Setiap orang mengalami mimpi tiap harinya, namun beberapa orang juga tidak mendapatkan mimpi setiap harinya. Terkadang mereka yang tidak mengalami mimpi merasa tidurnya kurang nyenyak. Sebagian dari mereka berkata tidur dan mendapatkan mimpi itu adalah sebuah keuntungan tersendiri.
Tapi apabila mimpi buruk yang datang mereka lebih memilih untuk tidak mendapatkan mimpi. Katanya mimpi buruk itu sangat menganggu. Hampir semua orang berpendapat seperti itu. Dan apakah itu benar terjadi? Apakah mimpi semenyenangkan itu dan mampu mempengaruhi emosi harian? Atau mimpi juga sangat menganggu karena datangnya membawa sebuah kabar kesialan?. Yuk, kita cari lebih dalam!
Mimpi itu apa sih?
Mimpi adalah suatu gambaran cerita dalam benak yang terjadi ketika sesorang tertidur. Mimpi bisa menjadi sangat nyata dan membuat seseorang merasa senang, sedih, ketakutan, bahkan sampai mampu membuat seseorang mengalami kebingungan. Menurut para peneliti mimpi sangat penting bagi kesehatan mental atau emosional seseorang, namun beberapa riset mengatakan bahwa mimpi tidak memiliki tujuan atau arti tersendiri.
Menurut pandangan islam, mimpi dikelompokkan menjadi tiga sunnah, yakni mimpi baik, mimpi buruk, dan mimpi dari diri sendiri. Seperti yang diriwayatkan Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW berkata "Ada tiga jenis mimpi, yaitu: mimpi yang benar yang merupakan kabar gembira dari Allah SWT, mimpi yang menyebar kesedihan atau mimpi dari setan, dan mimpi dari pikiran." Jika kita medapatkan mimpi baik maka kita perlu bersyukur kepada Allah dan boleh menceritakannya kepada orang lain. Biasanya yang mendapatkan mimpi baik yaitu orang-orang yang jujur dan beriman.
Namun ketika kita mendapatkan mimpi buruk maka kita perlu meludah ke sisi kiri tiga kali, mengubah posisi berbaring kita, dan segera beranjak bangun lalu berdoa. Dilarang untuk memberitahukan mimpi buruk kepada orang lain, karena akan menimbulkan peluang kerusakan pada diri. Hal ini merupakan sebuah petujuk dari Nabi Muhammad SAW.
Mengapa kita bermimpi?
Mimpi terjadi ketika seseorang tertidur. Ketika seseorang tertidur ia akan mengalami banyak fase, sehingga bertemulah pada fase REM (Rapid Eye Movement). Fase REM ini adalah fase bermimpi yang paling nyata, dimana otak melakukan aktivitas paling aktif sehingga seseorang mampu bermipi 3-4 kali setiap malamnya.
Apakah mimpi sangat penting untuk kesehatan mental seseorang?
Sebuah studi memembuktikan pentingnya bermimpi untuk seseorang. Penelitian ini dilakukan kepada seseorang yang sudah tertidur kemudian dibangunkan ketika ia akan mencapai fase REM saat tertidur. Ditemukan beberapa gejala yang terjadi pada subjek yang terganggu tidurnya:
- Mendapatkan kecemasan
- Mengalami depresi
- Menjadi kesulitan berkonsentrasi
- Kencenderungan halusinasi
- Meningkatnya tekanan
- Mengurangnya koordinasi motorik
- Serta mengalami keaikan berat badan
Sehingga banyak ahli mengungkapkan bahwa mimpi hadir untuk membantu memecahkan masalah dalam hidup, mengatur emosi, serta menggabungkan ingatan. Ketika kita memiliki waktu tidur yang baik namun kita memiliki banyak pikiran. Kita akan terbangun secara tiba-tiba dan menemukan solusi atau bahkan merasa lebih baik dari sebelumya.
Beberapa ahli juga mengatakan bahwa kemunculan mimpi buruk sangat berpengaruh pada kesehatan mental atau emosional seseorang. Ketika seseorang mengalami mimpi buruk ia akan langsung terbangun dan merasa cemas.
Sebagian orang menganggap hal ini wajar karena mereka berpikir hal ini terjadi akibat dari tubuh yang kelelahan. Namun beberapa orang merasa mimpi buruk adalah sebuah ancaman apalagi jika mimpi tersebut berhubungan dengan traumatis yang pernah dialaminya di masa lalu.
Biasanya mimpi buruk sering terjadi pada anak usia 3-6 tahun. Jika anak bermimpi buruk dengan mimpi yang sama berulang kal, maka orangtua sebaiknya memeriksakan kondisi anaknya kedokter. Atau orangtua dapat membangunkan anak pada 15 menit sebelum waktu terjadinya mimpi ditahap REM.
Namun yang lebih berbahaya bagi kesehatan mental adalah mimpi buruk yang dialami oleh orang dewasa. Dimana ketika hal ini terjadi akan menganggu aktivitas sehari-harinya dimulai dari jam tidur yang tidak teratur sehingga engakibatkan stres. Berikut merupakan dampak mimpi buruk terhadap kesehatan mental:
Stres
Hal ini memang tidak sepenuhnya terjadi pada setiap orang. Namun beberapa orang akan merasa stres dan tertekan setelah bangun dari mimpi buruk. Apalagi jika mimpi ini terjadi setiap malamnya.
Gangguan Kecemasan
Mimpi buruk juga akan menimbulkan gangguan kecemasan bagi orang yang mengalaminya. Pengidap akan merasa ketakutan saat terbangun atau akan tidur, bahkan terkadang pengidap akan ketakutan ketika lampu dimatikan.
Gangguan Bipolar dan Skizofrenia
Pada pengidap yang hanya mengalami mimpi buruk sekali dalam seminggu hal ini biasanya tidak berpengaruh. Namun erika pengidap mengalami mimpi buruk setiap malamnya maka akan menganggu kondisi kerja otak sehingga menyebabkan terjadinya gangguan mental.
Namun tidak semua mimpi yang dialami membawa pengaruh buruk untuk kesehatan mental. Seperti yang dikatakan Sigmund Freud bahwa mimpi adalah jendela alam sadar seseorang yang dapat menjelaskan banyak hal, seperti:
- Suatu keinginan bawah sadar
- Pikiran-pikiran
- Serta motivasi dalam diri
Freud juga menyatakan bahwa mimpi adalah cara manusia untuk memuaskan keinginan dan hasrat yang tidak dapat diterima di masyarakat. Dengan kata lain, beberapa mimpi bisa membantu otak dalam proses berpikir dan mimpi lain bisa menjadi hasil dari aktivitas normal otak yang tidak terjadi apa-apa.Â
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”