Karena bodohnya aku adalah aku masih percaya bahwa suatu hari nanti aku akan menjadi seperti orang normal kebanyakan.

Rasanya sakit tiap kali ada orang yang menatapku rendah.
Rasanya malu tiap kali mereka melihatku seolah mereka melihat orang asing.
Aku rasa, kian hari aku kian menyadari bahwa aku begitu berbeda dari orang-orang.
Aku begitu aneh, aku begitu menjijikan, aku begitu memalukan.

Advertisement

Sebenarnya bukan aku tak tau.
Aku selalu menyadari banyak hal.
Aku tau orang-orang tak pernah nyaman berada di dekatku.
Terkadang aku tak ingin mendekati mereka bukan karena aku tak mau mencoba.
Aku hanya takut mereka tak nyaman dengan kehadiranku.

Harusnya dari awal aku memantapkan keyakinanku bahwa semua ini cuma fatamorgana, keluarga maupun teman. Mereka semua selama ini hanya menatapku kasihan dan karena aku tak memiliki siapa-siapa lagi selain mereka.

Bodohnya aku, di umurku yang sekarang aku masih mencari-cari makna keberadaanku di dunia ini.

Advertisement

Aku ingin memiliki teman, sahabat, teman curhat.
Aku juga ingin memiliki orang yang mencintaiku dan menerimaku apa adanya di sisiku.
Aku ingin memiliki banyak hal yang kebanyakan orang miliki.

Aku berusaha bersosialisasi. Namun rupanya usahaku selalu sia-sia.
Aku mencoba berteman. Namun tak lama mereka menjauhiku.
Aku ingin bersahabat, namun orang yang kuanggap sahabat memiliki banyak sahabat lain di luar sana yang membuatku merasa aku bukan orang yang pantas ia anggap sahabat.

Aku memang pemurung. Aku memang penyendiri. Namun bukan berarti aku selalu nyaman dengan keadaan ini. Bukan berarti aku tak berusaha untuk mengubah segalanya. Aku juga ingin sama seperti kalian!

Normal, menikmati masa muda dengan banyak teman, aku ingin merasakannya.

Bukankah kalian tak pernah tahu bagaimana aku berusaha berubah menjadi sama seperti kalian?
Bukankah kalian selalu tak menyadarinya?

Ketika aku menangis terisak di dalam kamar sendirian,
ketika aku menahan malu saat aku mencoba membuka pembicaraan namun kalian tak membalas percakapanku,
atau ketika hati dan perasaanku sakit saat kalian menatapku seolah aku adalah hama?

Berkali-kali aku merasa seolah aku melayang di ruang hampa.
Aku merasa hilang. Aku tak sedang membuat perumpamaan atau semacamnya. Hanya saja ini semua nyata.

Aku terlalu sakit.
Aku ingin berhenti percaya bahwa hidupku akan berubah.
Aku tak ingin lagi percaya bahwa orang-orang akan menerimaku.

Karena sekarang aku sadar, selama ini mereka hanya menaruh iba dan tak tega kepadaku yang aneh ini.
Jadi apalagi yang bisa kuharapkan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya