Menjadi Masyarakat yang Cerdas di Masa Pandemi COVID-19

Saat pandemi covid-19 lebih baik dirumah dan berkumpul dengan keluarga

Indonesia sekarang sedang di keadaan yang tak lagi sama, masuknya virus corona (covid-19) diInonesia yang membuat semuanya jadi berbeda, penyebaran yang terjadi begitu cepat, semuanya terjadi tidak terduga. Kota Jakarta yang kemarin sebelum bulan Maret 2020 menjadi pusat keramain bangsa, semuanya menjadi sepi secara tiba-tiba. Dan hari terus berlanjut diikuti kota-kota lain yang semuanya juga menjadi sepi.

Bahkan lebaran tahun ini tepatnya d itahun 2020 susana sepi sudah masuk sampai kedesa-desa. Ini menjadi lebaran tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari suasana yang berbeda, banyak yang tidak bisa mudik kekampung halaman, bahkan hal yang paling menyedihkan tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Tapi  justru masyarakat yang berhasil melakukan ini semua, mulai dari tidak memilih untuk mudik, tidak berkunujung ke saudara, sahabat, rekan kerja dan kegiatan lainya yang menciptakan keramaian.

Masyarakat yang seperti mereka adalah salah satu pahalawan yang sesungguhnya pada saat ini. Karena mereka bisa menahan semuanya, tidak mementingkan kepentingannya sendiri, dan paling hebatnya lagi mereka masyarakat yang cerdas, tertib mentaati peraturannya, walaupun Peraturan Pemerintah yang mendekati lebaran membolehkan untuk mudik, yang sebelumnya mudik dilarang. Peraturan yang boleh dibilang “KURANG TEGAS” tapi masyarakat yang cerdas, tetap memilih dimana saat ini mereka berada.

Covid 19 yang saat ini masih menyebar, banyak yang terkena dampaknya bahkan tidak memandang itu siapa, mulai dari masyarkat kebawah sampai masyarakat ke atas. Virus ini bisa menyebar kapan, dimana dan siapa saja. Masyarakat yang cerdas tidak tinggal diam menghadapi masalah ini apalagi di hari lebaran ini, yang biasanya dirayakan untuk berkumpul dengan semua keluarga baik yang satu kota maupun luar kota, berkunjung kemana-mana.

Tetapi mereka tetap memilih di rumah dan  kalaupun keluar rumah mereka tidak memaksakan untuk tetep bisa berkunjung kemana-mana yang  jauh dari lingkungan rumahnya. Mereka keluar rumah tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker, mencuci tangan yang sudah disediakan sebelum memasuki rumah yang  akan dikunjungi, menghindari kontak fisik, terutama menggendong bahkan sampai mencium anak yang masih bayi, semua itu tidak akan menghilangkan esensi dari silaturahmi pada masa lebaran tahun ini. Karena mencegah lebih baik dari pada segalanya.

Memang sedih rasanya, mungkin ada sebagian yang kurang menyenangkan mulai dari tidak bisa bersalaman, jarak yang berjauhan tapi tetap jangan lupa untuk saling memaafkan. Dan tahun ini kemungkinan terbesarnya adalah dimana tahun yang menjadi lebaran berkesan bagi mereka yang tetap ikhlas menjalani silaturahmi di masa pendemi ini. Masyarakat yang cerdas tetap memilih hidup yang didamaikan di setiap keadaan dengan cara tertib dengan semua anjuran pemerintah dan petugas medis.

Masa pendemi ini adalah masalah bersama yang harus dihadapi semua masyarakat Indonesia bahkan seluruh dunia, mulai dari timbulnya masalah ekonomi. Tapi masyarakat yang cerdas menghadapi ini semua, ekonomi bukan menjadi masalah tapi ini menjadi gerbang mereka untuk berbuat baik, walaupun berbuat baik itu tidak harus menunggu situasi seperti ini. Mulai dari membagikan sembako, masker dan menjadi relawan untuk membantu pemerintah dan petugas medis yang setiap saat harus menghadapi pasien yang positif covid yang semakin bertambah.

Masyarakat yang cerdas tetep menghargai semua anjuran petugas medis yang berbulan-bulan tidak bisa pulang untuk bertemu kelurganya, untuk istirahat dan paling menyedihkan dilebaran tahun ini petugas medis harus tetap rapat memakai APD (alat perlengkapan diri) demi kesembuhan semua pasien yang positif covid. Tidak mudah sekali untuk mereka hadapi, nyawa menjadi tantangan terbesar di pekerjaan mereka saat ini. Apalagi dengan masyarakat yang semakin tidak peduli bahkan meremehkan pekerjaan petugas medis. Ini sangat menyedihkan bagi mereka. Banyak pemudik yang tidak peduli dengan protocol kesehatan, mall-mall ramai dipenuhi masyarakat yang berebut untuk belanja perlengkapan lebaran. Iya mereka memang butuh bahkan tidak bisa disalahkan. Tapi masyarakat yang cedas akan sadar mengenai situasi yang terjadi pada saat ini, tetap dirumah saja dan selalu ikut memikirkan nasib negeri ini selanjutnya. Setelah lebaran ini harapan kita semua yang menjadi masyarakat peduli akan dampak covid 19 ini, banyak masyarakat yang semakin cerdas mengahadapi masa pandemic ini. Tetep jaga kesehatan jangan lupa protocol kesehatan selalu diterapkan apalagi menghadapi new normal yang akan mulai diberlakukan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini