Hai sayang..?

Oh maaf, masih bolehkah aku memanggilmu "Sayang"?

Advertisement

Aku hanya ingin menyampaikan permohonan maafku, karena aku yang tak pernah mampu memahamimu, karena aku tak pernah bisa mengerti apa maumu, dan karena aku yang tak pernah berhasil menunjukkan rasa cintaku. Maafkan aku yang belum mampu mengimbangimu, maafkan aku yang belum dapat mengerti apa maumu.

Aku, hanya menyusahkanmu, menambah bebanmu, membuat kau kesal dan menyesal telah menjalin hubugan bersamaku. Aku tau kesalahanku yang selalu terulang lagi dan lagi. Aku tak bisa mengendalikannya, mengendalikan perasaan rindu akan sosokmu dan perhatianmu. Sehingga aku mengedepankan egoku dan akhirnya mencapai puncak kekesalan dan kejenuhanmu.

Aku bukannya tidak mencintaimu, aku sangat-sangat mencintaimu. Aku menyayangimu, dan aku menginginkanmu untuk menjadi teman hidupku selamanya. Tapi mungkin memang aku yang tak ahli dalam menunjukkan rasaku. Aku hanya wanita pendiam nan pasif dalam segala hal, terlebih dalam mencintaimu. Yang ku bisa hanya mengkhawatirkanmu secara berlebihan.

Advertisement

Ya, aku sadar, aku sadar kekhawatiranku berlebihan. Aku sadar aku terlalu banyak melarang. Aku sadar aku telah membuatmu tak nyaman.

Tapi percayalah, hal itu ku lakukan karena aku ingin menunjukkan kepedulianku, kepedulianku pada lelaki yang begitu aku sayangi, lelaki yang sangat-sangat aku cintai. Ku lakukan itu hanya karena kau adalah lelakiku, kau kekasihku, dan kau rumahku. Karena tak mungkin bagiku melakukan semua itu pada yang bukan siapa-siapaku.

Aku bersyukur, kamu telah hadir di hidupku.
Sesosok lelaki yang mampu mencuri hatiku.
Lelaki yang mampu membimbingku.
Lelaki yang pernah sangat mennunjukkan rasa cintanya padaku.

Tapi kini, lelaki itu perlahan pergi karena kesalahan yang ku buat sendiri.
Kesalahan yang menghantarkanku pada kehilangan.
Kehilangan sosokmu yang mampu membimbingku dan sangat mencintaiku.

Lewat tulisan ini,
aku hanya ingin kamu tau bahwa apa yang kita lalui kemarin telah banyak membuat perubahan di hidupku.

Denganmu, aku belajar banyak hal.
Denganmu, aku tau arti kehidupan.
Denganmu, aku belajar mencapai kedewasaan.
Denganmu, aku mendapatkan apa yang tidak pernah ku dapatkan dari lelaki lain yang pernah juga hadir di hidupku.

Kamu tahu? Kamu adalah sosok yang sangat berarti bagiku. Tapi mungkin, kamu yang tak menyadari.
Atau aku yang tak ahli berekspresi? Hmm, sungguh ku tak tau apa yang kini terjadi terhadapmu.
Yang ku tahu, aku telah mengecewakan dan membuatmu menjauh.

Dan kini, tidak adakah kesempatan lagi bagiku untuk memperbaiki segala kesalahan itu?
Sekali lagi, kumohon maafkan aku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya