#MudaBerkarya – Ceritaku Ketika Ingin Berhenti Menulis

Rasanya kok nggak ada ya yang ngelirik tulisan aku? Apa aku udahan aja ya nulisnya?

Pernah nggak kepikiran untuk berhenti menulis? 

Advertisement

Aku pernah!

Sering dan bikin nangis sendiri. Padahal dari dulu (sejak aku tahu membaca dan menulis) aku suka banget untuk menulis dan membaca apapun yang tertera di depan mata. Sampai-sampai orang risih kalau dengar aku mengeja tulisan. Terkadang hal itu sering hadir ketika aku merasa galau karena tulisanku tak ada yang membaca. Bagaimana aku bisa tahu kalau tidak ada yang membaca? Karena nggak ada yang komen dan meninggalkan jejak :D! Padahal setelah dipikir-pikir, ketika aku menulis diary justru aku tak ingin diary-ku dibaca orang lain! Hahaha.

Tentu saja itu beda ya sob~

Advertisement

Beberapa bulan aku pernah hiatus dari dunia kepenulisan, meski aku menulis hanya sekadar hobi tapi bagiku ini adalah salah satu cara untuk aku bekerja dengan nyaman. Aku mulai menata kembali tujuanku. Aku pun berpikir, sebenarnya tujuan menulisku itu apa sih?  Apakah hanya untuk mencari perhatian orang-orang, menebar manfaat, menjadikan healing atau hanya sebuah keisengan semata. Setelah berpikir cukup memakan waktu (ya sambil makan aku mikir, sambil nulis aku mikir) aku memutuskan bahwa aku menulis ya untuk diriku sendiri, bila suatu waktu ada yang membaca dan ia merasa terbantu karena tulisanku itu adalah rezeki yang sudah Tuhan rencanakan. Betul, kan?

Aku pun kembali lagi untuk menulis. Mulai dari kembali ke platform blog pribadiku, aku tumpahkan segala opini yang ada dan tentunya tetap memperhatikan isi. Karena percuma bila kita menulis asal-asalan, kalau ingin tulisan bermanfaat ya harus mengikuti kaidah penulisan yang benar. Perlahan-lahan aku mulai meningkatkan intensitas membaca dan mengikuti kelas menulis yang bertebaran di media. Lalu aku berusaha menampik segala gengsi. Entah karena takut pembacanya gak ada, dikatakan caper, tulisan gak bermutu dan hal negatif lainnya. Aku percaya kalau suatu saat tulisan ini akan ada pembaca setianya. Kalaupun belum ada, suatu saat nanti pasti ada.

Advertisement

Padahal sebenarnya kalau dipikir dengan cermat, menulis itu ya nulis aja. Media sosial itu hanya menyediakan platform untuk kamu menulis. Sisanya ya kita yang menentukan apakah tulisannya ingin bermutu atau hanya iseng doang. Setelah berkutat berjam-jam, berhari-hari dan berdetik-detik aku akhirnya terbiasa untuk tidak memperdulikan segala respon yang akan hadir. Toh, tulisanku isinya baik-baik semua tidak ada yang aneh ataupun mengundang permasalahan ke kelompok lain. So, santai saja lagipula kita menulis itu kan hobi dan semoga saja yang membacanya akan mendapatkan manfaat dari tulisan tersebut.

Sekarang tugasku adalah terus belajar memperbaiki tulisan yaitu dengan membaca, Kalau kitanya nggak mendapat asupan, bagaimana bisa kita bekerja dengan baik. Begitu juga dengan menulis. Otak butuh sesuatu agar kita bisa menuangkannya ke dalam coretan yang indah dan bisa dipahami oleh setiap insan yang membacanya.

Jadi, tetaplah menulis dan jangan pernah berhenti berkarya. Teruslah menebar kebaikan, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penyuka hal yang unik, receh dan seringkali tertawa ketika stres melanda. Pernah tertarik menjadi mahasiswi sastra tapi tak kunjung tercapai. Suka melihat bulan sampai leher pegel-pegel dan nyambung diajak ngobrol skincare.

CLOSE