Ahli Sembunyi

Pagi ini, hujan turun
Air hujan menguap menyebar aroma tanah, menenangkan
Rintiknya mengundang kenangan
Dinginnya hembusan angin yang menerpa hujan mengingatkanku padamu

Advertisement

Ingatkah dirimu pada semburat jingga yang kian memudar ditelan awan hitam pagi itu?
Kita berlindung dibawahnya, awan hitam
Matamu coklat berubah kelabu
Air matamu kau bendung menunggu air hujan jatuh

Rintik pun mulai menyentuh kulitku juga kulitmu
Air matamu sudah penuh
Benar saja, air hujan jatuh bersama air matamu
Kau pandai menyembunyikan air mata bersama air hujan
Kau pintar menyembunyikan isak tangis bersama suara jatuhnya hujan

Kau ahli menyembunyikan kesedihan

Advertisement

Oleh : Febriana Kurnia Fitri

Dibawah Lampu Pijar

Dibawah cahaya lampu temaram
Wajahmu muram
Mulutmu bungkam
Menginginkan seseorang untuk kau tikam

Malam itu kau membisu
Tak ada suara selain nafasmu yang memburu,
hati dan pikiranmu yang mungkin beradu
dan suaraku, juga hanya nafasku

Kepalan tanganmu memberi isyarat kau tak ingin aku
Aku berlalu membelakangimu
berharap kau memanggilku
atau sekedar mencaci maki kearahku

Suaramu parau,
Katamu,
"Aku lelah menunggu"

Oleh : Febriana Kurnia Fitri

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya