Mungkin Kita Besok Sampai, Tak Perlu Buru-buru

Lari mengejar apa? Diam saja menunggu siapa?

Advertisement

Bertahan hidup bagi sebagian orang bukanlah suatu perkara yang mudah. Setiap insan yang hidup pasti diberi ujian sesuai dengan kapasitasnya. Bukan hanya ujian, pasti juga diberi kesenangan atau kebahagiaan oleh semesta. Mengorbankan tidur, uang, waktu dan mungkin masih banyak hal besar lainnya untuk mencapai sesuatu yang didambakan. Manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah diraih, tapi jangan lupa untuk bersyukur. Tiap individu tidak memiliki sisi keberuntungan yang sama semua. Ada yang mungkin unggul di finansial, keluarga, fisik dan percintaannya. Namun, tidak untuk pertemanan. Ada juga yang unggul di fisik, percintaan, pertemanan dan memiliki keluarga yang harmonis. Namun, tidak untuk hal finansial. Apakah mereka bahagia? Kebahagiaan hanya ada pada mereka yang pandai bersyukur. Menikmati apa yang diberikan oleh semesta.

Lari sekuat tenaga, apakah hidup hanya tentang siapa yang menang? Katanya rezeki sudah diatur? Tapi ngejarnya seakan mengejar satwa langka. Lari secukupnya, tapi jangan diam saja. Suatu hal yang kita impikan juga tidak bisa datang dengan sendirinya. Berusaha sekuat tenaga, tidak perlu terlalu lama melihat yang sampai terlebih dahulu. Jangan takut untuk melepas racun dari diri kita yang berbicara mengenai perjalanan hidup yang kita lalui.

"Bagaimana kuliahnya? Anak tante kemarin lulus perguruan tinggi negeri TOP 3 loh"

"Bagaimana nilaimu? Anak om IP semester ini sempurna nih"

"Kapan nikah? Sudah hampir kepala 3 loh kamu"

"Sekarang udah kerja dimana? Jabatannya apa? Anak bungsu pakde sudah jadi Manajer di perusahaan X nih"

"Udah nikah 5 tahun kok belum punya anak juga?"

"Enak ya hidupmu, kamu mah masih mending, aku…"

Advertisement

Racun-racun, kita tidak bisa menutup mulut mereka agar tidak mengatakan kalimat-kalimat yang mungkin membawa pengaruh buruk untuk kita. Namun, kita masih punya tangan untuk menutup telinga kita. Jangan sepenuhnya ditutup, ambil sisi positifnya untuk mengupgrade diri. Namun, jangan juga dicerna semua. Karena yang tau bagaimana diri kita, ya hanya kita sendiri.  Ingat, hidup bukan untuk saling mendahului, nikmati prosesnya dan bermimpilah sesuai yang kamu inginkan.

Aku, keluargamu, temanmu dan masih banyak lagi orang yang mencintaimu ingin melihatmu tetap ada di esok hari. Besok mungkin kita sampai di titik yang kita impikan.

Just let it flow and be yourself!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Orang mengenalnya sebagai Agnes, gadis yang lahir di Kota Surakarta bulan November 2003. Tumbuh dan berkembang dikeluarga yang sederhana. Memiliki kemampuan komunikasi yang cukup baik, saat ini Ia sedang menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi negri yang berada di Kota Solo. Universitas Sebelas Maret atau orang sering menyebutnya dengan "UNS Solo". Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Kimia. Selain menjadi mahasiswa, saat ini Ia juga bekerja paruh waktu menjadi tentor bimbingan belajar di Surakarta. Jika belum mampu menjadi matahari dalam kegelapan, menjadi lilin saja sudah cukup mulia -AgnesSabila.