Jam menunjukkan pukul 15.00 yang menandakan bahwa aku dan keluarga sudah harus pergi menuju bandara Soekarno-Hatta untuk memulai liburanku ke Paris. Hari itu adalah Rabu tanggal 28 Juni 2017 dan hari itu merupakan hari terbaik untukku. Mengapa? Karena aku selalu ingin pergi ke Paris dan melihat suasana disana. Aku selalu ingin mengunjungi Eiffel Tower dan naik keatas Eiffel untuk melihat kota Paris.


Tapi aku selalu takut untuk pergi ke Paris karena banyak yang mengatakan bahwa ada banyak pencopet disana, jadi harus hati. Aku semakin penasaran untuk pergi ke Paris.


Advertisement

Aku mulai boarding pesawat pukul 18.00 dan pesawat akan take-off pada pukul 18.30. Aku membaca doa agar aku selamat sampai tempat tujuan. Dan pesawat pun terbang. Aku tidak akan langsung mendarat di Prancis karena aku harus transit terlebih dahulu di Bangkok, Thailand. Dari Jakarta sampai Bangkok akan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Aku akan menghabiskan waktu dengan tidur, makan, dan nonton. Kewajibanku saat berada dalam pesawat adalah untuk menggunakan earphone sebab kupingku mudah sakit karena tekanan udara yang tinggi.

3 jam telah lewat dan aku sampai di Suvarnabhumi Airport di Bangkok, Thailand. Aku sampai di Bangkok pada pukul 23.30. Aku segera turun dari pesawat dan bertukar pesawat untuk tujuan ke Prancis. Perjalanan dari Bangkok ke Prancis akan memakan waktu sebanyak 11-12 jam. Perkiraannya adalah aku akan sampai di Prancis pada siang hari waktu sana. Aku bingung mau melakukan apa selama 12 jam di pesawat, tapi dinikmati saja. Oh iya, pesawat yang aku naiki adalah Thai Airways, karena itu aku transitnya di Thailand. Maskapai ini sangat nyaman dan makanannya enak. Jarang-jarang aku makan makanan pesawat.

Dan sampai juga di bandara Prancis Charles de Gaulle Airport setelah berjam-jam duduk. Aku langsung cek imigrasi, ambil koper-koper dan masuk mobil untuk menuju ke hotel. Saat keluar dari bandara, udara di Prancis lagi dingin sekitar 16 celcius, padahal itu sedang musim panas disana. Dalam perjalanan ke hotel, aku langsung jatuh cinta dengan Prancis.

Advertisement


Pemandangannya luar biasa, langitnya sangat biru, tumbuhannya sangat hijau.


Saat memasuki area kota, aku langsung melihat Eiffel Tower dari jauh dan aku langsung jatuh cinta dengan Paris. Kota tersebut sama dengan apa yang selalu aku bayangkan. Diriku langsung penuh dengan kegembiraan. Untuk sesaat aku tidak percaya bahwa aku berada di Paris. Aku selalu melihat Eiffel Tower dari gambat-gambar, dan sekarang aku bisa melihatnya dengan mata sendiri. Aku juga melihat monumen-monumen lainnya yang sangat rapih dan antik. Gedung-gedung disana terlihat sangat bersejarah dengan modelnya yang sangat kuno.

Sesampainya di hotel, aku dan keluarga istirahat sejenak dan langsung bersiap-siap untuk keliling kota Paris. Saat itu seharusnya cuaca di Paris sedang panas, tapi kenyataannya tidak. Paris sedikit dingin dan berangin, terkadang juga hujan. Pada saat perjalananku di Paris, aku mengunjungi banyak sekali tempat-tempat yang terkenal seperti Eiffel Tower, Notre Dame de Paris, Arc de Triomphe, Louvre Museum, dan tentunya tempat perbelanjaan.

Semua tempat yang aku kunjungi sangat menarik, tapi yang paling berkesan bagiku adalah Notre-Dame de Paris. Notre-Dame de Paris atau diketahui dengan Notre-Dame Cathedral merupakan sebuah gereja berumur 800 tahun yang terletak di pulau kecil bernama lle de la Cite di tengah sungai Seine. Katedral tersebut menghabiskan 200 tahun untuk dibuat. Gedung tersebut mulai di bangun saat era kepemimpinan King Louis VII pada tahun 1163 dan selesai dibuat pada tahun 1345. Katedral ini terkenal karena sejarah tragisnya yang akan selalu diingat oleh orang-orang.

Salah satu alasan mengapa katedral ini terkenal adalah katedral tersebut digunakan untuk meresmikan Henry VI sebagai Raja Inggris pada tahun 1431. Katedral tersebut pernah ada dalam tahap kehancuran dan hampir dibongkar, tetapi diselamatkan oleh Napoleon yang dirinya dinobatkan sebagai Kasiar pada tahun 1804 di dalam katedral tersebut. Setelah katedral itu diperbaiki menjadi anggun lagi, Perang Dunia II sedang berlangsung dan ada rumor bahwa tentara German berencana untuk menghancurkan kaca berwarna yang baru dipasang di katedral tersebut.

Mengetahui rencananya, kaca berwarna tersebut dilepas dan dipasang kembali setelah perang telah usai. Kaca berwarna tersebut dilepas karena kaca tersebut merupakan jendela kaca terbesar yang pernah dibuat di seluruh dunia pada abad ke 13. Jendela kaca tersebut bernama Rose window. Ada lagi sejarah yang membuat Notre-Dame Cathedral ini begitu terkenal di dunia. Ada petani perempuan bernama Joan of Arc yang diceritakan sebagai gadis yang berani dan mengatakan bahwa dia memiliki penglihatan dari Tuhan.

Gadis tersebut memiliki kelebihan spiritual dan kaya akan karakter meski dia tidak memiliki apa pun. Melalui penglihatan dan keberaniannya, dia membantu Prancis dalam perang melawan tentara Inggris. Dengan menggunakan metode pahlawan perempuan Joan of Arc, Prancis memenangkan banyak pertengkaran melawan Inggris. Dia juga merupakan pendukung monarki yang hebat. Secara tidak langsung, dia menjadi alasan mengapa Charles VII dimahkotai.

Namun, Joan of Arc ditangkap oleh orang-orang Burundi dan dituduh melakukan sesuatu yang tidak sesuai aturan. Secara tragis, Joan of Arc dibakar di tiang pancang. Walaupun Joan of Arc sudah tidak ada secara fisik, dia masih ada dalam pikiran orang-orang. Pada tanggal 7 Juli 1456, Joan or Arc dinyatakan tidak bersalah dan menjadi martir. Pada tahun 1909 dia dibeatifikasi di katedral Notre Dame oleh Paus Pius X.

Katedral Notre Dame masih digunakan sampai sekarang oleh Gereja Katolik Roma untuk misa hari Minggu dan ini adalah tempat Uskup Angung Paris. Sebuah artefak yang terkenal dan bersejarah dan berbeda adalah lonceng yang telah didesain ulang untuk berdering secara otomatis. Setiap pengunjung yang pergi ke menara lonceng untuk melihat lonceng tersebut atau kota Paris harus siap untuk menaiki 140 tangga. Di dalam Katedral Notre Dame yang berisi begitu banyak hal-hal bersejarah, ada organ dari abad ke 17 yang terkenal karena semua bagiannya yang masih berfungsi. Ada juga gambar, rencana dan ukiran yang menunjukkan misteri lama dan tersembunyi dari beberapa perkembangan gereja dan bagaimana kota Paris terbentuk.


Menurutku, cerita tersebut sangat indah. Aku menjadi terinspirasi untuk ingin terlibat dalam negaraku dan membuat negaraku menjadi lebih baik. Aku ingin bisa berkontribusi untuk membuat Indonesia semakin di atas. Aku ingin membuat hidupku bermanfaat bagi orang lain.


Soal Paris ada banyak pencopet, itu memang benar karena mamaku adalah korbannya. Dia hampir kehilangan dompetnya karena ada seorang lelaki remaja yang mengambilnya tapi untung mamaku sadar. Jadi harap berhati-hati apabila sedang jalan-jalan disana. Setelah berjalan-jalan di Paris selama beberapa hari, aku pergi ke London untuk melanjutkan perjalananku di Eropa. Aku sedih meninggalkan Paris tapi bahagia bisa pergi ke London. Lagipula setelah dari London aku akan balik lagi ke Paris sebelum balik ke Jakarta.

Terima kasih, Paris.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya