Ramadhan selalu menjadi momentum yang sangat dinantikan. Ia menjadi tamu kehormatan sudah berabad-abad lamanya. Dan kita tidak pernah bosan untuk menyambutnya dengan suka cita. Seolah kita sudah siap dengan keberadaannya selama satu bulan ke depan.

Bagi umat Islam, kedatangan bulan Ramadhan untuk yang kesekian kalinya adalah suatu anugrah yang luar biasa. Artinya Allah Subhanahu Wa Ta'ala masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki kualitas ibadah yang masih terbilang berantakan.

Advertisement

Harapannya setelah keluar dari bulan Ramadhan maka setiap dari kita akan memiliki kualitas keimanan dan ketaqwaan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Namun, seringkali kita melupakan hal yang sangat penting ketika Ramadhan akan tiba. Ialah bekal. Sebagaimana dikatakan oleh Ahmad Rifa'i Rif'an bahwa layaknya seorang pengelana bijak, maka sebelum berangkat berkelana ia pasti akan mempersiapkan segala bekal yang diperlukan dalam perjalanannya.

Begitu pula dengan seorang Muslim, saat ia akan berkelana melintasi Ramadhan maka segala bekal harus dipersiapkan dengan baik. Nah, apa saja sih bekal persiapan sebelum berkelana melintasi bulan yang penuh dengan maghfirah tersebut?

Advertisement

Dalam buku "Ramadhan, Maaf, Kami Masih Sibuk" karya penulis Ahmad Rifa'i Rif'an, disebutkan ada 3 perbekalan yang setidaknya perlu dipersiapkan bagi setiap umat Islam sebelum menghadapi bulan Ramadhan. Apa saja sih? Yuk simak dengan baik-baik yaaa!

1. Berdoa

Dalam buku tersebut, berdoa menempati urutan pertama sebagai perbekalan setiap Muslim sebelum berkelana melintasi Ramadhan. Mengapa? Karena tidak semua orang dapat atau diberi kesempatan untuk bisa bertemu dengan bulan Ramadhan.

Mengingat yang namanya ajal atau kematian datangnya tak bisa di tebak. Meskipun kehadiran Ramadhan tinggal menghitung minggu, hari, atau jam saja, bisa jadi beberapa saat sebelum Ramadhan tiba, malaikat Izrail-lah yang datang bertamu lebih dulu. Maka yang demikian itulah berdoa menempati urutan yang pertama.

Kita dianjurkan untuk senantiasa berdoa agar Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempertemukan kita dengan Ramadhan. Dan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah sebagi berikut: "Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan" (HR. Ahmad dan Tabrani).

2. ‎Merancang Agenda

Bekal selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah rancangan agenda. Mengapa? Karena Ramadhan itu sebentar. Meski ia akan tinggal selama 29 atau 30 hari, namun itu akan berlalu dengan cepat tanpa kita menyadarinya.

Sehingga, penting untuk membuat rancangan agenda yang berisi kegiatan-kegiatan yang padat amal. Selain itu beragam kegiatan tersebut usahakan adalah kegiatan yang bermanfaat, memberi efek positif, dan tentunya menambah ketaatan serta keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Supaya Ramadhan kita tidak menjadi sia-sia dan menyesal ketika sudah keluar dari sana.

3. ‎Taubat

Persiapan berikutnya adalah membersihkan diri dari dosa. Ini bukan tradisi padusan yang beredar di kalangan masyarakat lho ya. Hehe. Maksud dari membersihkan diri dari dosa adalah dengan memohon ampunan dan meminta maaf atas segala dosa dan kesalahan yang sudah pernah diperbuat. Baik itu kepada Allah, maupun kepada sesama.

Terkait dosa kepada Allah, kita dapat melakukannya dengan berintrospeksi diri. Merenungkan semua dosa yang sudah pernah kita lakukan meskipun itu kelihatannya kecil. Sedangkan dosa terhadap sesama, maka lapangkanlah hati untuk meminta maaf kepadanya.

Sehingga ketika nanti Ramadhan sudah datang, selain diri sudah bersih dari tumpukan dosa, diri kita juga sudah benar-benar siap untuk berjalan melintasinya selama satu bulan ke depan.

Semoga dengan tiga persiapan tersebut, kita diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kesempatan (lagi) untuk yang kesekian kalinya agar dapat bertemu dengan Ramadhan di tahun ini.

Dapat memaksimalkan setiap detik waktu yang ada untuk banyak beramal kebaikan dan memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang jernih dan jiwa yang bersih. Sebab segala dosa yang menutupi hati dari cahaya Illahi telah meluruh oleh taubat dan istighfar yang tulus serta ikhlas dari dalam hati.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya