aku, kamu dan semarang

Tidak pernah terbersit dalam benakku untuk menginjakkan kaki dikota ini, yaa… Semarang kota dengan sejuta kisah. Aku tidak pernah memikirkan untuk melanjutkan studi disini, karena aku memliki kota impian yang lain. Tidak pernah membayangakan kalau diriku akan tinggal dalam beberapa waktu di sini.

Tidak pernah berharap ada di sini, dan menurutku suatu kemustahilan untuk sampai dikota ini. Dengan berbagai proses, drama, rasa dilema, takut, kemustahilan, semua itu berakhir saat kakiku berpijak dikota ini.

Advertisement

Awalnya, aku tak begitu menyukai beberapa hal dari di kota ini, salah satunya makanan yang dominan manis, dan bahasa yang tak begitu ku mengerti semua itu membuatku tidak nyaman, dan sesekali terpikir olehku untuk kembali ke kampung halaman tercinta.

Tapi apa daya karena keadaan keluargaku yang sederhana mengharuskan aku untuk tetap bertahan dan aku adalah seorang anak yang memikirkan perasaan orang tuaku, akhirnya aku memilih bertahan dan menjalani kehidupan dengan setengah hati. Karena setengah hatiku ku tinggalkan di rumah tercinta.

Hari demi hari aku lalui, tanpa tau kapan aku mulai jatuh, jatuh cinta dengan kota ini, mulai menyukai makanan-makanan yang ada dikota ini, makanan yang mungkin tak pernah aku makan ketika ditempat tinggalku, mengerti bahasa mereka dan mulai menggunakannya dengan orang disekitar walau terkadang salah dan mereka sesekali menertawakanku, karena semua butuh waktu yang lama.

Advertisement

Hingga suatu waktu aku jatuh cinta dengan seoarang pria, pria yang bukan berasal dari kota ini, kami berasal dari satu daerah yang sama. Tapi Tuhan mempertemukan kami di kota Semarang, aku sering menyebutnya kota sejuta kisah.

Pria yang sebelumnya sudah lama aku kenal, sudah sering bersama bahkan sering bercanda tawa, dan sesekali kami sering juga berebeda pendapat. Aku tak pernah menyangka kalau aku akan jatuh hati padanya, karena memang aku tak ingin jatuh hati padanya kala itu.

Aku tidak tahu apa yang membuat aku jatuh hati padanya. Dia seorang yang rupawan bukan, seorang yang tajir juga bukan. Entahlah, yang aku tau aku senang ketika bersamanya, aku bahagia ketika berbicara dengannya, aku suka melihat matanya, dan aku merasa nyaman ada di dekatnya.

Suatu hari dia memberiku sebuah hadiah, hadiah yang tidak begitu mahal. hadiah yang sederhana tapi sangat berarti untukku. Dia memberiku buku kecil berwarna coklat yang sampai sekarang aku jadikan seperti sosok dirinya. Aku bisa menceritakan semua hal didalam buku coklat itu, terlebih tentang kisah ku dengannya.

Rasa bahagia, rasa haru, senang, sedih, marah, kesal semua aku tuliskan dalam buku coklatku itu. Sampai pada suatu saat dia menuliskan suatu kalimat dibuku coklatku . "That you will be my wife" itulah kalimat yang ia tuliskan untukku, seketika itu juga hatiku terharu, bahagia dan banyak lagi rasa yang tak bisa diungkapkan kala itu.

Sejak saat itu kami mulai membangun suatu hubungan yang akan kami bawa ke pernikahan dan hari-hariku dipenuhi dengan kasih sayang dan cinta. Di sini adalah tempatku bertemu dengan dia. Di sini adalah kota yang penuh dengan sejuta kisah untukku maupun untuknya.

Setiap hari kami lalui bersama di sini, kota yang sebenarnya panas tapi aku tetap bersykur berada di kota ini, kota yang tidak akan ku lupakan, kota yang memberi banyak rasa, kota yang banyak mengajariku tentang apapun itu.

Kota yang nantinya akan ku ceritakan kepada anak-anakku betapa berartinya kota ini dalam kehidupanku dan betapa banyaknya kisah yang aku lalui di sini, dan ketika nanti aku harus pergi dari kota ini, kupastikan aku akan merindukan kota ini dan ku pastikan akan kembali untuk sekedar mengenang kisah tentang aku dan kamu.

Semarang, Kota sejuta kisah

Lts.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya