Review Film The Call yang Lagi Hits di Netflix: Jangan Coba-coba Mengubah Takdir!

Review The Call

Film terbaru Park Shin Hye dan Jeon Jong Seo berjudul "The Call"  akhirnya tayang secara online di Netflix. Film ber-genre thriller ini sudah bisa disaksikan sejak 27 November 2020 setelah sebelumnya mengalami beberapa kali penundaan jadwal rilis di bioskop karena situasi pandemi.

Advertisement

The Call menceritakan Seo Yeon (Park Shin Hye) seorang gadis 27 tahun yang terus menerima telepon misterius ketika dia kembali pulang ke rumah lamanya. Sosok penelepon ternyata adalah wanita yang tinggal di rumah yang sama pada 20 tahun lalu bernama Young-sook yang diperankan oleh Jeon Jong-seo. Sehingga bisa dikatakan komunikasi yang berlangsung diantara keduanya merupakan komunikasi lintas waktu.

Kenyataan perbedaan jeda tahun yang terjadi didorong segala latar belakang masalah yang mereka miliki, membuat mereka akhirnya tertarik untuk mengubah takdir mereka dengan harapan bisa mengubah kehidupan mereka untuk selamanya.

Film ini berdurasi 112 menit ini menceritakan dua latar waktu berbeda yang berjalan secara paralel, yaitu tahun 2019 di mana merupakan era kehidupan Seo Yeon dan era kehidupan Young Sook di tahun 1999. The Call menerapkan konsep perjalanan waktu yang dikemas dengan formulanya sendiri dan menjadi sebuah cerita original yang sangat menarik. Lee Chung Hyeon sebagai penulis naskah berhasil menyajikan cerita dengan cara kerja yang konsisten dan tetap membawa nalar dari cara kerja hukum waktu di film ini.

Advertisement

Kunci dari cerita ini adalah interaksi jarak jauh antara Seo Yeon dan Young Sook. Komunikasi keduanya melalui sebuah telepon menjadi penentu perjalanan dari plot satu ke plot berikutnya. Dua karakter utama ini memiliki penokohan yang cukup kuat, terutama Young Sook. Di mana karakter Young Sook yang berada di masa lalu, ibarat memiliki 'kekuasaan' atas kehidupan Seo Yeon, dia bisa melakukan apapun yang dapat mengubah masa depan Seo Yeon. 

Sementara Seo Yeon merupakan karakter yang emosional dan sedikit ceroboh. Hal tersebut yang akhirnya membuat dia terjebak dalam situasi yang mengancam garis takdirnya. Kedua karakter utama memiliki perkembangan interaksi yang menarik untuk diikuti. Mulai dari komunikasi polos sesama perempuan yang kesepian, hingga menjadi pertarungan yang mengancam nyawa masing-masing.

Advertisement

Rasa takut dan sensasi merinding dalam film juga dibangun dengan ketegangan yang bertahap seiring kita semakin mengenal pendalaman dari semua karakter. Perlahan kita akan dihimpit oleh ketakutan, gereget dan ketegangan yang intens secara terus menerus bahkan hingga akhir film.

Jeon Jong Seo berhasil menghidupkan karakter seorang anak depresi yang kemudian berposes menjadi sosok mengerikan yang mulai memberontak dan terus menerus meneror Seo Yeon tentang kejelasan nasibnya di masa depan. Park Shin Hye seperti biasa selalu memukau dengan pendalaman dari setiap karakter yang dia mainkan, dan membuktikan kalau dia benar-benar mampu memainkan karakter apapun.

Selain akting para aktrisnya, aspek film lainnya ini juga sangat memiliki peran penting dalam membawa mood The Call menjadi sesuai dengan yang penonton rasakan ketika menontonnya. Yaitu permainan warna dan filter pada setiap frame. Hal detail ini bisa kita lihat dari tone yang ditampilkan dalam frame Young Sook yang memiliki warna kekuningan. Tidak hanya untuk menegaskan latar waktu di masa lampau, warna ini mewakilkan suasana suram dan akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dan gelisah. Dan juga terdapat warna merah yang mewakili perasaan amarah yang dimiliki Young Sook.

Sementara frame Seo Yeon lebih dominan dengan warna kelabu. Sama-sama memberikan vibe yang suram, namun jenis suram yang berbeda. Warna kelabu di dunia Seo Yeon lebih terasa dingin, hampa, dan sepi. Sesuai dengan perasaan Seo Yeon yang masih merasa kehilangan ayahnya. Warna abu-abu juga lebih sesuai mempresentasikan dunia modern dengan warna monochrome seperti hitam, putih, dan abu-abu. Dan beberapa warna lain yang digunakan untuk menimbulkan emosi tertentu.

Berlatar waktu yang berbeda namun berada di tempat yang sama juga membuat tim produksi beberapa kali mengubah set dengan segala detailnya yang disesuaikan dengan timeline kehidupan Seo Yeon dan Young Sook yang berubah-ubah, terutama set rumah yang ditinggali keduanya di latar waktu yang berbeda.

Alih-alih mendapat akhir yang jelas dan bahagia, penonton sepertinya diminta untuk berpikir keras secara mandiri dengan takdir kehidupan seperti apa yang akhirnya dijalani oleh Seo Yeon dan Young Sook. Kita bisa jadi kesal atau bahkan memiliki imajinasi sendiri terhadap akhir yang disajikan.

Secara garis besar, The Call merupakan tontonan yang highly recommended, dengan konsep misteri, thriller yang sangat membuat penasaran di setiap babak ceritanya. Film karya sutradara Lee Chung Hyeon ini sudah bisa disaksikan di Netflix mulai 27 November 2020.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE