Kamu masa lalu yang paling sulit untuk aku lupakan, meski hubungan kita hanya terjalin beberapa bulan saja namun pesonamu mampu membutakan mata hatiku sekian tahun lamanya. Kamu hadir dari sosok kakak kelas pada saat masa sekolah menengah atas. Awalnya kita tidak saling mengenal sampai suatu saat kamu menyapaku di depan koridor sekolah sambil memberikan senyum manis yang buatku melayang entah ke mana. Sebelumnya aku tidak menyangka masa SMA yang begitu indah saat mengenalmu dan begitu kelabu saat semua tentangmu berakhir menjadi satu kenangan pahit.

Aku masih ingat waktu pertama kali kau menyapa dan meminta nomor teleponku, dengan ragu-ragu dan malu kamu memberanikan diri untuk melakukannya. Masa pdkt yang terbilang cukup lama mengenalkan aku pada sosok laki-laki yang cukup sabar menghadapi sikap egois dan keras kepalaku. Sosok seseorang yang selalu berusaha mengimbangi sikapku. Memberikan kejutan manis pada setiap hari ulang tahun, menjadi teman berbagi dan sahabat yang selalu memberikan dukungan. Serta yang tidak pernah aku lupa kamu memberikan alasan terabsurd untuk mengakhiri hubungan kita, lantas pergi menghilang seiring kelulusanmu dan tidak tahu di mana rimbanya.

Advertisement

Setelah hampir 6 tahun tidak saling memberi kabar, kamu datang menghubungiku dengan membawa alasan dan kata maaf yang dulu tidak sempat kamu ucap. Aku pikir alasannya memang cukup masuk akal, tapi kata maaf tidak akan mengubah apapun di antara kita. Kamu terus datang dengan segala kenangan indah dan menawarkan secawan harapan masa depan, memasuki ruang terdalam dihatiku hingga kamu temui kisah tentangmu yang masih utuh dan tidak pernah berusaha untuk aku lupakan.

Mungkin kamu masih merasa bahwa aku masih menanti kembalimu, benar saja sambil menangis aku katakan setiap malam selalu berharap bertemu kamu walau hanya dalam mimpi dan setiap sujud selalu meminta dibersamakan dengan kamu, bahkan aku sempat memaksa Tuhan untuk mempertemukan kita lagi. Meski aku tahu bertemu tidak berarti kembali, tapi tak ada salahnya untuk mencoba lagi. Meski akhirnya harus terluka lagi tak apa yang penting bertemu dulu.

“Kadang cinta bodoh itu, sudah disakiti sampai berdarah-darah tapi masih terus mendamba pertemuan,”

Advertisement

Sekali lagi dalam hidupku Tuhan menunjukkan kuasaNya, menerima semua doaku dan mengantarkan dia kembali padaku dalam porsi yang lebih dari kata cukup. Aku mau hanya pertemuan tapi Tuhan mengatur semua begitu indah, mendatangkan dia dan mempertemukan aku bersama keluarganya. Rasanya penantianku selama ini cukuplah sudah, tidak sia-sia aku memaksa Tuhan untuk membuatku bersama lagi dengan dia. Sekarang aku percaya takdir itu nyata adanya.

"Teruntuk takdirku yang datang dari sosok masa lalu semoga kamu akan terus menjadi takdir masa depanku. Dan teruntuk lelakiku kali kedua tolong jangan sakiti aku dan hubungan ini lagi, J."

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya