Aku ingin menulis lagi, kali ini masih tentangmu, warna-warna senja yang selalu ku rindukan, masih tentang kamu jingga di hatiku, jingga yang seharusnya sudah lenyap ditelan malam, yang harusnya sudah tergantikan sang malam, jingga yang tak mau pergi walaupun sudah ku usir ribuan kali.

Masih ingin ku tulis tentangmu, wahai Tuan yang sudah membawa hatiku, masih saja ku rindui aroma tubuh yang sering bersanding dulu, masih kuingat jelas senyum yang kau ukir ketika melihatku, masih saja.

Advertisement

Kau tahu Tuan, sejak kepergianmu, Jogja kian ramai, tapi hatiku sepi, setiap tempat yang sering kita kunjungi seakan menyuguhkan kisah yang tidak selesai, tidak ada habisnya, Tuan kenapa kau hancurkan harapan yang kau ajukan dulu?

Katamu semua sudah berubah, waktu sudah berlalu, jalan yang kau janjikan pun sudah berubah haluan, aku masih mencintaimu, Tuan, aku tidak apa-apa, perihal kehilangan adalah milik semua manusia, dua tahun sudah aku tidak melihatmu, terakhir kita berpisah di bandara itu, aku benci sekali melihat pesawat di atas langit dan berharap kau kembali untukku, tapi nyatanya tidak, kau tidak benar mencari jalan keluar.

Masih saja selalu ingin ku tulis, tentang rindu yang aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa berhenti, kabarmu aku sudah dengar, kau menemukan penggantiku setelah setahun lebih kita berpisah, aku turut bahagia, melihat senyum yang sama dulu untuku mengembang di sosial mediamu, sedang aku di sini masih saja berharap warna jingga itu, jingga darimu, wahai Tuan, jingga yang masih memerah, kamu masih indah di pelupuk mata, meski segala harap kau tepikan di ujung jalan.

Advertisement

Aku rindu kau tidak lagi, jika nanti waktu membawa pertemuan lagi untuk kita, Tuhan menakdirkan waktu itu, banyak hal yang sudah ku ubah, banyak hal yang sudah kau ubah dariku, aku yang sudah kalah dan menyerah, kau yang meninggalkanku, tapi aku tidak pernah menyebutmu tega.

Aku tahu sebuah pilihan, dan semua orang memilih hal yang terbaik, mungkin aku bukan salah satunya, jika waktu berpihak padaku, bertemu dan berjumpa lagi denganmu, aku akan berterimakasih, sudah menghadiahkan luka yang baik untukku pelihara, rindu yang baik untukku pupuk, lihatlah aku sekarang yang kian kuat, aku yang semakin tegar tanpamu, kata cintamu, kata rindumu, terima kasih.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya