Sudah Capek-capek Bekerja, Tetapi Jerih Payahmu Tak Dihargai Seberapa. Coba Renungkan Hal-hal Ini Dulu!

Bagaimana perasaanmu jika lelah bekerja tetapi tidak dibayar setimpal dengan upaya yang telah dikeluarkan? Pastinya kamu merasa bahwa waktu yang sia-sia terlewati, keringat yang terjatuh rasanya hampa, dan kamu lupa seberapa stresnya dirimu ketika mengetikkan hal-hal yang sebenarnya belum kamu pahami. Tenang saja, kamu akan melewatinya.

Advertisement

Banyak orang bekerja, yang kemudian lupa untuk dibayar. Contohnya seperti pemijat di pinggir pantai di tempat wisata, ia yang memijat seseorang kelelahan akibat beraktivitas di laut. Seorang guru yang hanya dibayar satu minggu, sementara tiga minggu lainnya adalah sedekah. Padahal bekerja membutuhkan tenaga, waktu, pikiran? Lain halnya mengabdi, tetapi hal seperti itu jarang dilihat.

Pengalaman akan membentukmu menjadi lebih tegar daripada sebelumnya. Kamu menjadi lebih ahli dan lebih bisa berpikiran positif. Setelah bertemu dengan banyak orang, kamu akan menyadari bahwa setiap orang memiliki kebaikannya masing-masing. Tinggal bagaimana caramu untuk berbuat kebaikan dengan caramu sendiri.

Kalau kamu memang lelah bekerja sambil belajar, bersabarlah. Saya pun diingatkan seorang guru, bahwa beliau memberikan petuah dengan pertanyaan, bagaimana perasaan kita jika lelah bekerja tetapi tidak dibayar? Saya termenung dalam-dalam memikirkan. Mungkin ada perasaan tidak ikhlas kan sudah capek-capek bekerja.

Advertisement

Sebab setiap menit, detik, jam, hingga hari begitu mudah terlewati. Bekerja bukanlah sesuatu yang bisa digratiskan begitu saja. Kelelahan dan kebosanan, serta beban pikiran yang kian hari kian menumpuk. Seakan-akan terbayar ketika upah sudah berada dalam genggaman, meski kadang tak memenuhi kecukupan kehidupan sehari-hari untuk sebagian besar orang.

Kamu yang kini hanya bisa tersenyum sembari menggeser-geser berita yang ada di handphone-mu. Ingatkan diri bahwa sembari akalmu bisa berpikir, sembari handphone-mu bisa berfungsi, maksimalkan apa yang ada untuk menghasilkan karya.

Advertisement

Jangan sampai kemudian kamu baru tersadar, dan terlambat menyadari bahwa di sekelilingmu banyak yang membutuhkan bantuanmu. Tetapi sayangnya kamu masih sibuk dengan dirimu sendiri. Sibuk dengan keperluan-keperluanmu.

Kamu bekerja tanpa memikirkan apakah nantinya kamu bisa menjadi orang yang bermanfaat. Tetapi kamu hanya memikirkan dirimu sendiri. Bertahun-tahun yang lalu dan bahkan bertahun-tahun yang akan datang. Wajah dan hatimu bersedih, meski kamu enggan menyadari.

Lalu kamu melihat tanggal di kalender, dan menggumam dalam hati,


Ah ternyata aku baru menyadari bahwa bertahun-tahun yang lalu aku belum berubah. Aku masih mengeluhkan hal serupa. Dibalik waktu yang berlalu aku justru kian bersembunyi dan terus bersedih. Bekerja untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk orang lain, seharusnya tidak mudah untuk dilupakan. 


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Always loves read

CLOSE