Nggak Salah Untuk Unfollow Orang di Instagram, Karena Its Okay to Disconnect from People

Boundaries are a part of self-care. They are healthy, normal, and necessary. -Doreen Virtue

Kalian yang ke sini pasti setidaknya pernah punya pikiran:

Advertisement


"Aduh, kalo aku unfollow dia bakal gimana-gimana, nggak ya?"

"Cuma gara-gara perasaan gini doang, masa sampe unfollow sih?"

"Normal gak sih unfollow orang di instagram?"


…dan pemikiran-pemikiran lain yang senada.

Instagram memang sudah menjadi salah satu dari banyak platform media sosial yang melekat dengan keseharian bahkan menjadi bagian dari hidup kita. Jika diperhatikan dengan saksama, momen pertama ketika berkenalan dengan orang baru di suatu acara atau forum atau lain sebagainya bukan lagi menanyakan nomor telepon, tetapi username akun Instagram, WOW!

Advertisement

Jadi, apa yang membuat kalian kepikiran buat unfollow seseorang? Pasti ada sesuatu yang mendasari, bukan? Perasaan tidak nyaman, orangnya terlalu "berisik", tidak di dalam satu circle yang sama lagi, atau memang bahkan karena orang itu adalah total stranger yang mungkin berasal dari Twitter atau platform media sosial lain.


Well, you guys always have the right to do what you want. Unfollowing people is not a crime. It is a common and normal thing to do. 


Lalu, kenapa sih kok kita masih suka berpikir banyak kali buat unfollow seseorang? Ya karena adanya perasaan "bersalah", perasaan segan, sungkan. Sebenarnya tidak ada perasaan seperti itu yang harus diikutsertakan ketika meng-unfollow orang di media sosial. Kenapa? Your boundaries are periodt. 

Ada banyak orang di dunia ini, bukan kamu sendiri, aku sendiri, ataupun dia sendiri. Tentunya kita semua memiliki preferensi masing-masing akan suatu hal. Termasuk untuk urusan boundaries atau batasan-batasan yang kita tetapkan. Kita juga memiliki tingkan sensitivitas yang berbeda-beda. Ada orang yang mudah tersinggung, ada yang tidak begitu peka dengan lingkungannya, dan mungkin ada yang peka namun tidak bereaksi. Nah, jika kalian merasakan "something" (dalam artian tidak menuju ke hal yang positif) trust your gut, it's valid!


Apa maksudnya? 


Terkadang secara tidak langsung, dengan melihat postingan mutual kita, kita jadi merasa "terbebani" akan hal tersebut. Hal ini bisa tentang apa saja; pencapaian, hubungan romantis, hubungan dengan keluarga, kekayaan, kesenangan, dan kebahagiaan-kebahagiaan lain yang tidak begitu relate dengan apa yang kalian miliki. Apabila hal tersebut dibiarkan berlama-lama hingga menjadi sebuah kebiasaan, maka yang terjadi adalah munculnya low self-esteem, insecurity, jelousy, dan lain sebagainya yang tidak baik untuk kesehatan mental.

Kalian juga tidak semestinya merasa harus keep-in-touch dengan apa yang mutual kalian share di Instagram, mungkin istilah kerennya FOMO (fear of missing out). Satu kenyataan yang memang benar adalah nggak ada orang yang benar-benar peduli dengan apapun hal yang terjadi di kehidupan kita.


See? It's all connected. 


Itulah kenapa memasang boundaries itu perlu. Siapa yang bertanggung jawab dengan diri kalian? Ya kalian sendiri. Yuk mulai dari sekarang lebih perhatikan apa yang kalian "konsumsi", apa yang kalian biarkan masuk ke dalam otak, apa yang kalian tolerir untuk masuk dalam batasan-batasan kalian. 

Lagian, apa sih gunanya mutual-an sama orang yang nggak pernah bertegur sapa baik di DM maupun di dunia maya. Masih ada banyak orang yang peduli sama kalian IRL, kok. Masih ada keluarga, ayah, ibu, adik, kakak, masih ada teman-teman yang se-frekuensi, masih ada pasangan (PS: single can't relate but I am okay) dan orang-orang di sekitar kalian yang mungkin sebelumnya tidak begitu terlihat eksistensinya karena kalian lebih berfokus dengan 'hubungan semu' yang ditawarkan internet. 

Memang tidak ada salahnya mencari teman dan pengalaman seluas-luasnya di internet. Tapi kalian tetap harus selektif siapa yang kalian undang masuk ke kehidupan kalian. Jangan sampai orang-orang luar tadi merubah kehidupan kalian yang awalnya baik-baik saja. Sebuah hubungan tidak akan berlangsung selamanya, ini fakta. Karenanya, kenapa tidak berfokus membangun dan meningkatkan kualitas hubungan baik dengan orang-orang terdekat di sekitar kita?


Choose people who choose you, don't spend your time and waste your focus on them who doesn't even care about you.


Ada sebuah ungkapan yang berbunyi:


"I realized that life is so much better when people don't know what you're up to." 


Sedikit bercerita pengalaman pribadi, I struggle to remove my 1K+ followers from last year until now to reach 700. Nggak ada perasaan spesial memang, tapi lebih ke kepuasan batin dan perasaan longgar. Bukan menyarankan kalian untuk melakukan hal yang sama. Tapi jika akhir-akhir ini kalian merasa overwhelmed dan overconsume dengan konten-konten di Instagram, tidak ada salahnya untuk istirahat sejenak.


It's okay to dissapear until you feel you again.


Dari tulisan yang cukup panjang, melelahkan, dan membosankan untuk dibaca di atas, kesimpulannya yaitu: Nggak apa-apa kok untuk unfollow orang di Instagram. Dengan semua alasan yang kalian miliki, kalian punya hak untuk melakukannya. Perasaan kalian itu kuat dan nyata adanya, jangan keseringan diabaikan, ya! Insting kalian tahu, chaos batin macam apa yang kalian alami tapi nggak kalian sadari. Dan yang terpenting, set your boundaries, jangan biarkan orang lain melewatinya hanya karena kalian merasa nggak enakan. Yang seharusnya menjadi prioritas adalah diri kalian sendiri, bukannya malah orang lain. Please have a little bit of JOMO!

Semoga sedikit basa-basi di atas bisa sedikit meringankan beban pikiran kalian, ya!


I hope you guys are doing well, don't forget to put a smile on your face, cause it suits you well 🙂 And don't forget to stay in touch with your beloved people, cause they're matter.


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

less is more.

CLOSE