STOP Body Shaming! Kenali Bentuk dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental

Sadarkah anda? Tanpa disadari sering dilakukan oleh orang-orang dan bahkan tidak sedikit orang menganggap body shaming hanya sebuah candaan. Meski tidak dilakukan secara kontak fisik yang merugikan, body shaming termasuk jenis perundungan secara verbal atau lewat kata-kata dan bahkan bisa dilakukan lewat sosial media.

Perilaku body shaming dapat menjadikan seseorang semakin merasa tidak aman dan tidak nyaman terhadap penampilan fisiknya dan mulai menutup diri lingkungan sekitarnya. Jika dilakukan secara terus-menerus dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Apa saja bentuk-bentuk body shaming? Terdapat berbagai macam, diantaranya yaitu:

1. Fat Shaming

Merupakan bentuk body shaming yang paling populer atau sering dilakukan. Fat shaming adalah komentar negatif terhadap orang-orang yang memiliki badan gemuk atau plus size. Orang-orang yang terkena dampak fat shaming ini sering kali merasa tertekan dan bahkan melakukan diet yang ekstrim yang tentu saja dapat membahayakan diri sendiri.

2. Skinny / Thin Shaming

Yang merupakan kebalikan dari fat shaming tetapi memiliki dampak negatif yang sama. Bentuk body shaming ini lebih diarahkan kepada perempuan, seperti dengan mempermalukan seseorang yang memiliki badan yang kurus atau terlalu kurus. Hal ini seringkali menyebabkan rasa insecure dan tidak percaya diri pada seseorang.

3. Rambut Tubuh / Tubuh berbulu

Body shaming dengan menghina seseorang yang dianggap memiliki rambut-rambut berlebih di tubuh, seperti di lengan ataupun di kaki. Terlebih jika terjadi pada perempuan akan dianggap tidak menarik jika memiliki tubuh berbulu.

4. Warna Kulit

Bentuk body shaming dengan mengomentari warna kulit ini juga sangat sering dilakukan. Seperti warna kulit yang terlalu pucat/putih dan warna kulit yang terlalu gelap, orang lain menganggap warna kulit yang terlalu putih atau terlalu gelap adalah tidak wajar.

Selain berdampak pada kesehatan mental seseorang, terlebih lagi tindakan ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental para korban dari body shaming, apalagi pada masa remaja yang masih memiliki kecenderungan labil yang mudah terpengaruh oleh perkataan orang lain. Dampak yang lebih parah akibat perilaku body shaming ini dapat mengakibatkan anorexia nervosa pada korban.

Menurut American Psychiatric Assosiation, anorexia nervosa adalah suatu kesalahan dalam memandang bentuk atau berat badan yang dimiliki. Seseorang yang mengalami gangguan ini memperlihatkan ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan, sehingga individu tersebut cenderung melakukan penolakan terhadap berat badan yang terbilang normal berdasarkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Anorexia nervosa ini juga merupakan salah satu jenis gangguan pola makan atau yang biasa disebut dengan eating disorder.

Itulah bentuk-bentuk body shaming yang sering kali tidak kita sadari ternyata tidak hanya menyakiti hati orang lain namun juga memiliki efek yang buruk bahkan mengakibatkan gejala anorexia nervosa. Bagaimana? Apakah pernah mengalami hal tersebut?

ADVERTISEMENTS

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis