Walau jarak kita tak pernah berdekatan, tetapi hati ini akan selalu berusaha untuk mendekatkan roh nya kedalam hatimu. Walau mata kita tak selalu bertatap, namun mata hati ini akan tetap setia untuk memandang mata hatimu yang sedang sepi. Dan walau tangan ini sangat jarang untuk menyentuh jarimu yang lembut, percayalah bahwa tangan ini akan selalu menanti uluran tanganmu menuju derajat cinta yang lebih tinggi. Dan kelak, engkaulah yang akan menjadi penuntun ku untuk berjumpa dengan sang pencipta. Maka sayang, tetaplah setia di jauh sana. Agar kelak kita bersama-sama bergandengan tangan menjumpai sang pencipta di dalam surga.


Sayang, aku tahu bahwa saat ini jarak kita sedang tak sedekat jarak antara mata dan hidung. Namun bersabarlah di tempat kau saat ini. Lakukan semua hal yang ingin kau lakukan, selama hal-hal itu membuatmu bahagia. Percayalah, walau mata ini tak mampu menikmati semua kegiatan yang telah kau lakukan, jika hatimu bahagia maka hatiku akan turut bahagia. Itulah salah satu nikmat tuhan yang tak pernah diberikan kepada pasangan kekasih yang hidup secara berdekatan.

Advertisement

Walau jauh, Tuhan tidak akan pernah membuat jiwa ini di rundung pilu yang berujung rindu tak berujung. Tuhan akan selalu memiliki cara untuk bisa membuat kita saling membahagiakan satu sama lain walau jarak sedang tak berada di ujung mata. Jarak memang kejam, serta waktu memang sadis, namun percayalah bahwa jarak dan waktu itu membuat diriku paham arti sesungguhnya dari merindu. Terlebih lagi merindukan dirimu yang sedang berada di ujung sana. Walau senyummu tak dapat ku nikmati secara langsung, namun kuatnya rasa ini membuatku bisa membayangkan senyuman itu dengan nyata, dan itu selalu membuatku bahagia walau kita sedang tak bersama.

Mungkin kau cemburu melihat pasang lain yang selalu berdekatan dan bisa memeluk satu sama lain dengan sangat mudahnya. Romantisnya mereka membuat hatimu mungkin merasa berdesir tak karuan dan kemudian mulai membenciku karena berada di jarak yang cukup jauh darimu. Namun sayang, romantisme cinta itu tak selalu diukur dari seberapa sering kita memeluk raga pasangan kita masing-masing, namun romantisme itu terletak pada seberapa kuat dan tegar hati dan raga ini menjaga kesetiaan cinta pasangannya. Tetaplah bersabar, biarkan orang lain bercinta dengan gaya mereka masing-masing. Namun untuk saat ini, bersabarlah karena kita belum mampu menjalin cinta yang hakiki seperti indahnya pasangan Rama dan Sinta.


Sayang, aku tahu sekali rasa pahitnya kopi tanpa gula. Setahu diriku akan rasa dirimu ketika tak mampu memegang jemari tanganku dan memeluk raga ku. Semua itu memang berat, namun bukan berarti kau menghalalkan dirimu untuk menyumpahi waktu dan jarak yang sedang menguji diri kita. Percayalah, semakin tinggi level rasa cinta kita, maka akan semakin tinggi pula level ujian dan cobaan yang akan diberikan oleh yang sang kuasa. Anggaplah ini adalah ujian yang menyenangkan, yang perlu kita nikmati seperti masa-masa kita dulu sedang menikmati indahnya mentari yang sedang bercumbu dengan rembulan di kala senja.


Advertisement

Sayang, jangan menangisi keadaan kita yang saat ini yang masih belum bisa berdekatan. Terpisah itu memang menyakitkan, namun di sanalah sesungguhnya aku belajar arti dari sebuah kerinduan dan keikhlasan. Aku belajar rindu agar kelak ketika berada di dekatmu tidak akan pernah menyia-nyiakanan dirimu. Aku belajar arti dari keikhlasan agar kelak ketika maut tak memanggil kita bersamaan, kau dan aku bisa sama-sama ikhlas menerima keadaan itu. Jika Tuhan yang mempertemukan cinta kita, maka tuhan pun berhak untuk memisahkan kita. Kita hanyalah hamba yang kerdil yang hanya bisa menerima semua skenario yang telah dibuat olehnya. Kita berdua, harus bisa belajar ikhlas sejak dini. Karena kelak, akan ada saatnya kita harus berpisah, walau pedih namun itu semua harus terjadi.

Kekasihku, aku tahu ini semua sangatlah berat. Menjalani cinta dengan posisi raga yang tak bisa saling memeluk raga masing-masing sangatlah berat. Ribuan cobaan dan rintangan akan senantiasa untuk meneror agar salah satu, atau bahkan kita berdua berpindah ke hati yang lain. Namun sayangku, percayalah bahwa dengan cara inilah tuhan mencintai kita berdua. Tuhan menganggap kita berdua adalah mahluk yang kuat, sehingga ia pun memberikan ujian yang cukup berat kepada kita berdua, yakni terpisah jarak dan raga. Tak usah mengeluh, bersabarlah di sana untuk menunggu. Agar menunggu mu itu bisa menjadi ibadah kepada sang pencipta.


Sayang, tetaplah mendirikan dan menjalankan ibadah kepada sang maha kuasa. Jangan jadikan rindumu kepadaku sebagai penghalang dekatnya dirimu kepada sang pencipta. Aku hanyalah manusia biasa yang tercipta dari tanah liat yang sering kau injak. Jadi sudah tak sepantasnya kau menyembah sebuah cinta kepada manusia yang hanya bersifat fana. Jika kau mencintaiku, maka tetaplah mengingat Tuhanmu. Karena di sanalah letak sakralnya cinta kita berdua. Aku hanya ingin kelak ketika kita telah menghadap maut, kau dan aku bisa tetap berjodoh dan bisa bergandengan tangan untuk menghadap sang pencipta. Bahkan membuat nenek dan kakek kita Adam dan Hawa berdecak kagum melihat romantisnya cinta kita berdua.


Sayang, jadikanlah cinta kita itu sebagai sebuah ibadah untuk senantiasa taat kepada sang maha kuasa. Ialah yang telah menciptakan cinta yang sedang kita nikmati saat ini. Walau cinta kita saat ini sedang diuji dengan jarak, tetaplah setia di sana untuk menunggu ku hingga pulang memeluk mu erat. Sabar adalah bagian dari sifat manusia yang sangat dicintai oleh yang maha kuasa. Maka aku yakin, tuhan akan begitu senang melihat mu menunggu di depan pintu walau hanya seorang diri. Karena menjaga raga mu dari sentuhan raga orang lain adalah salah satu bentuk kesetiaan yang tak akan pernah ternilai harganya.


Sayangku… Tetaplah menunggu di sana. Jika Tuhan masih berkenan membuat kita untuk berjumpa, maka aku pasti akan kembali kedalam pelukan mu yang hangat itu. Namun, jika pun Tuhan telah mengatakan masa hidupku telah habis dan harus segera menghadapnya, percayalah bahwa aku tetap setia hingga raga ini dimasukkan ke dalam liang kuburan. Sikap setia ku, akan ku bawa hingga jasad ku terpisah dengan rohnya. Karena dengan cara itulah ku yakin kita bisa dipertemukan kembali oleh yang maha kuasa.


Aku yakin, kelak Tuhan pasti akan tersenyum melihat kita berdua bergandengan tangan dengan mesra menghadap kepadanya. Bahkan Jibril, Mikail, Ridwan dan rentetan malaikat lainnya akan cemburu menyaksikan mesranya rangkulan cintaku kepadamu. Semoga kau dan aku bisa bergandengan tangan dengan riang memasuki gerbang surga yang indah itu. Sayang, tetaplah setia, agar itu semua dapat terwujud. Amin!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya