Kehamilan makan waktu 9 bulan lamanya. Umumnya bunda dan ayah hanya berfokus pada kesehatan janin saja tanpa peduli apa yang harus dilakukan kalau buah hati sudah lahir. Sebenarnya tidak salah, hanya saja kalau masa depan tidak dipersiapkan dengan baik, beban merawat bayi nantinya akan semakin berat. Tips ibu hamil seharusnya juga menekankan langkah-langkah persiapan kelahiran di luar janin itu sendiri.

Cara membesarkan anak tentu berbeda satu sama lain. Tapi pada dasarnya bayi memiliki kebutuhan yang secara garis besar serupa. 9 Bulan bukan waktu yang sebentar, karenanya akan sangat baik untuk melakukan kesiapan merawat bayi. Percayalah, pada saat bayi lahir, hal paling sepele sekalipun bisa terasa sangat berat.

1. Bra menyusui

Perempuan pasti sudah menyadari betapa tidak mudahnya menyusui. Dada yang kian membesar, dengan air susu bunda yang sudah tak jarang merembes keluar bikin berantakan. Kalau dipikir dalam kondisi tenang, solusi air susu bunda ini sangat mudah, toh sudah ada yang namanya bra menyusui.

Mencari bra menyusui yang nyaman sebenarnya tidak susah. Justru kondisi mencari bra jadi tantangan kemungkinan besar karena memang bunda sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam waktu singkat ketika bayi sudah lahir. Membeli bra menyusui di kala hamil tentu lebih rileks karena tidak ada yang diburu. Ketika bayi lahir, tinggal pakai, deh.

Advertisement

2. Cuci baju bayi dengan air hangat

Bukannya menjelekkan pusat perbelanjaan, tapi tahu sendiri tidak ada jaminan baju yang dijual benar-benar bebas kuman. Logika saja, mulai dari pengiriman hingga ada konsumen tiba, beragam tangan yang tidak jelas dipakai buat apa, menyentuh tiap inci pakaian bayi. Apalagi kalau bunda lagi irit dan memilih baju bayi diskonan untuk hari persalinan. Kuman dan bakteri tidak pernah tahan dengan air hangat. Bahkan, perabotan bayi sebaiknya dibersihkan menggunakan air panas supaya lebih bersih. Sayangnya, pakai jet pump sekalipun, akses air panas kurang cepat sehingga kalau harus mengurus bayi sambil memikirkan sterilisasi baju menggunakan air panas, pasti bikin pusing. Lain cerita kalau bunda memang sudah persiapan sebelum si kecil lahir.

3. Ikuti pelatihan

Bicara mengenai bisnis, ibu hamil sebetulnya peluang yang sangat besar. Manusia itu mahluk dinamis, dan merawat anak kecil tidak semudah membalik telapak tangan. Beragam pelatihan entah dalam bentuk seminar, atau kelas senam sudah banyak ditawarkan dengan beragam harga yang kadang masuk akal sampai tidak. Terlepas dari masalah biaya, perusahaan jasa sebisa mungkin tidak akan mengecewakan konsumen. Sangat kecil kemungkinan kalau ilmu atau kelas yang diberikan hanya bermanfaat abal-abal alias percuma. Dibanding menghadapi bayi dengan kepala kosong, tak tahu apa yang sedang terjadi, bukankah lebih baik luangkan waktu sebelum persalinan untuk mengetahui lebih lanjut?

4. Pakai double matras

Bulan pertama bayi lahir, pasti akan terasa seperti camp tentara. Apalagi kalau bayi sudah ngompol dan menangis tengah malam, duh, mata saja belum mampu terbuka. Keberadaan matras water proof alias anti air belum tentu meringankan beban bunda pula. Lengketnya pipis dan melebar kemana-mana membuat matras paling mahal sekalipun butuh diganti.

Daripada bunda pusing mengganti matras dengan mata mengantuk dan mood yang jelek, alangkah enaknya kalau matras bisa diganti secara otomatis. Sediakan saja 2 matras yang ditumpuk, dan kalau butuh diganti tinggal ditarik. Tentu saja susunan ini akan sangat sulit kalau bayi sudah terbiasa berbaring, lain cerita bila bunda memang sudah menyiapkan diri sebelum buah hati lahir.

5. Sediakan pakaian yang lebih besar

Salah satu kekhawatiran bunda adalah pembesaran badan usai melahirkan. Memang betul, usai bersalin badan belum tentu kurus secara instan, diperlukan olahraga rutin dengan pola makan sehat. Pakaian di lemari belum tentu cukup di badan, dan kadang bikin kesal plus depresi karena badan yang sulit diatasi. Tidak ada yang salah dengan badan yang membesar. Ingat, semua tubuh itu cantik, tinggal ada pakaian yang pas atau tidak.

Sangat disarankan bunda meluangkan waktu untuk belanja pakaian dengan ukuran tanggung, alias tidak terlalu besar namun juga tidak pas. Dengan demikian, saat pakaian lama bunda tidak cukup, tidak perlu memaksakan diri memakai pakaian kehamilan yang pastinya super kebesaran.

6. ‘Gladi resik’ di rumah sakit

Secanggih apapun prediksi hari persalinan, tidak menutup kemungkinan detik dan menit ini juga air ketuban akan pecah. Wajar saja, sulitnya mengukur kapan sel dan sperma saling membuahi secara pasti membuat dokter hanya bisa menyampaikan estimasi saja. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa kehamilan terasa lebih cepat atau malah lebih lama beberapa hari setelah terhitung 9 bulan. Tegang karena kehamilan pertama itu wajar. Umumnya persalinan dilakukan di rumah sakit, namun tidak sedikit yang memakain dukun kandungan.

Manapun pilihan bunda, gladi resik itu sangat penting. Artian gladi resik bukan berarti bunda pura-pura melahirkan, melainkan mempelajari rute menuju ruang persalinan. Jalan-jalan saat hamil tidak harus sekadar membuang waktu kalau bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih penting. Gandeng saja suami berkeliling rumah sakit, dan pelajari betul di mana letak parkir terdekat menuju persalinan, atau rute tercepat menuju tempat bersalin legkap dengan kendaraan yang digunakan.

Meskipun terdengar remeh, tips-tips ibu hamil satu ini sangat membantu di hari ‘H’ nantinya.