yang aku ingat ketika bersamamu. Tetapi yang paling aku ingat adalah bagaimana kau tersenyum untukku.


Hari ini waktu terasa begitu cepat berlalu. Seakan waktu tak mau bersahabat dengan kita. Senja yang terasa begitu singkat. Pada sore yang cerah ini, aku kembali melihat senyumanmu, merasakan pelukanmu lagi. Aku masih bisa merasakan suatu hal yang dulu sempat aku anggap mustahil untuk dapat terulang lagi. Ya, aku kembali merasakan pelukan hangatmu, menggenggam erat tanganmu. Melihat lengkungan indah yang tercipta dari bibir manismu. Mendengarkan melodi yang terindah dari bibirmu.

Senja yang begitu singkat untuk rindu yang begitu dalam. Pada akhirnya aku dapat menghilangkan sebagian kecil dari rasa rinduku untukmu. Rasa rindu yang begitu dalam. Mengapa waktu berjalan begitu cepat ketika aku merasa bahagia dan nyaman bersamamu? Aku seringkali terdiam, hanya terdiam. Terdiam dan terdiam. Aku hanya ingin menikmati tiap detik yang kita jalani hari ini, hanya kita berdua. Dengan rasa tenang, dengan rasa senang. Aku terpaku melihat senyum manismu. Seakan terasa bisu, tak mampu untuk mengeluarkan beribu kata yang terpendam dalam hatiku.

Advertisement


Setiap pertemuan kita menyimpan berbagai macam kenangan manis, saat kau tersenyum aku merasa sangat bahagia pada saat itu. Bahkan aku berharap agar waktu dapat berhenti ketika aku sedang menjalani bahagia bersamamu.


Jujur, aku berharap waktu berhenti ketika kita bersama. Agar aku dapat menikmati bahagia lebih lama. Bahagia yang aku rasakan ketika bersamamu, meskipun aku sadar. Aku bukan lagi seseorang yang spesial dalam hatimu dan juga dalam hidupmu.

Mungkin, anganku terlalu besar atau bahkan terlalu tinggi. Berharap kamu merasakan getaran di hati yang dulu pernah kita rasakan. Sebuah rasa yang kita sebut sebagai cinta. Entah bagaimana cara kita untuk mendeskripsikannya.

Aku hanya ingin terus berada di dekatmu meskipun senja mulai menghilang. Aku hanya ingin menikmati setiap detikku bersamamu. Menghabiskan secangkir kopi di halaman rumah sampai kita berusia senja. Menikmati malam dengan taburan cahaya bintang yang menghiasi langit yang begitu gelapnya. Namun, aku tidak akan pernah merasa gelap. Sebab, kamu selalu ada di dekatku. Menjadi penerang dalam setiap jalanku, menjadi satu tujuan hidupku. Menjadi sesuatu yang takkan pernah tergantikan lagi.


Menjalani hari tua bersamamu adalah impian terbesar dalam hidupku, melihat senyummu di kala pagi buta dan menghantarkanmu kepada mimpi indah yang akan menjadi nyata.


Aku pernah berharap bahkan seringkali berharap bahwa kita masih dapat menikmati senja bersama hingga usia kita menua. Hingga senja yang kita jalani menjadi sebuah cerita yang akan kita ceritakan pada anak-anak kita.

Senja hari ini menyimpan begitu banyak kenangan. Ketika aku bertemu denganmu lagi. Senja hari ini juga menjadi sangat berarti karena hadirmu di sisiku lagi. Meskipun hanya sebentar kita merasakannya, namun itu menjadi suatu hal yang tak akan pernah aku lupakan. Entah kapan lagi kita akan menikmati senja bersama, duduk berdampingan menikmati setiap detik yang kita lewati. Menikmati setiap alunan melodi yang terucap dari bibir manismu.


Bahkan aku masih dapat mengingat dengan jelas berbagai macam kata yang sempat kau ucapkan padaku. Aku juga masih ingat bagaimana caramu memperlakukanku dengan begitu indahnya.


Teruntuk senja, terima kasih telah menjadi pelengkap kisah. Cahaya jinggamu menjadi saksi pertemuan kita. Menjadi warna yang begitu indah.

Teruntuk kamu, terimakasih telah menyempatkan sedikit waktumu untuk kembali bertemu denganku, menikmati senja bersamaku. Meskipun itu hanya sebentar. Namun, jujur aku senang. Bahkan aku bahagia. Terimakasih telah memberikan lengkungan senyum terindah di penghujung senja, semoga kita dapat menikmati senja bersama hingga usia kita menua. Semoga semua angan dan cita cita kita dapat terjawab oleh semua proses yang telah kita lewati.

Rindu ini tetap tertuju padamu, karena hanya kamu yang menjadi pelabuhan bagi setiap rinduku.


Dan pada nyatanya namamu masih selalu aku sebut dalam setiap doa di sujud terakhirku. Berharap akan terjawab di kemudian hari, berharap bahwa diriku adalah sosok pria yang pantas untuk bersamamu. Kini aku masih memantaskan diri agar bisa menjadi imam yang baik untukmu. Terima kasih telah memberikan kepercayaan dan rasa cintamu kepadaku, aku masih di sini untukmu.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya