Dalam situasi pandemi kayak gini, pernahkah terpikir buat kumpul bersama teman secara virtual dan bermain bersama seperti dalam film Ready Player One atau seri Sword Art Online? Pasti seru banget, terhubung lewat internet bukan cuma lewat layar namun saling berinteraksi layaknya di dunia nyata. Ternyata hal seperti itu ada dan sedang dikembangkan oleh berbagai perusahaan karena digadang-gadang bakal menjadi populer pada masa mendatang, dunia digital tersebut diberi istilah metaverse.
Menurut Jean Folger (Investopedia, 2021), metaverse adalah sebuah realitas digital yang menggabungkan berbagai aspek seperti media sosial, game online, dan cryptocurrency sehingga memungkinkan pengguna berinteraksi secara virtual melalui AR (Augmented Reality) maupun VR (Virtual Reality). Ini akan membuat ruang online di mana pengguna tidak hanya menatap layar namun ikut masuk kedalam dunia digital tersebut.
Dalam penerapannya, metaverse ini bisa jadi semacam dunia digital yang diakses lewat VR atau saling berinteraksi lewat paduan digital kedalam dunia nyata menggunakan AR, seperti yang dilakukan Pokemon GO dan Minecraft Earth. Inti dari pengembangan ini adalah meningkatkan interaksi antar masyarakat dan bahkan kesempatan yang sama dalam mengubah keadaan sosioekonomi di dunia virtual tersebut, seperti yang dijelaskan oleh Tim Sweeney (CEO Pendiri Epic Games) yang juga sedang merencanakan metaverse mereka.
Dilansir dari Hybrid oleh Ellavie, Berbagai perusahaan besar selain Epic Games ikut andil seperti Microsoft, Nvidia, dan Apple, bahkan Mark Zuckerberg mengganti nama perusahaan Facebook menjadi Meta untuk mempersiapkan hal ini. Sementara di Asia menurut siliconera dan games.grid.id, Hololive mengumumkan akan menghadirkan metaverse mereka yaitu Holoearth sehingga para idol digital V-tuber dapat berinteraksi dengan penggemarnya serta miHoYo yang sebelumnya sukses dengan permainan Genshin Impact keluaran mereka, sedang mengembangkan dunia open-world digital berbasis metaverse yang ditarget akan selesai pada 2030.
Menurut saya, Metaverse ini dalam pengembangannya memerlukan berbagai pertimbangan, banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari proyek ini. Apa saja keuntungan itu? Banyak nih, antara lain :
Makin canggihnya teknologi sehingga kita bisa hangout bersama orang-orang yang terpisahkan jarak di dunia nyata. Pengalaman yang tidak tergantikan dalam dunia digital, yang tidak bisa didapatkan di dunia nyata.
Berbagai kegiatan bisa dilakukan secara digital, seperti menghadiri kelas atau konser melalui gadget VR/AR dirumah. Namun metaverse ini bukan berarti tidak ada dampak buruk, dengan dimanjakan Internet menurut saya bisa terjadi dampak sebagai berikut :
Fokusnya setiap orang terhadap dunia digital sehingga jarang keluar dari rumah. Muncul berbagai permasalahan HAM, Privasi, dan berbagai kekurangan lainnya saat menyelam dalam ruang digital. Mengganggu kesehatan tubuh terutama mata dan otak.
Jadi, yang dapat saya simpulkan adalah bahwa metaverse merupakan lingkup ruang digital yang berbasis Internet menggunakan media VR/AR. Penerapannya dapat membantu masyarakat tidak hanya saling berkomunikasi lewat layar namun ikut aktif saling berinteraksi kedalamnya. Maka dengan hal ini, Hangout bersama teman/keluarga yang terpisah jarak maupun menonton konser/film dengan visual yang mengangumkan di dunia digital tidaklah mustahil. Namun perkembangan tersebut menumbulkan berbagai masalah baru seperti kurangnya kepedulian dengan dunia nyata dan juga masalah kesehatan tubuh. Harusnya dalam pengembangan tersebut diperhatikan pula bahwa tujuan dari metaverse adalah saling mendekatkan masyarakat, bukan makin mengisolasi diri dari masyarakat di dunia nyata.
Sumber referensi :
Folger, Jean. 2021. Metaverse Definition.
Ichlasa Amalia, Ellavie. 2021. Apa itu Metaverse: Definisi, Relevansi, dan Potensinya?
Tolentino, Josh. 2021. The Future of Hololive Alternative is the Holoearth Metaverse.
Wicaksana, Teguh, 2021. Genshin Impact Hanya Prototipe, miHoYo Bakal Buat Dunia Virtual
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”