Sifat dan Temperamen Anjing Akita, Si Hachiko dari Jepang

Mengenal Anjing Akita, Si Hachiko dari Jepang

Dunia dibuat jatuh cinta dengan ras anjing Akita melalui kisah Hachiko yang melegenda sejak abad ke-18. Alkisah, seorang professor bernama Hidesaburo Ueno memiliki seekor anjing Akita yang selalu menunggu dirinya pulang kerja di Stasiun Shibuya, Tokyo. Anjing berbulu kuning keemasan dengan ekor melengkung ini diberi nama Hachiko. Kesetiaan Hachiko terhadap professor Ueno disadari oleh semua pegawai stasiun. Mereka pun mengagumi dan menyayangi anjing lucu yang enerjik ini. Malangnya, Hachiko terpaksa berpisah dengan Ueno saat sang professor meninggal akibat penyakit brain haemorrhage yang menyerang tanpa aba-aba.

Advertisement

Hachiko dengan kesetiannya yang tak terkira, tetap menunggu Ueno di depan Stasiun Shibuya hingga 9 tahun setelah kematiannya. Hingga akhirnya Hachiko sendiri menyusul manusia favoritnya di surga pada tahun 1935. Ia pun dimakamkan di samping Ueno di kompleks pemakaman Aoyama. Kisah mengharukan ini melekat di hati masyarakat Jepang hingga akhirnya diabadikan dalam bentuk monument Hachiko. Hingga kini terdapat 3 patung Hachiko: 2 di antaranya berlokasi di depan Stasiun Shibuya dan 1 di Stasiun Odate yang merupakan kampong halaman anjing lucu ini. Yup, Hachiko adalah anjing ras Akita (秋田犬) yang endemik di Jepang. Kabar tentang kesetiaan Hachiko membentuk citra anjing Akita sebagai ras yang amat setia, patuh, dan pandai bersosialisasi. Nah, seperti apa sih sifat bawaan dan temperamen ras Akita yang sesungguhnya? Mari kita bahas.


Sejarah Ras Anjing Akita


Sifat dan temperamen anjing diturunkan dari leluhurnya. Meski telah dikawinsilangkan dengan jenis anjing lain, setiap ras pasti membawa karakter khasnya tersendiri. Karenanya kita harus mengetahui silsilah dan sejarah lahirnya ras anjing untuk bisa memahami sifat dan temperamennya. Nah, menurut catatan sejarah, Ras anjing Akita berasal dari Tohoku, daerah yang terletak paling utara di Jepang. Kampung halaman nenek moyang ras Akita adalah kota Odate dan wilayah pedesaan di Perfektur Akita.

Advertisement

Dr Toru Uchida dalam bukunya yang berjudul 'The Book of Dogs' menyimpulkan bahwa anjing Akita muncul secara alamiah dan bukan hasil pengembangbiakkan yang sengaja dilakukan manusia. Di era Tokugawa (1612-1868), ajang adu anjing sangat populer dan diminati masyarakat. Pada masa itulah, tepatnya sekitar tahun 1630, anjing-anjing berukuran sedang seperti Akita Matagi yang biasa digunakan untuk berburu, mulai dijadikan anjing aduan. Ras Akita Matagi inilah yang dipercaya menjadi asal muasal ras Akita Inu yang ada sekarang ini.

Pada era itu, Akita Inu hanya boleh dimiliki oleh Shogun, sang pemimpin kekaisaran. Ia menggunakan Akita Inu untuk melacak hewan buruan seperti rusa, antelop, babi hutan, dan lainnya. Pada Era Tanmei (1783), terjadi bencana kelaparan parah di Jepang yang merenggut nyawa ribuan orang. Kondisi menyebabkan ketidakstabilan social di tengah masyarakat sehingga orang-orang memerlukan anjing penjaga untuk melindungi dirinya. Pada saat itulah, Akita Matagi berubah fungsi dari anjing petarung dan anjing pemburu menjadi anjing penjaga.

Advertisement


Sifat dan Temperamen Anjing Akita


Dinamika masyarakat Jepang memberikan dampak signifikan pada fungsi dan karakter Anjing Akita. Saat ras ini popular sebagai anjing aduan, ia dilatih untuk menjadi hewan yang agresif, tahan luka, dan tidak mengenal rasa takut. Sisi liar dan buas sangat diasah. Ketika berubah menjadi anjing pemburu, Akita Inu dilatih untuk mempertajam indera penciuman dan pendengaran untuk melacak buruan. Di sini, sisi liarnya mulai ditekan agar ia mau patuh dan membantu tuannya. Lalu peradaban berubah kembali sehingga peran Akita Inu ikut berganti. Sebagai anjing penjaga, ia dilatih untuk mematuhi instruksi, meredam kebuasannya, dan menjalin ikatan emosional dengan pemiliknya.

Ketiga periode ini memberikan sumbangsih signifikan dalam pembentukan karakter dan temperamen Akita Inu yang ada saat ini. Ia menjadi ras anjing yang berani, patuh, berinsting tajam, dan setia. Namun, ras anjing ini tidak disarankan bagi para pemilik anjing pemula. Sifatnya yang independen dan sedikit keras kepala kemungkinan besar akan membuat pemilik anjing pemula mengalami kesulitan dalam melatihnya. Temperamennya sebagai anjing adu juga tidak dapat sepenuhnya menghilang. Jika tidak dilatih bersosialisasi sedari kecil, Akita Inu akan tumbuh menjadi anjing yang ganas dan agresif.

Ia juga dikenal sebagai anjing yang agak tertutup dan tidak mudah bersosialisasi dengan anjing lain, terutama yang memiliki jenis kelamin sama. Maka sangat disarankan agar pemilik selalu memasang tali harness saat mengajaknya jalan-jalan.

Seperti itulah sedikit gambaran tentang sifat dan temperamen ras Anjing Akita. Jenis ini sangat cocok bagi Anda yang membutuhkan seorang teman setia nan cerdas dan berani. Ia sangat mungkin untuk dijadikan soulmate siapa saja, asalkan dididik dengan pelatihan yang tepat sejak bayi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE