Terimakasih untuk semua orang yang mengajari arti hidup ini kepada saya, kepada seluruh rekan – rekan yang selama ini telah berperan di hidup saya, karena kalianlah saya mulai menyadari arti hidup ini untuk diperjuangkan, bukan semata mata untuk dinikmati saja.

Kalian adalah inspirasi saya, suatu kehormatan memiliki teman seperti kalian, biarpun mereka tidak suka, tapi saya menemukan kedamaian pada diri kalian seperti keluarga saya dirumah, yang paling penting saya belajar banyak tentang kejamnya dunia ini bersama kalian. Pelajaran yang lebih berarti dari pelajaran di sekolah dulu yang biasa saya dengarkan dari guru saya. Kalian lebih dari guru saya, kalian bukan hanya saja memberi pelajaran, tapi kalian menginspirasi.

Advertisement

Ya, sangat menginspirasi, bayangkan saja jika saya tidak mau mengenal kalian sebelumnya, tentu saya akan memandang kalian sama dengan manusia lain yang memandang kalian sebelah mata, tapi setelah saya bertemu dan kita banyak bercengkerama saya mulai mengubah cara pandang saya. Ajaib!


Kini saya telah berajak dewasa, kata seseorang “Perubahan menjadi dewasa itu susah, banyak hal yang kita lalui dan yang penting adalah kita tahu siapa diri kita, dalam arti jadilah diri kamu sendiri bukan orang lain, yang lain menambahkan kamu harus bisa berdiri diatas kakimu sendiri.“


Advertisement

Nasihat itu saya dengarkan diperistirahatan sebuah SPBU. Hebat, yang mereka katakan memanglah benar bahkan sangat benar, ini terbukti bahwa mereka bukan hanya sekedar berbicara, tapi mereka telah bermetamorfosa seperti halnya saya.

Sekarang saya tidak berjumpa lagi dengan mereka, waktu itu saya merasa sendiri bahkan sampai sekarang, tapi hidup itu singkat dan terus berjalan. Saya pun harus tetap melangkah, karena saya tahu kalian disana juga tengah mengatur hidup kalian dan kalian sama seperti saya berjuang dalam kehidupan. Saya tidak akan mengeluh lagi, saya akan bangkit.


Terimakasih kepada semua yang menginspirasi saya, kita tetap menjadi saudara sampai kapanpun itu dan saya yakin suatu saat kita dapat bertemu dan saling bercengkerama seperti dulu walaupun hanya minum kopi. Hmm, saya menantikan saat itu, saya tidak sabar ingin mendengar sepenggal cerita hidup kalian.


Seiring berjalan, saya mulai mengerti dan saya mulai memahami hidup saya sendiri, dan saya bangga menjadi diri saya dengan semangat dan kemampuan saya, saya bisa. Saya sudah bisa tertawa sangat lepas meski kadang masih menangis, dan kalian harus melihat saya yang sekarang karena kalian telah berhasil mendidik saya. Tidak hanya orang yang berpendidikan tinggi, tidak hanya orang yang memakai jas dan bersepatu kulit, tidak hanya orang yang punya uang dan mobil yang bisa mendidik orang lain, tapi setiap orang yang telah banyak makan garamlah yang lebih tahu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya