Teruntuk sahabatku yang dulu selalu dekat denganku,

Mungkin dulu aku selalu meyakini bahwa perasaan menjadi terasa jauh hanya karena terpisah ribuah bahkaan jutaan kilometer secara fisik saja. Suatu kondisi dimana kita tidak bisa lagi untuk saling menemui dan bertegur sapa sesering dulu saat kita masih dekat.  Namun, kini ku sadari bahwa munculnya perasaan terpisah jauh itu bukan hanya sekedar terpisah oleh jarak dalam satuan kilometer saja. Bahkan kita yang masih sering bertemu pun bisa merasa terpisah begitu jauh karena visi misi hidup yang tak lagi sama. Kini kau dan aku sama-sama saling berjuang dan saling berlari. Namun, kita berjuang dan berlari untuk hal yang berbeda dan ke arah yang berbeda pula.

Advertisement

Mungkin apa yang menjadi visi misi hidupku bukan bagian dari visi misi hidupmu. Dan begitu pula sebaliknya. Sehingga perjuangan kita tak pernah memiliki titik temu. Tak jarang aku ingin kembali seperti dulu. Walaupun jarak ribuan kilometer memisahkan kita, namun kita masih merasa dekat dan merasa selalu ada untuk satu sama lain. Namun, aku juga tidak mungkin untuk belari kembali ke masa lalu untuk mengulang semua yang telah berlalu.

Egoiskah aku yang selalu berharap agar kita selalu dekat dalam jarak maupun dalam rasa? Sedangkan aku sendiri menyadari bahwa hidupmu bukan hanya tentang aku saja. Ada banyak cita-cita dan target hidup yang ingin kamu perjuangkan sampai titik darah penghabisan. Begitu pula dengan diriku.

Namun,bagaimana pun aku juga tidak bisa memungkiri kata hati yang menginginkan agar kita selalu dekat seperti saat kita baru saling mengenal dulu. Aku rindu saat-saat tertawa bersama menikmati senja sebelum perpisahan itu tiba. Aku rindu dengan semua perjuangan yang dulu pernah kita lakukan bersama-sama. Aku rindu dengan semua hal yang pernah kita lakukan bersama-sama kala itu.

Advertisement

Mungkin, saat ini aku tidak bisa memaksamu untuk dekat seperti dulu lagi. Aku harus bersabar pada keadaan ini dan mencoba memahamimu yang sedang memperjuangkan semua yang ingin kau wujudkan dalam hidupmu. Namun, aku sangat berharap suatu saat nanti kita bisa kembali dekat seperti dulu lagi. Kita bisa bercanda tawa dan berbagi sejuta cerita di bawah langit senja. Sehingga segala kerinduan dalam dada bisa terobati semuanya. Dan aku akan selalu setia menunggu hingga saat itu tiba.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya