Banyak orang-orang yang ingin memiliki tubuh yang sempurna, ditambah lagi dengan kritikan-kritikan dari orang sekitar kita atau yang sering di sebut dengan body shaming. Body shaming merupakan bentuk dari tindakan mengomentari fisik, penampilan, atau citra diri seseorang baik di lakukan oleh orang lain atau pun terhadap diri kita sendiri. Body shaming itu sendiri ada berbagai macam, pertama ada fat shaming, fat shaming adalah komentar negatif terhadap orang orang yang memiliki badan gemuk atau plus size. Ada juga thin shaming yaitu komentar negatif terhadap orang orang yang memiliki badan kurus.

Pada kali ini kita akan ngebahas tentang fat shaming, contoh-contoh fat shaming dapat kita lihat di kehidupan kita sehari hari, contoh “ih lo gendutan ya, diet dong makanya” “tuh pipi apa bakso bulet banget” contoh seperti ini sering kali kita dengar sehari-hari. Banyak orang yang mengangap fat shaming sebagai becandaan atau iseng, namun sering kali kita tidak tahu bahwa komentar komentar tersebut dapat berpengaruh kepada orang yang kita komentari dan diri sendiri.

Advertisement

Salah satu dampak yang sering terjadi adalah orang yang di komentari tersebut atau yang di sebut sebagai body shamers akan mulai diet ketat atau bahkan tidak makan hanya minum air putih saja yang dapat berujung ke penyakit seperti anoreksia. Fat shaming memiliki dampak yang besar bagi mental seseorang , orang tersebut dapat membenci diri dia sendiri sehingga dia harus berusha keras merubah dirinya seperti yang di inginkan. Dari melakukan diet ketat, makan obat-obat pelangsing, minum teh pelangsing, segala cara akan di lakukan demi badan yang ideal.

Di zaman sekarang sering kali kita melihat para artis ataupun model yang memiliki tubuh langsing sehingga muncul lah body goals, body goals ini lah yang sering di jadikan standar terutama untuk para kaum wanita untuk di bilang cantik, sehingga memiliki tubuh yang langsing merupakan idaman semua wanita karna memiliki tubuh yang gemuk dianggap tidak memiliki daya tarik sehingga mereka berjuang kerasa untuk menguruskan badan.

Ternyata banyak juga loh artis yang kena body shaming dari para fans dan publik salah satu contohnya adalah Demi Lovato. Siapa yang ga kenal sama demi lovato, penyanyi cantik yang memiliki suara yang merdu ini juga pernah kena body shaming dari para fans dan publik juga loh. Namun dari salah satu post instagramnya 2015 lalu, dia memposting fotonya dengan caption “ belajar mencintai tubuh kamu, aku pernah membenci tubuh ku tapi seseorang yang spesial membantu saya bagaimana cara mencintai tubuh ku dan dia juga mencintainya”

Advertisement

Cantik itu tidak mengenal ukuran loh, contohnya Ashley Graham. Ashley Graham merupakan plus size model, karena kecantikanya membuat dia di rekrut oleh salah satu agensi modeling pada saat dia berumur 13 tahun dan pada februari 2015 lalu melalui campaignnya “swim suit for all” menjadikan dia sebagai model plus size pertama yang tampil di majalah sport edisi pakaian renang.

Dari kisah Ashley Graham kita dapat belajar bahwa cantik tidak mengenal ukuran, makanya yuk kita sayangin diri kita sendiri, namun bukan berarti kalian nggak boleh mendapatkan bentuk badan yang di inginkan tapi berhentilah menyakiti diri kita sendiri dengan diet ketat atau tidak mengkonsumsi makanan dengan benar, cukup dengan berolahraga dan mengatur pola makan karna badan kamu juga butuh asupan gizi yang baik untuk tetap sehat loh.

Untuk kamu para body shamers yuk sayangin diri kita sendiri karna cantik itu tidak mengenal ukuran dan cantik itu di liat dari dalam, bukan bentuk fisik kita. Caranya adalah pertama berpikir positif, tanamkan pikiran pikiran positif tentang diri kamu, kedua cari lah sisi positif yang kamu punya seperti bakat atau hobi dan kembangkan lah bakat dan hobi kamu, dan yang ketiga tutup lah kuping mu dari komentar komentar negatif karna ini adalah badan mu dan merupakan pemberian dari Tuhan dan masih banyak lagi cara buat kamu mencintai diri kamu sendiri.

Advertisement