Resign dari sebuah pekerjaan adalah salah satu hal yang sulit untuk aku lakukan, meskipun banyak hal juga yang membuatku badmood mengenai pekerjaan. Mulai dari complain dari pelanggan, selisih uang penjualan sampai selek dengan rekan kerja. Banyak banget kan masalahnya?

Oke aku jelaskan apa pekerjaanku dan detail job desknya. Aku bekerja di salah satu perusahaan distribusi air mineral dengan merk cukup terkenal di Indonesia. Posisiku sebagai Customer Relation membuatku bersinggungan langsung dengan pelanggan. Terkadang ada yang complain sambil marah – marah, terkadang ada juga sampai sangat sopan, ada juga yang sampai jadi teman curhat. Ini beneran terjadi loh.. Aku cukup dekat dengan para pelangganku. Aku menganggap para pelanggan adalah rekan kerjaku, mitraku, bahkan kadang aku menganggap mereka sebagai atasanku. Mereka sangat penting bagiku. Dan ketika berita tentang pengunduran diriku terdengar oleh mereka, mereka langsung menelpon untuk menanyakan kebenarannya. Ada yang melarangku, ada juga yang memberiku nasehat, duhh aku jadi sedih..

Advertisement

Selain itu, aku juga menangani pelanggan yang membeli produk di kantor, terkadang ada pelanggan yang amat baik hati yang memberi uang tip, kue, buah, sayuran bahkan bolu ketika aku berulang tahun. Terima kasih pak atau bu, aku tidak akan melupakan kebaikan kalian. Namanya suka pasti ada dukanya, pernah suatu kali setoran penjualanku minus sampai Rp. 300.000 dan mau tidak mau aku harus menggantinya.

Masalah dengan rekan kerja? Banyakkk!! Tapi aku tidak terlalu ambil hati karena kantor ini sudah aku anggap rumah keduaku dan rekan – rekanku adalah saudaraku sendiri. Disini aku punya dua sepupu cewek, Teh Dea dan Teh Ika (disini hanya ada 3 orang cewek termasuk aku), dua Sepupu cowok, Aziz dan Tebe. Serta Om, Bapak dan Ibu yang tidak terhitung banyaknya. Mereka sudah seperti keluargaku.

Segala macam masalah di kantor ini aku anggap sebagai dinamika di tempat kerja dan aku yakin bisa mengadapinya. Aku selalu berpikir ini akan berujung dengan baik dan akan membuatku lebih dewasa.

Advertisement

Tapi kali ini aku menyerah, banyak yang menganggap keputusanku resign karena hal sepele. Aku tidak peduli. Berawal dari perdebatanku dengan seorang rekan yang menyebutkan sebuah kalimat yang mengandung dua kata yaitu “ibu” dan “meninggal”. Kalian boleh berspekulasi tentang apa rangkaian kalimat tersebut. Aku tidak mau menyebutkannya, karena menurutku, kalimat itu adalah salah satu kalimat paling jahat yang pernah ku dengar. Sebelumnya ia memang sering mengataiku tentang macam – macam tapi aku tidak mngiraukannya, kali ini aku benar – benar tidak bisa terima. Lebih baik aku resign dari pada harus bekerja sama dengan orang seperti itu. Terserah jika ia menganggap bahwa ia menang, dan aku kalah, sekali lagi ku tegaskan “AKU TIDAK PEDULI”

Aku hanya berdoa semoga suatu hari nanti orang tersebut dibukakan pintu hatinya oleh Allah agar ia tau arti penting kata “ibu” sehingga ia tidak lagi bermain – main dengan kata tersebut. Karena bagiku kata “ibu” tidak sebecanda itu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya