Artikel merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Hai, Nona. Bagaimana dengan kabarmu di sana? Masih sehat kan? Aku harap kau tetap menjaga jadwal makanmu agar maagmu tidak kambuh lagi seperti dulu yang hanya meninggalkan Chimory di sana. Haha, maaf ya. Dulu aku tidak bisa mengantarmu makan saat itu karena tidak ada kendaraan. Sekarang aku sudah bawa kendaraan sendiri kok. Aku tidak yakin sih kamu mau makan denganku lagi. Tapi, aku harap kamu tetap menjaga kesehatanmu, Nona.

Nona, tahukah kamu? Setiap hariku pasti teringatkan olehmu. Iya, walaupun kamu sudah sepertinya tidak menganggap aku seperti dulu lagi. Tapi, entah kenapa aku selalu membayangkanmu seperti selayaknya kamu. Kamu yang egois, kamu yang selalu tertawa, kamu yang selalu bahagia meskipun dibaliknya aku tahu kamu sedih. Itu adalah salah satu hal yang paling kusuka dari kamu. Kamu adalah orang yang selalu mencoba untuk tersenyum meskipun keadaan tidak memungkinkanmu untuk tertawa.

Nona, dari banyaknya hal yang kupikirkan tiap harinya, kamu adalah hal yang paling tidak bisa lepas dari ingatanku itu. Kadang, aku mencoba merangkai kembali apa yang sudah kita bangun, mencoba mengingat kembali momen-momen katika kita tertawa bersama. Tidak seperti saat ini yang kau tertawa bersama orang lain dan menganggapku tidak bernyawa. Jujur, itu adalah salah satu dilema besar dalam umur hidupku. Kalau saja aku bisa tahu keasalahanku, aku akan coba menghilangkannya asalkan kita bisa seperti dulu. Kau, aku, dan tawa bahagia bersama.

Nona, Maaf ya. Sepertinya aku masih akan lama dalam hal menyukai dirimu. Kau adalah pemeran utama dalam cerita yang kualami saat ini. Aku harap aku juga mendapatkan peran itu dalam ceritamu, walaupun aku tidak yakin tentang itu. Tapi, bagaimanapun aku bahagia pernah masuk dalam ceritamu. Maaf ya, Nona. Aku masih belum bisa menjadi apa yang kau minta. Aku masih terlalu kekanak-kanakan dalam sifatku. Aku terlalu takut untuk kehilanganmu. Dan sepertinya rasa takutku itu yang membuatmu pergi dariku.

Advertisement

Nona, maafkan aku ya? Jika mungkin aku pernah membuat kesalahan yang membuat harimu biru, aku minta maaf. Maaf ya, Nona. Banyak sekali momen yang kusia-siakan saat kita berdua. Contohnya adalah saat kita naik ke tebing saat di Bali itu. Kau sangat takut dengan monyet dan aku hanya berjalan di sampingmu agar kau tidak ketakutan saat itu. Iya, mungkin seharusnya aku menggenggam tanganmu saat itu, menggenggammu erat dan membuktikan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan jika kita bersama. Haha, maaf ya, Nona. Membayangkan itu semua aku jadi kembali teringat denganmu. Maaf.

Nona, Kau tahu? Kau adalah bahagiaku. Coklat pemberianmu adalah coklat yang paling enak jika dibandingkan coklat yang pernah kurasakan sampai saat ini. Tulisanmu adalah penyemangat paling hebat yang pernah aku rasa. Iya, meskipun hanya tulisan pada selembar kertas, tapi itu sudah sangat lebih dari cukup untuk membahagiakanku. "Fighting!! ^ ^", "Semangat" apapun itu adalah hal paling menakjubkan dalam hidupku. Ah iya, maaf lagi ya, Nona. Aku jadi mengingatmu lagi Haha.

Nona, jaga kesehatanmu ya. Aku tidak ingin melihatmu sakit lagi. Jangan tidur terlalu larut, jangan terlalu memaksakan kondisi tubuhmu, jangan begadang hanya untuk menonton Filmmu itu, kamu lebih penting daripada artis layar kaca itu. Jangan mudah bersedih ya. Kamu tidak cocok dengan bersedih, kamu lebih cocok dengan tawa bahagia yang membuat semua orang bahagia. Kamu lebih cocok dengan kata "Bahagia" daripada " Merana". Ah, maaf aku menjadi cerewet lagi. Tapi, Nona. Tetap Bahagia ya. Dan aku akan berdoa agar apa yang kau harapkan menjadi bahagia bisa tercapai dengan segera.

Oh iya, Nona. Izinkan aku berterimakasih untukmu. Terimakasih sudah pernah menjadi hal yang pernah bisa untuk ku cintai. Terimakasih sudah pernah memberikan bahagia dalam hidupku. Terimakasih tentang semua tulisan yang pernah ada untukku. Terimakasih telah mampir di cerita kecilku ini. Aku harap aku bisa menemukan cerita lain atau orang lain yang mengizinkanku menjadi pemeran utama dalam cerita kecilnya. Atau kalau tidak, jangan segan untuk kembali masuk dalam cerita kecilku ini. Mungkin tidak di waktu ini, mungkin di waktu ketika kita memang sudah benar-benar siap untuk membuat cerita. Ah iya, maaf lagi, siapa aku yang masih berani mengharapkanmu?

Nona, kau adalah duniaku saat ini, aku tidak tahu untuk kedepannya dan aku tidak tahu apa aku di duniamu. Apakah aku seorang pemeran atau hanya figuran itu terserah padamu.. Semoga apa yang selalu kau idam-idamkan itu bisa teraamiinkan. Jika tidak, aku harap Tuhan yang memberikanmu kedamaian dalam hatimu.

Jaga Kesehatan ya, Nona. Tetap Semangat. Fighting!! ^ ^

Nona, Terimakasih.


"Aku selalu mengagumimu, selalu."