Surat Cinta untuk Nenek di surga

Diriku termenung teringat masa belia. Saat merangkul bersenda gurau…

Advertisement

Kala terjaga berbincang tentang banyak kisah. Begitu sangat diriku merindukan mu saat ini nek…

Beliau lebih dari apapun yang sangat mengenalku.

Beliau figure wanita bersahaja dan penuh kasih sayang tekad berjuang penuh ketulusan.

Advertisement

Tak akan habis kata-kata yang mampu melukiskan kebaikanmu. Kenanganmu selalu lekat dalam hari-hari.

Pada lantunan melodi kenangan yang saat ini sedang menemaniku, disaat diri ini begitu sangat merindukanmu.

Pada sujud ku kepada Rabb ku…

Aku bercerita di atas sajadah yang menengadah.

Berdegup geming dalam butir tasbih yang menemani.

Tersadar begitu derasnya air mengalir dari kelopak mata ini saat aku mengingat semua kenangan masa belia bersama mu.

Aku sangat merindukanmu…

Andaikan engkau masih ada bersama ku di sini…

Andaikan waktu dapat berputar peran kembali…

Ingin kurengkuh dalam dekapan penuh hangat kasih sayang menemani sepanjang harimu hingga menutup usia. Namun Ilahi Rabbi memiliki rancangan rahasia akan jalan takdir yang memijaki diri yang acap berbeda.

Tiada yang lebih mengerti apa yang kurasakan saat ini…

Arti hadirmu bagaikan permata dihatiku yang selalu bersinar selamanya…

Aku hanya mampu berdoa dan menjagamu lewat doa kepada Ilahi Rabbi…

Ku kirimkan lantunan doa setiap saat teruntuk mu nenekku tercinta…

Menuangkan sepenggal kisah tentang apa yang dirasa dalam heningnya hati lewat pena yang mengukir. Pada selembar kertas yang menjadi abadi pada saatnya nanti.

Semua tersimpan rapi didalam album kenangan terindah pada masa belia. Kala ragamu menemani menjadi arti bermakna yang mengiringi pijakku meniti hari. Menemani dan menjadi pelita kasih tiada henti.

Memori yang tak akan pernah kulupakan. Selalu terjaga direlung hati dan tak akan terhapus hingga penghujung usiaku menghampiri.

Darimu aku mengenal siapa diri dan arti letak diri. Darimu aku belajar meniti hari dapat mampu memijak langkah dengan keyakinan diri. Merangkak berdiri berjalan menyusuri titian hari demi hari. Pada ketegaran yang menjadi sebuah keharusan dimana diri berdiri dengan langkah pasti. Saat mereka semua berlari berlalu pergi dan menghakimi, hanya dirimu lah yang mampu memahami akan arti dan letak diri ini.

Di dalam sunyi dan heningnya aku mencoba untuk mengerti dan memahami. Berserah diri pada semua yang sudah digariskan oleh Ilahi Rabbi. Pada ketulusan yang selalu dirimu lekatkan dalam prinsip  dan pendirian diri yang memumpuni.

Di sini aku sangat merindukan peluk hangat kasih sayang tulusmu nek…

Di sini aku masih sangat ingin merangkulmu dengan sangat erat di dalam dekap…

Namun rupanya suratan takdir daun kehidupan itu berkata, "Sudah waktunya nenek untuk kembali pulang menghadap Yang Maha Kuasa".

Ya, saat itu malaikat sungguh benar menjemputmu. Sontak mendengar duka yang luar biasa membuat seluruh diri ini kaku tak mampu beranjak dari tempat ku berduduk. Hanya sesak, sesal dalam hati yang kurasakan kala itu melingkupi raga ini.

Maafkan diri yang belum dapat membalas semua kebaikan yang telah dirimu berikan dan ukirkan. Menjadi penolong kala tersendat diusia cilik belia.

Allah lebih menyayangimu dan ia memanggilmu untuk kembali berpulang.

Namun rupanya diriku masih belum siap tuk kehilanganmu selamanya.

Aku harus mengikhlaskan kepergian figure yang sangat kusayangi agar engkau pun tenang di sana. Hanya doa yang senantiasa menenangkan ku dan menjadi penguat diri, menjadi obat rindu saat aku sangat merindukanmu.

Nenek ku tersayang…

Engkau pasti sudah tenang dan tersenyum dikejauhan alam sana.

Terima kasih dalam masa belia yang terkasih

Di masa belia diriku engkau rengkuh dengan penuh kasih sayang.

Rangkak cilikku dalam dekapmu…

Belajar berdiri, jatuh, berusaha kuat dalam pijakkan untuk mampu bangkit dan berjalan kembali.

Begitu banyak arti pada hikmah keyakinan di dalam diri yang engkau ajari. Disetiap perjalanan demi perjalanan yang dilewati.

Memori dalam album kenangan itu akan abadi.

Dari perjalanan waktu kita dapat belajar. Mana hal yang harus diutamakan, ada hal-hal yang harus diikhlaskan. Dan apa yang harus kita perjuangkan didalam pengorbanan.

Aku belajar berdamai dengan yang disebut takdir. Belajar berkompromi dengan hati sendiri. Belajar bersahabat dengan diri sendiri. Memaknai dan memahami tentang hikmah yang kerap terjadi. Akupun tak mampu untuk memesan takdir kepada Sang Pencipta, tetapi aku tetap berusaha penuh keyakinan kepada jalan yang akan diberikan oleh-NYA.

Terima kasih tercurah pada masa belia yang penuh kisah dalam goresan penuh warna.

Terima kasih untuk semua kasih yang bersahabat.

Kata terima kasih ku tak cukup untuk melukiskan semua tentang berartinya sebuah kisah perjalanan dan damai saat berada bersamamu dahulu.

Tak terkira diriku mampu meluapkan segala rasa sepeninggalmu. Nenekku tercinta, engkau laksana surga kehidupan yang kukecup dengan keteduhan. Semua jasa-jasa mu akan menjadi ladang ibadah kepada Ilahi Rabbi. Kenangan akan semua kebaikan mu akan selalu dan tetap abadi.

Semoga kita dipertemukan kembali nanti di surga-NYA…

Engkau tak akan pernah tergantikan. Engkau selalu hidup didalam hati ini.

Aku sangat menyayangimu…

Ketulusan, kasih sayang yang aku rasakan tiada ada yang dapat menggantikan mu dihati ini…

Seabadi kisah yang melukiskan serta kata yang menjadi perangkainya. Hingga terpejam mata ini, hingga dipenghujung waktunya nanti, engkau selalu abadi di dalam hati ini.

@anggungerardine

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya