Peluk dan Terima Semua Emosimu, Termasuk Seluruh Emosi Negatif yang Ada

belajar menerima emosi

Bahagia itu susah-susah gampang dirasakan. Banyak orang yang mengatakan "Jangan Lupa Bahagia" seakan mengatakan kalau kita tidak boleh merasakan sedih, gelisah, maupun kecewa. Seakan mengatakan kalau kita harus selalu berpikiran positif dan tersenyum senang, bukan stress atau depresi. Padahal it's okay to feel that, tapi tentu saja jangan lama-lama bersedih hatinya. Karena tanpa rasa-rasa negatif itu kita tidak pernah akan tahu bagaimana rasanya senang dan bahagia. Kita tidak akan pernah menikmati rasa bersuka cita jika kita tidak mengetahui rasanya berduka. 

Advertisement

So, instead of neglecting those emotions, tidak mengganggap mereka ada, menimbun mereka di sudut hatimu yang terdalam. Terima mereka, akui rasa-rasa itu ada dalam dirimu. Saat kamu bersedih katakan kamu sedih, tapi tidak akan lama. Ketika kamu tidak baik-baik saja, katakan kamu tidak baik-baik saja. Jangan kamu sembunyikan semua rasa itu di balik senyumanmu. Jangan kamu katakan kamu baik-baik saja di saat kamu tidak merasa begitu. Jangan berusaha tertawa jika kamu ingin menangis. Jangan melarikan diri dari emosi-emosi tersebut.

Jika kalian pernah menonton sebuah film Disney yang berjudul Inside Out, kalian akan sedikitnya mengerti mengapa kita tidak boleh menahan emosi kita, terutama emosi negatif, baik itu amarah, sedih atau kecewa. Katakanlah, lepaskan, kalau dipendam tidak baik akibatnya bagi tubuh. Menangislah jika kamu ingin menangis, berteriaklah jika kamu kesal dan ingin berteriak. Jangan memendamnya dalam-dalam. Hal itu akan sama saja seperti membawa bom waktu di dalam dirimu yang bisa meledak kapan saja, yang akibatnya bisa jadi sangat parah untuk kamu dan orang-orang terdekatmu.


It's okay to not felt okay, It’s okay to not be happy at this moment.


Advertisement

Bagaimana mungkin kamu akan bahagia setiap hari? Mana ada yang namanya bahagia setiap hari di dunia yang fana ini? Kalau di akhirat, baru ada itu yang namanya bahagia selamanya, kekal di dalamnya.


Happily ever after like in the fairy-tale? Sadly, it will not exist in the real life. So, try to embrace your emotion at the moment. 


Latihlah dirimu menerima mereka sebagai bagian dari dirimu sehingga kamu lebih bisa mengontrol mereka dengan baik. Terimalah dan berusahalah menikmati mereka di saat mereka datang. So, instead of saying be happy, let’s just say to enjoy the moment. Enjoy the feeling, whatever it is

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE