Generasi muda merupakan bibit harapan bangsa demi kemajuan Indonesia. Merekalah yang harus paling depan untuk memimpin bangsa. Namun, pada nyatanya banyak anak bangsa yang begitu miskin moral. Begitu banyak kejadian-kejadian yang sedang hangat diperbincangkan mengenai miskinnya moral-moral anak bangsa, bahkan tidak jarang orang dewasa yang seharusnya menjadi contoh anak-anaknya, malah berperilaku tidak bermoral. Kebobrokan moral dan etika bangsa ini makin terlihat jelas saat persoalan demi persoalan bangsa semakin hari bukan semakin berkurang dan hilang, tapi justru semakin meningkat tajam. Lalu, mau dibawa kemana Bangsa Indonesia ini?

Kemerosotan moral yang sering terjadi yakni seperti aksi perundungan. Aksi-aksi perundungan dilakukan tidak hanya di dunia nyata, namun juga di dunia maya. Banyak sekali kasus seperti perundungan yang berujung pada penganiayaan hingga perundungan seperti body shaming yang tidak jarang dianggap orang sepele.

Advertisement

Perundungan sendiri dapat menyebabkan trauma yang mendalam pada korban, bahkan tidak jarang hingga menyebabkan depresi dan tidak mau atau takut berhubungan lagi dengan dunia luar. Hal ini sangat menghawatirkan, karena bayangkan saja anak-anak muda yang harusnya bergaul dengan sesamanya malah menutup dirinya. Lalu bagaimana masa depannya?

Hal yang paling menghawatirkan adalah jika korban sampai nekat untuk bunuh diri karena tekanan-tekanan yang didapatnya, karena dia tidak mampu menanggungnya. Tiap orang memiliki kapasitasnya masing-masing dalam bersabar dan menangani traumanya.

Harusnya pelaku-pelaku perundungan sadar akan resiko yang timbul dan bisa membayangkan bagaimana jika dirinya berada di posisi yang terbully. Selain itu, perundung pula malah merasakan kepuasan diri saat melakukan aksinya. Sangat miris.

Advertisement

Sebenarnya, apa yang mereka lakukan tidak terlepas dari apa yang biasanya mereka lihat dan apa yang mereka alami. Kondisi lingkungan ia tumbuh dan berkembang juga mendukung attitude dari anak tersebut. Tidak jarang orang tua dengan tidak sengaja memberi contoh tidak benar kepada anaknya, biasanya terjadi dalam mendidik anaknya dengan cara kekerasan. Hal ini dapat mendorong anak melakukan hal serupa pada orang lain yang dianggapnya lebih lemah.

Di samping itu, semakin canggihnya teknologi, anak-anak pun sekarang telah memiki gadget sendiri dan hal ini mendorongnya untuk berselancar di dunia maya. Kecanggihan teknologi yang diharap memberikan dampak positif malah lebih sering menimbulkan dampak negatif. Pengawasan dan pendidikan orang tua sangat penting dalam tumbuh kembang anak, karena jika dibiarkan akan berdampak pada tertanamnya pengaruh-pengaruh negatif dalam dirinya.

Dunia maya sangat bebas dalam berpendapat, sehingga tidak jarang secara sengaja maupun tidak sengaja melakukan perundungan secara online, entah itu body shaming, men-judge orang dengan seenaknya, maupun penyebaran aib dan fitnah. Hal ini tentu sangat merugikan dan sebenarnya tidak ada untungnya pula untuk dirinya sendiri. Kurangnya toleransi antar sesama menyebabkan seseorang memandang rendah orang lain, sehingga tidak ada keinginan dalam dirinya untuk menghargai sesamanya.

Selain dalam keluarga, lingkungan pergaulan juga sangat besar pengaruhnya terhadap moral remaja. Apalagi remaja adalah individu-individu yang risk taker atau senang dan merasa tertantang untuk melakukan hal-hal yang beresiko. Ditambah pula dengan remaja tersebut lemah akidahnya, mudah terpengaruh dan terombang-ambing oleh ajakan-ajakan negatif dari orang-orang di lingkungan pergaulannya. Selain itu, tidak ditanamnya nilai-nilai Pancasila dalam dirinya yang seharusnya ada di tiap-tiap diri masyarakat Indonesia.

Bagaimana nasib Bangsa Indonesia kelak jika bibit-bibit bangsa malah miskin moral seperti ini. Mereka lupa untuk memegang teguh Pancasila. Mereka lupa untuk menanamkan Pancasila dalam hati dan jiwanya.

Oleh karena itu, sangat diperlukan sekali penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini. Pemdidikan dimulai dari keluarga, keluarga yang baik akan membentuk diri anak yang baik pula. Selain itu, pemilihan lingkungan pergaulan juga sangat penting karena dimana dia bergaul akan membentuk kerakter juga.

Pancasila dapat menjadi solusi terbaik untuk mengatasi kebobrokan moral yang menjadi momok Bangsa Indonesia. Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam berperilaku sehari-hari dapat membimbing kita dalam berbangsa dan bernegara. Sebagai makhluk sosial pun, kita tidak hidup sendiri, yang mana berarti kita hendaknya tidak semena-mena sendiri dalam berperilaku dan harus saling menghargai. Bahkan dalam agama pun, telah diajarkan baik buruknya dalam bersikap dan sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran hendaknya selalu berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral sangat penting dan nilai-nilai kemanusiaan hendaknya selalu diamalkan dalam berbangsa dan bernegara.

(Rosy Lesmono Putri).

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya