Teruntuk Masa Lalu

Ku berjalan menyusuri pantai.

Advertisement

Meluas menepi dihamparan ombak berdesir.

Semilir angin menghampiri.

Menyisiri hati yang ku singgahi. Bersajak tentang mu menyusuri waktu demi waktu yang setia menemani.

Advertisement

Berkali mencoba hapuskan,

Namun hati tetap tak bisa memungkiri. Terlalu unik cerita tentang kita. Terlalu rapuh tuk ku hapuskan.

Teruntuk masa lalu yang terindah…

Teruntuk masa lalu yang belum ingin menyudahinya…

Teruntuk masa lalu yang lekat dalam ingatan…

Syahdu bergelombang ikuti ritmenya.

Entah nantinya akan berakhir tertuju kepada mu atau tidak, dan semoga ku kepada semesta masih tetap sama.

Mungkin

Lengkungan dalam senyuman memiliki banyak arti.

Lengkungan dalam senyuman mampu meluruskan banyak hal.

Bahagiakah engkau disana ?

Seseorang yang pernah engkau singgahi hatinya,

Seseorang yang pernah hadir dihidupmu,

Seseorang yang tak engkau hiraukan,

Seseorang yang pernah engkau miliki,

Seseorang yang engkau cintai dalam hati diam,

Namun sulit tuk engkau memilihnya. Dan engkau membungkam seribu bahasa.

Mungkin, engkau mengira hatinya telah pulih.

Mungkin, engkau mengira ia telah menghapusmu.

Tetapi, Ia masih begitu menyayangimu.

Mungkin, engkau telah bahagia mengukir bahagiamu.

Tetapi, Ia masih dalam kepasrahannya melepasmu.

Dalam lekuk senyumnya…

Ia beranjak menata kepingan dan serpihan sendiri hatinya, Hati yang masih sama mendambamu.

Menggantungkan harapnya hanya kepada Tuhan.

Dan mungkin bila nanti…

Jika engkau masih menjadi bagian takdirnya.

Kita kan bersatu kembali dengan segenap kepercayaan

Kita kan bertemu kembali dengan segenap kasih. Tanpa menghakimi.

@anggungerardine

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya