Ketika masa 12 tahun wajib belajar usai, tak sedikit siswa yang merasa kebingungan akan melanjutkan ke mana dan di jurusan apa mereka tuju. Hal ini memang bukan lah perihal baru di dunia pendidikan, namun jika masalah ini tidak diselesaikan dengan baik bisa membuat mereka menghabiskan waktu dengan tidak maksimal untuk mencapai impiannya.
Dan selain itu, tak sedikit pula dari mereka yang tidak menyadari akan passion yang dimilikinya. Dalam memutuskan untuk masuk jurusan apa, mereka biasanya hanya mengikuti keinginan orang tua, menjadi makmum temannya, dan bahkan mencari jurusan dengan notaben sepi peminat agar dengan mudah ia menjadi seorang mahasiswa.
Akan tetapi ada pula siswa yang menyadari akan passion nya justru ditentang dan diremehkan. Saya sering melihat di berbagai media sosial, siswa yang dikategorikan pintar adalah mereka yang akademiknya unggul dibanding non akademik. Tak sedikit dari orang tua pun mengategorikan hal yang serupa, mereka mungkin lupa bahwa setiap anak pasti memiliki kecerdasan dan keunikannya masing-masing.
Contohnya saya sendiri, ketika hendak memilih jurusan melalui jalur SNMPTN. Guru BK saya menyarankan untuk masuk ke fakultas kedokteran, namun saya tetap memilih masuk ke fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Karena saya sadar bahwa saya merasa senang dan enjoy ketika mengajari teman dan berbicara di depan kelas. Meskipun banyak ejekan yang dilontarkan saudara saya dengan mengatakan Anak pintar kok jadi guru, kalau benar pintar harusnya si masuk kedokteran. seperti itu kira-kira ucapannya.
Awalnya saya merasa minder akan ejekan yang saya dapatkan, dan bahka sempat ragu dengan pilihan saya. Dan ketika hari pengumuman SNMPTN, terpampang bahwa saya diterima di universitas pilihan pertama. Hari demi hari yang saya lalui banyak sekali pelajaran yang didapatkan dan menjadikan saya semakin yakin bahwa keputusan yang diambil ini tepat.
Nah… bagi kalian yang masih bingung untuk masuk ke jurusan apa, janganlah mudah terpengaruh hanya dengan ejekan orang yang bilang anak ipa pintar pasti masuk kedokteran atau anak ips yang pintar pasti masuk akuntasi dan lain sebagainya. Yakin lah pada dirimu bahwa dengan passion yang kamu miliki bisa membawa manfaat dan perubahan.
Namun sebuah mimpi memang lah tak selancar jalan tol, banyak sekali hambatan yang akan kita lalui. Dan jangan sekali-kali menjadikan jika sudah menjadi mahasiswa maka kita akan dengan mudah mencapai impian itu ya!
Masih panjang jalan yang harus ditempuh, dan sebagai mahasiswa kita harus bertanggung jawab dengan disiplin ilmu kita. Coba pikirkan jika kita masuk ke jurusan yang memang bukan passion kita, pasti akan membawa dampak buruk tidak hanya untuk diri sendiri tapi orang lain juga akan terkena.
Misalkan kalian memang tidak ada passion di bidang kesehatan dan memaksakan masuk jurusan kedokteran agar disegani dan dianggap idealis belaka, itu akan menyebabkan hal buruk. Seorang dokter yang harusnya merawat dan menyembuhkan pasien, dirinya sendiri malahan ikut sakit karena tertekan dengan pilihannya.
Ada juga yang mengatakan bahwa apa yang diperintah orang tua adalah Ridho-Nya, memang benar adanya saya pun tidak membantah. Namun perlu diingat yang akan menjalani adalah diri sendiri, bukanlah kedua orang tua kita. Guru saya pernah bercerita ada seorang pemuda yang lulusan jurusan X namun justru memilih menjadi seorang petani jambu biji.
Ibunya merasa sangat sedih dan menentang akan hal tersebut. Namun sang anak mengatakan kepada ibunya dan guru saya bahwa tak lama ia akan sukses dengan usahanya. Ia melakukan inovasi cara perawatan pohon jambu biji itu, sehingga dapat menghasilkan jambu biji yang bermacam-macam dalam satu pohon itu.
Dan benar adanya setelah beberapa bulan, ia berhasil menghasilkan banyak bibit tanaman tersebut. Dengan harga yang fantastis setiap per bibitnya, akhirnya sang ibu pun percaya dan bangga terhadap usaha anaknya serta mendukung usaha miliknya tersebut.
Dari cerita tadi, kita dapat mengambil pelajaran yang ada. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain, yakin lah pada passion yang kita miliki. Dan jika hal tersebut ditentang atau bahkan ditolak jangan lah kita langsung menyerah. Buktikan dan yakinkan lah kedua orang tua dan orang lain bahwa kita mampu melakukan hal yang hebat juga.
Tidak harus menjadi profesi X agar kita dihargai, disanjung, dan dihormati. Karena hakikatnya Tuhan menyiptakan manusia berbeda-beda. Setiap profesi memiliki kemuliannya masing-masing, dan setiap individu memiliki potensinya tersendiri.Â
Dan ingat bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Nah hal ini bisa menjadi sebuah motivasi dan cambuk untuk kita dalam mencapai mimpi.Â
Kemudian jika ada yang bilang bahwa sebelum memilih jurusan kita harus melihat peluang kerja dulu, hal tersebut memang lah benar. Tapi perlu diingat cocok kah kita dalam jurusan tersebut, atau sudah sesuai kah keahlian saya dengan jurusan tersebut. Jangan hanya mengejar iming-iming peluang kerja justru membuat kita masuk ke dalam hal yang memang bukan ranah kita. Dan jangan lupa terapkan mind site lebih baik bekerja 10 jam untuk mengejar mimpi sendiri, dari pada bekerja 8 jam untuk memenuhi mimpi orang lain.
Mirisnya sekarang masih tinggi angka pengangguran di usia produktif, ya karena pola pikirnya menjadi seorang pekerja bukanlah perintis. Oleh karena itu, mulai dari sekarang buktikan bahwa diri kamu mampu dan bisa memperoleh impian dengan caramu sendiri.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”