Lunturnya Budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam) di Masyarakat

Budaya senyum, sapa, salam yang biasanya lebih dikenal dengan 3S adalah budaya yang sudah mendarah daging pada masyarakat Indonesia. Senyum, sapa, dan salam dapat ditujuan kepada orang yang lain, terlebih orang-orang yang kita hormati. Budaya 3S dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dan bisa membuka komunikasi atau interaksi dengan orang lain.

Budaya ini dapat dilakukan dimanapun kita berada, seperti di sekolah, kampus, jalan raya, taman, dan tempat-tempat umum lainnya. Namun budaya 3S tersebut sekarang sudah mulai luntur, sekarang banyak orang yang kalau berjumpa dengan orang lain di jalan sudah tidak menerapkan 3S lagi, mereka hanya bersinggungan tanpa adanya pengaplikasian 3S tersebut.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan lunturnya budaya 3S, yang pertama karena ponsel pintar atau sering disebut dengan smartphone. Mereka terlalu fokus pada smartphone masing-masing dan mengabaikan apa yang ada disekitarnya. Seakan-akan smartphone lebih menarik daripada apa yang ada di sekitarnya.

Hal ini menjadikan orang tidak fokus dengan sekitar, tetapi menunduk fokus dengan smartphone. Penyebab yang kedua yaitu mulai berkembangnya sikap individualisme pada diri seseorang. Mereka tidak peduli dengan apa yang ada disekitarnya, mereka hanya peduli pada dirinya sendiri. Sikap individualisme ini sudah mulai merambah ke hampir semua kalangan masyarakat.

Ada juga kadang seseorang yang akan menerapkan budaya 3S merasa takut, takut dikira sksd alias sok kenal sok dekat. Mereka lebih memilih tidak menyapa dan berakhir tanpa pembicaraan daripada dicap sebagai orang yang sksd kepada orang lain. Orang juga mulai malas menerapkan budaya 3S karena respon dari penerimanya yang tidak sesuai harapan, seperti tidak menjawab salam, tidak menyapa balik, serta malah menghiraukannya.  

Hanya karena tidak mendapatkan respon yang sesuai dengan harapan, orang menjadi tidak menerapkan budaya 3S. Sungguh miris, padahal budaya 3S itu sendiri adalah budaya Indonesia sejak dahulu. Padahal dengan menerapkan budaya 3S itu sendiri dapat membuat seseorang menjadi ramah dan menciptakan interaksi yang baik antara sesama manusia.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus melestarikan kembali budaya 3S ini sudah mulai luntur ini. Jika kita telisik lebih dalam budaya 3S memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Budaya 3S bisa digunakan untuk memulai percakapan dengan orang lain. Dengan adanya 3S dapat menciptakan interaksi yang baik dan nyaman. Budaya 3S ini merepresentasikan budaya Indonesia yang terkenal ramah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini