Apapun yang telah kita lewati selama tahun 2018, tidak akan kembali menyisakan kesempatan kedua. Untuk itu, jangan menyesali apa yang sudah terjadi, jangan mengutuk diri karena mimpi yang belum juga terwujud dan jangan dengarkan pula omongan mereka yang ingin merapuhkan semangatmu.

Berbicara tentang resolusi dan mimpi, tidak akan sepenuhnya kita raih dalam satu tahun. Mungkin hanya sedikit,sebagian atau bahkan hampir sepenuhnya, hanya hampir. Karena sejatinya kita memang manusia yang hanya bisa berencana, bukan apa-apa tanpa Allah yang mewujudkannya.

Advertisement

Menurutku, pencapaian terbaik seseorang adalah ketika dia dapat menutup telinga terhadap apapun omongan orang yang merapuhkan semangatnya. Ketika kita mempunyai mimpi yang tinggi lalu Allah belum memberi kesempatan untuk mewujudkannya, selalu ada saja bibir-bibir gatal yang ingin berkomentar.

“Haha.. mimpinya ketinggian sih”
“Yaiyalah nggak akan tercapai, sadar diri kali..”
“Udah nggak usah mimpi, kamu nggak pantas buat meraihnya, buktinya kamu gagal”

Tidak dapat di pungkiri, omongan-omongan mereka memang akan sangat masuk ke dalam sanubari meskipun sedikit, sekuat dan secuek apapun kita. Karena sejatinya kita punya telinga yang tidak bisa kita tutup, tapi kita punya hati untuk tidak membuat omongan itu masuk dan merusak di sana.

Advertisement

Ternyata, tidak hanya ketika kita gagal yang mendapatkan racun dari mereka. Meskipun kita di beri kesempatan oleh Allah untuk meraihnya, tetap saja bibir-bibir gatal itu selalu berkomentar.

“Kok bisa sih? Pake apaan tuh sampe bisa sukses?”
“Alah.. cuma gitu doang mah semua orang juga bisa”
“Karya apaan ini? Nggak ada bagus-bagusnya banget”

Lihat! Menara semangat yang telah kita bangun dengan kuat itu bisa rapuh hanya dengan omongan bibir-bibir gatal itu. Entahlah, selalu saja ada orang-orang yang tidak mempunyai hati di dunia ini.

Setidaknya, jika memang tidak suka dengan pencapaian kita, tidak usah di ungkapkan, pendam saja dalam hati masing-masing karena itu adalah masalah kalian, tepatnya masalah hati. Coba tanyakan pada dirimu sendiri, apa alasanmu memberi komentar jelek terhadap karya orang lain? Jika memang jelek, tidak usah dilihat. Sangat simple sebenarnya.

Sebenarnya ada banyak cara untuk memberi kritik dan saran, agar bisa membangun bukan meruntuhkan. Jika belum tahu, belajarlah dulu. Jangan terburu-buru memberikan komentar, nanti kalian sendiri yang akan malu, karena itu menunjukkan kualitas diri kalian sebenarnya.

Memang benar, manusia hanya bisa berencana dan berusaha, Allah yang menentukan dan netizen yang memberikan komentar. Jika kita sudah berhasil mengabaikan omongan negatif mereka, maka kita sudah jadi pemenang untuk diri kita sendiri. Kini kita telah melangkah ke tahun yang baru, 2019 menantikan semangatmu untuk mewujudkan segala mimpimu. Jangan takut dengan bibir-bibir gatal itu, jika kita punya hati yang kuat, mereka tidak akan berhasil meruntuhkan.

Jangan lelah berencana dan berusaha, Allah selalu bersamamu, jangan perdulikan komentar yang merapuhkan, masih banyak pundak yang akan kembali membuatmu kuat. Semangat!

#ManusiaBolehBerencana

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya